Blog

Anda bisa mendownload kajian audio pada halaman ini. Kajian audio yang tersedia adalah kajian yang telah diselenggarakan di studio radio Rodja. Insya Allah.

Dosa Besar Kelima Puluh Tujuh dan Kelima Puluh Delapan: Mencela Para Sahabat Nabi dan Mencela Orang-Orang Anshar – Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr)

Dosa Besar Kelima Puluh Tujuh dan Kelima Puluh Delapan
(Mencela Para Sahabat Nabi dan Mencela Orang-Orang Anshar)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا تَسُبُّوا أَصْحَابِي، فَوَالَّذِي نَفْسِ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ أَنْفَقَ أَحَدَكُمْ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلا نَصِيفَهُ

“Janganlah kalian mencela para sahabatku, demi Dzat yang jiwa Muahmmad berada di tanganNya, kalau seandainya kalian menginfakkan emas sebesar gunung Uhud, niscaya tidak akan menyamai satu mud atau setengahnya dari pahala salah seorang dari mereka.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

آيَةُ الْإِيمَانِ حُبُّ الْأَنْصَارِ وَآيَةُ النِّفَاقِ بُغْضُ الْأَنْصَارِ

“Tanda keimanan adalah mencintai orang-orang Anshar dan tanda kemunafikan adalah membenci orang-orang Anshar.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Silakan download dan simak rekaman kajian kitab Al-Kabair (Dosa-Dosa Besar), dengan pembahasan “Dosa Besar Kelima Puluh Tujuh dan Kelima Puluh Delapan”, yang disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdul Muhsin Al-Badr pada 2 Maret 2015. Semoga bermanfaat.

Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah: Hadits 1001-1003 – TPP: Larangan Menjadikan Masjid sebagai Tempat Lalu-Lalang hingga Keutamaan Orang-Orang yang Ikut Perang Badar (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Kajian kitab Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam yang disampaikan pada Ahad, 1 Maret 2015, dan membahas hadits ke-1001 hingga ke-1003, yaitu hadits tentang “Larangan Menjadikan Masjid sebagai Tempat Lalu Lalang hingga Keutamaan Orang-Orang yang Ikut Perang Badar”. Silakan download dan simak kajian yang sangat bermanfaat ini.

Dosa Besar Kelima Puluh Tiga hingga Kelima Puluh Enam: Memakai Sutra dan Emas bagi Kaum Lelaki hingga Mengubah Batas Tanah – Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr)

Silakan download dan simak rekaman kajian kitab Al-Kabair (Dosa-Dosa Besar), dengan pembahasan “Dosa Besar Kelima Puluh Tiga hingga Kelima Puluh Enam (Memakai Sutra dan Emas bagi Kaum Lelaki hingga Mengubah Batas Tanah)”, yang disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdul Muhsin Al-Badr pada 1 Maret 2015. Semoga bermanfaat.

Lau Kaana Khairan Lasabaquuna Ilaihi (Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat)

Rekaman Tabligh Akbar “Lau Kaana Khairan Lasabaquuna Ilaihi” oleh Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat

Pada tabligh akbar kali ini Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat akan menjelaskan sebuah perkataan yang sangat indah dan maknanya sangat besar yang seringkali dibawakan oleh para ulama baik secara lisan maupun tulisan, yaitu:

لَوْ كَانَ خَيْرًا لَسَبَقُوْنَا إِلَيْهِ

“Kalau sekirannya perbuatan itu baik tentulah para sahabat telah mendahului kita dalam mengamalkannya.”

Suatu kaidah penting yang mengharuskan kita mengikuti pemahaman para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam menjalankan agama Islam yang mulia ini. Karena Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan kepada mereka segala sesuatu yang berkaitan dengan agama Islam.

Bagaimana penjelasan mengenai hal ini? Silakan download ceramah agama dengan tema “Lau Kaana Khairan Lasabaquuna Ilaihi”, yang disampaikan oleh Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat pada Ahad pagi, 1 Maret 2015 / 10 Jumadal Ula 1436 di Masjid Nurul Iman Kementrian Pertanian Jl. Harsono RM 3 Ragunan, Jakarta Selatan. Semoga bermanfaat.

