Informasi Rodja

Penerimaan Santri Baru Pengobatan Klasik dan Thibbun Nabawi bersama Sinse Abu Muhammad Faris Al-Qiyanji 2014-2015 (Pendaftaran 1 Februari-5 Juli 2014)

INFORMASI SINGKAT: Penerimaan santri baru Pengobatan Klasik dan Thibbun Nabawi bersama Sinse Abu Muhammad Faris Al-Qiyanji, tahun pendidikan 2014-2015, diselenggarakan pendaftarannya mulai dari 1 Februari-5 Juli 2014. Kuliah perdana mulai 13 Juli 2014.

Download Selebaran, Spanduk, dan Poster

[wpdm_file id=15]

[toc]

Pemateri

Sinse Abu Muhammad Faris Al-Qiyanji

Peserta

Ikhwan (laki-laki) dan Akhwat (wanita)

Lama Belajar

Lama belajar 1 (satu) tahun

Biaya

Rp250.000/orang

Pendaftaran

1 Februari-5 Juli 2014
Sabtu dan Ahad, pukul 09:00 s.d. 15:00 WIB

Persyaratan

1. Fotokopi KTP 1 lembar
2. Pas foto berwarna 4×6 2 lembar
3. Fotokopi ijasah SMA atau sederajat

Tes Seleksi

6 Juli 2014
16:30-18:00 WIB

Masa Belajar

Kuliah perdana 13 Juli 2014
Belajar setiap Ahad 16:30-18:00 WIB

Contact Person

021 6858 4100
0813 8562 9990
PIN BB: 2AD11EE1

Sekretariat dan Tempat Pendaftaran

Sekretariat Takhassus Al-Barkah
Komplek Radio Rodja, Masjid Al-Barkah
Jl. Pahlawan, Kampung Tengah, Cileungsi, Bogor – 16820
Alamat web: www.radiorodja.com | www.takhassusalbarkah.com
Email: takhossusrodja@yahoo.com | takhossusrodja@gmail.com

Silakan bagikan informasi ini kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Bantu juga share ke Facebook, Twitter, dan Google+ kamu. Jazakumullahu khoiron.

Diterbitkan oleh

Radio Rodja

Menebar Cahaya Sunnah

12 tanggapan untuk “Penerimaan Santri Baru Pengobatan Klasik dan Thibbun Nabawi bersama Sinse Abu Muhammad Faris Al-Qiyanji 2014-2015 (Pendaftaran 1 Februari-5 Juli 2014)”

  1. ‘afwan, kalau tempat menuntut ilmu seperti ini, apakah ada juga di Bandung?
    Apalgi khusus mahasiswa. Seperti Ma’had Al-ilmi.

  2. Assalamualaykum.. Apa kh pda saat kelas dimulai di siarkan juga di radio,, ana berdomisili di balikpapan,ana ingin skali mengikuti tp tidak bisa ke sana

    Jazakallah khair

    1. Wa’alaikumussalam warohmatullah wabarokatuh.
      Pertama, permohonan maaf sebelumnya perlu kami sampaikan. Mengenai perihal penyiaran program takhashshush tersebut tentunya (sekali lagi mohon maaf) belum bisa kami lakukan karena berbenturan dengan program siaran yang ada. Barokallahu fikum.

      Wajazakumullahu khoiron.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *