Menebar Cahaya Sunnah
Informasi Rodja
Anda bisa melihat semua informasi mengenai info kajian/tabligh akbar yang masuk ke redaksi studio Rodja, pola acara perhari dan juga pembangunan Masjid Al Barkah
Streaming Radio
Kini anda bisa mendengarkan streaming radio dengan halaman terpisah tanpa menganggu antum dalam melihat halaman yang ada di http://www.radiorodja.com
Telah dijelaskan dalam kajian sebelumnya keagungan Kalimat laa ilaaha illallah yang merupakan dzikir paling afdhal. Akan tetapi, kalimat ini bukanlah kalimat yang tanpa makna. Semata-mata mengucapkan kalimat laa ilaaha illallah tidaklah diterima kecuali dengan memenuhi tuntutan-tuntutannya. Kalimat ini menjelaskan bahwa sesembahan selain Allah merupakan sesembahan yang bathil. Peribadatan kepada selain Allah merupakan puncak kedholiman dan kesesatan.
Orang yang bersaksi dengan kalimat ini maka dia harus memahami atau mengilmui apa yang dia persaksikan. Dengan ilmu, orang tersebut terbebas dari sifat orang-orang Nashrani yang beramal tanpa ilmu. Orang yang bersaksi dengan kalimat ini pun harus mengamalkan konsekwensi dari kalimat ini. Dengan amal, orang tersebut akan terbebas dari sifat-sifat orang Yahudi yang berilmu tanpa mau beramal. Selain itu, Orang yang bersaksi dengan kalimat ini pun harus jujur dalam mengucapkannya. Dengan kejujurannya itu, ia telah terbebas dari sifat orang munafik yang menampakkan islam dan menyembunyikan pengingkaran.
Laa ilaaha illallah artinya tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah. Yaitu seorang hamba menyerahkan peribadatannya hanya bagi Allah semata dan menjauhi peribadatan kepada thogut. Dan ternyata, banyak Ayat Al qur’an yang menjelaskan makna kalimat ini. Bagaimanakah Al qur’an menjelaskan makna kalimat tauhid ini ? simak dalam versi audionya !
Kalimat tasbih adalah ucapan “ subhanallah” atau yang semisalnya. Makna kalimat tasbih adalah pensucian Allah dari semua sifat yang tidak layak disandarkan kepadaNya. Dalam Al Qur’an terdapat 8 surat yang dibuka dengan tasbih. Kata “subhan” ( maha suci ) disebutkan dalam al qur’an sebanyak 25 kali dalam rangka menetapkan sifat terpuji bagi Allah atau menafikan dari Allah sifat tercela yang dituduhkan oleh orang-orang sesat. Hal ini menunjukkan tingginya keutamaan kalimat tasbih.
Diantara keutamaan tasbih adalah :
Seluruh makhluk di alam semesta ini bertasbih mensucikan Allah taala. Diriwayatkan oleh Tabrani dalam Mu’jamul ausath Sesungguhnya Abu Dzar pernah hadir bersama Nabi shallallahu alaihi wasallam dalam suatu halaqoh. Disana ada Abu bakar, Umar, Utsman, Ali dan sahabat nabi lainnya. Saat itu ditangan Nabi ada beberapa kerikil. Ternyata kerikil-kerikil itu bertasbih dengan suara yang dapat didengar oleh setiap sahabat yang hadir dalam halaqoh tersebut. Kemudian kerikil-kerikil itu Nabi pindahkan ke tangan Abu bakar. Maka kerikil-kerikil itupun bertasbih yang dapat didengar oleh para sahabat yang hadir. Kemudian kerikil-kerikil itu Nabi pindahkan ke tangan Umar. Maka kerikil-kerikil itupun bertasbih yang dapat didengarkan oleh para sahabat yang hadir saat itu. Kemudian kerikil-kerikil itu dipindahkan ke tangan Utsman . Maka kerikil-kerikil itupun bertasbih yang dapat didengarkan oleh para sahabat yang hadir saat itu. Kemudian kerikil-kerikil itu dipindah ke tangan para sahabat dan ternyata sudah tidak terdengar kembali suara tasbihnya.