Larangan Mencela Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam – Bagian ke-3 – Ensiklopedi Larangan dalam Islam (Ustadz Mahfudz Umri, Lc.)

Para ulama ahlussunnah wal jama’ah mengatakan bahwa:

“Mencintai sahabat merupakan bagian dari agama, bagian dari keimanan, dan kebaikan. Sedangkan membenci mereka merupakan kekufuran, kemunafikan, dan perkara melampaui batas.”

Download dan simak rekaman kajian yang membahas tentang “Larangan Mencela Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (Bagian ke-3)”, yang disampaikan oleh Ustadz Mahfudz Umri, Lc. pada 27 Februari 2015 di Radio Rodja dan RodjaTV. Semoga bermanfaat.

Riba Jual Beli – Bagian ke-2 – Kitab Matan Abu Syuja’ (Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A.)

Mari belajar fiqih muamalah dari kitab fiqih Madzhab Syafi’i bersama Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A. melalui rekaman kajian yang membahas tentang “Riba Jual Beli (Bagian ke-2)”.

Kajian ini diambil dari Kitab Al-Ghayah wa At-Taqrib atau biasa disebut dengan Matan Abu Syuja, disampaikan oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A. pada 27 Februari 2015. Silakan download kajiannya dan simak pula sesi tanya jawab yang sangat menarik.

Adab Berbicara – Bagian ke-4 – Kitab Fiqhul Akhlaq (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Salah satu adab berbicara adalah kita harus berbicara dengan orang lain sesuai dengan tingkat pemahaman mereka. Karena jika kita berbicara dengan orang lain dan ternyata tidak dipahami oleh mereka, maka hal itu bisa berubah menjadi pemahaman yang buruk. Bahkan bisa jadi perkataan kita diletakan bukan pada tempatnya sehingga berakibat fatal dan memicu timbulnya fitnah. Maka dari itu adab berbicara ini sangatlah penting.

Seorang muslim harus bisa membawa dirinya ketika berbicara dengan orang lain. Dia harus bisa melihat dengan siapa dia berbicara, setelah itu dia arahkan pembicaraannya dengan baik. Jika demikian maka orang yang diajak berbicara akan bisa memahami perkataannya.

Tentang adab berbicara ini, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu mengatakan:
حَدِّثُوا النَّاسَ بِمَا يَعْرِفُوْنَ
“Berbicaralah kepada manusia dengan apa yang mereka pahami.”

Silakan download dan simak kajian dengan tema “Adab Berbicara (Bagian ke-4)”, yang merupakan pembahasan dari kitab Fiqhul Akhlak dan dibawakan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. pada 25 Februari 2015. Semoga bermanfaat.

Dosa Besar Kelima Puluh Dua: Isbal – Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr)

Dosa Besar Dosa Kelima Puluh Dua (Isbal)

Makna isbal adalah memanjangkan atau menjulurkan celana atau kain melebihi mata kaki. Para ulama menjelaskan bahwa isbal merupakan salah satu dosa besar. Di antara dalil-dali yang melarang isbal adalah:

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا أَسْفَلَ مِنْ الْكَعْبَيْنِ مِنْ الْإِزَارِ فَفِي النَّارِ
“Kain sarung yang melebihi mata kaki, maka tempatnya di neraka.” (HR Al-Bukhari)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

لا يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَى مَنْ جَرَّ إِزَارَهُ بَطَرًا
“Allah tidak akan melihat kepada yang menyeret pakaiannya (celana atau jubah) karena menyombongkan diri.” (HR Al-Bukhari)

Silakan download dan simak rekaman kajian kitab Al-Kabair (Dosa-Dosa Besar), dengan pembahasan “Dosa Besar Kelima Puluh Dua (Isbal)”, yang disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdul Muhsin Al-Badr pada 23 Februari 2015. Semoga bermanfaat.

Halaman 1 dari 7012345...102030...Akhir »
Maret 2015
S S R K J S M
« Feb    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Radio Islam Indonesia

Shares
Share This