Ikuti penjelasan lengkap syaikh tentang kalimat tasbih dalam bentuk audionya. Selamat menyimak !
Dalam kajian ini syaikh menjelaskan keagungan Kalimat Tauhid “ laa ilaaha illallah”. Dengan sebab kalimat tersebut, Allah ciptakan segenap makhluk, Allah utus para rosul, dan Allah turunkan kitab-kitabNya.
Dengannya, manusia terbagi menjadi 2 golongan, mukmin dan kafir. Bahagia dengan surga dan celaka di neraka. Ia adalah tali paling kuat atau urwatul wutsqo, kalimatut takwa, rukun agama yang paling besar, jalan keselamatan dari neraka, kalimat syahadah, kunci pintu syurga, dasar dan puncak tertinggi Agama islam.
Ia adalah inti dakwah para Rosul. Ia adalah perjanjian antara hamba dengan Rabbnya. Allah mensifatinya sebagai kalimatut tayyibah. Ia adalah Kebaikan yang paling afdhol. Barangsiapa yang mengucapkannya sebanyak 10 kali seolah-olah ia telah membebaskan 4 budak dari keturunan nabi ismail. Seandainya ditimbang, ia lebih berat daripada langit, bumi dan seisinya.
Sudah selayaknya setiap muslim untuk mengetahuinya. Simak penjelasan lengkapnya dalam versi audio !
Dalam Kajian ini Syaikh menjelaskan empat kalimat yang mulia yang penting bagi kita untuk bisa terus mengamalkannya.
“ Ada 4 kalimat yang paling baik. Keempatnya dari Al qur’an. Tidak mengapa kalian memulai dari mana saja. subhanallah, Alhamdulillah, laa ilaaha illallah dan Allahu akbar ” ( HR Abu Dawud )
“ Aku mengucapkan subhanallah, Alhamdulillah, laa ilaaha illallah dan Allahu akbar lebih aku sukai daripada dunia dan seisinya.” ( HR Musllim )
“… Bertasbihlah engkau kepada Allah seratus kali. Sesungguhnya hal itu senilai dengan engkau membebaskan 100 budak dari keturunan Ismail. Bertahmidlah 100 kali , sesungguhnya hal itu senilai dengan 100 ekor kuda lengkap dengan pelana dan tali kekangnya untuk berjihad fii sabilillah. Bertakbirlah 100 kali, sesungguhnya hal itu senilai dengan 100 unta yang engkau serahkan kepada Allah. Dan bertahlillah 100 kali maka hal itu akan memenuhi langit dan bumi. Tidak ada seorangpun yang lebih mulia daripada engkau kecuali orang yang lebih banyak melakukan amalan itu.” ( HR Ahmad & Baihaqi )
“ Tidak seorangpun yang mengucapkan Laa illaha illallah, Allahu akbar, subhanallah, Alhamdulillah dan la haula wa laa quwwata illa billah kecuali akan dihapuskan dosanya meskipun dosanya itu lebih banyak daripada buih di lautan.” ( HR Ahmad, Tirmidzi & Hakim )
Nabi bersabda,” Ambillah perisai kalian!” para sahabat bertanya,” wahai rasulullah dari musuh yang telah datang ?” Nabi Menjawab,” Bukan, akan tetapi perisai dari api neraka. Katakanlah ‘subhanallah, Alhamdulillah, laa ilaaha illallah dan Allahu akbar’ sesungguhnya 4 kalimat itu akan datang pada hari kiamat sebagai penyelamat dan muqodimah kebaikan bagi pengucapnya….” ( HR Hakim )
“…. Wahai rosulullah, orang-orang kaya telah membawa pahala yang banyak. Mereka sholat sebagaimana kami sholat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa. Akan tetapi mereka bisa bersodaqoh dengan kelebihan harta mereka.” Rosulullah menjawab,” Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian shodaqoh dalam bentuk lain. Sesungguhnya setiap tasbih, tahmid,takbir dan tahlil adalah shodaqoh….” ( HR Muslim)
Begitu tinggi kemuliaan 4 kalimat ini. Kalimat yang ringan di lisan namun begitu berat di timbangan. Barangsiapa yang melewatkannya sungguh dia telah melewatkan keuntungan yang besar… simak penjelasan lengkap audionya.
Tema : Tingginya Nilai Darah, Harta dan Kehormatan Muslim
Pemateri : Syaikh Prof.Dr. Abdur Rozzaq bin Abdul Muhsin Al Badr Hafidzohumallahu
Penerjemah : Ustadz Firanda Andirja
Tatkala Haji Wada, Nabi berkhutbah dengan khutbah yang sangat menyentuh hati. Diantara wasiat yang beliau sampaikan dalam khutbah tersebut adalah “Setiap muslim atas muslim yang lain haram mengganggu darah, harta dan kehormatannya”
Sungguh tingginya urgensi wasiat yang disampaikan nabi ini begitu jelas terlihat dari berbagai sisi :
Suatu ketika, seseorang menulis surat kepada Ibnu Umar,” tuliskan untukku semua tentang ilmu.” Beliau menjawab,” ilmu itu luas. Akan tetapi apabila engkau mampu bertemu Allah taala dalam keadaan punggungmu ringan dari tanggungan darah orang lain, perutmu kosong dari harta orang lain, dan lisanmu bersih dari mengganggu harga diri orang lain serta Engkau tetap bersama dengan jamaah, maka lakukanlah!”
Sungguh begitu penting wasiat ini. Simak penjelasan lengkapnya dalam edisi audio berikut…
Persaudaraan yang haqiqi hanyalah persaudaraan yang dimiliki oleh kaum mukminin, yaitu persaudaraan yang dibangun diatas keimanan atau yang disebut dengan ukhuwah imaniyyah.
Allah berfirman,” sesungguhnya kaum mukminin itu saling bersaudara” (al hujurat :10)
Adapun persaudaraan selain itu, akan sirna dengan sirnanya keuntungan yang dicari. bahkan akan berubah menjadi permusuhan kelak dihari kiamat, sebagaimana firman-Nya,
” Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.”(Az-Zukhruf: 67) “
Begitu indah ukhuwah imaniyyah. Lantas apa konsekwensi ukhuwah imaniyyah itu ?
Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,
“Janganlah kalian saling dengki, saling menipu, saling benci membenci, saling membelakangi, jangan menjual atas penjualan orang lain, dan jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara. Sesama Muslim itu bersaudara. Oleh karena itu, jangan menganiaya, merendahkannya, dan menghinanya. Taqwa itu ada di sini (sambil menunjuk dadanya, beliau mengucapkannya tiga kali). Seseorang cukup dianggap jahat apabila ia menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim atas muslim yang lain haram mengganggu darah, harta dan kehormatannya.” (HR. Muslim)
Hal ini sesuai dengan firman Allah,
“Wahai orang yang beriman! Janganlah suatu kaum memperolok-olokkan kaum yang lain, boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik daripada mereka (yang memperolok-olokkan), dan janganlah pula wanita-wanita (memperolok-olokkan) wanita-wanita lain, boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik daripada mereka (yang memperolok-olokkan), dan janganlah kamu mencela diri kamu sendiri, dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelaran yang buruk. Seburuk-buruk nama (panggilan) ialah (panggilan) yang fasik (jelek) sesudah iman, dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang yang zalim.
Wahai orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan daripada prasangka, sesungguhnya sebahagian daripada prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebahagian kamu mengumpat sebahagian yang lain.( al Hujurat: 11-12)
Bagaimana penjelasan rincinya ? Bagaimana pula sikap kita apabila saudara kita melakukan maksiat? Dengarkan ulasan dan jawaban-jawaban beliau terhadap pertanyaan dari para pendengar radio rodja…selamat menyimak
Ukhuwah Imaniyah01: Play Now | Play in Popup | Download
ukhuwah imaniyah02: Play Now | Play in Popup | Download
Komentar Terakhir