Pada Dasarnya Sesuatu itu Tetap Sebagaimana Hukum Semula – Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami (Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.)

Kajian kaidah fiqih oleh: Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.

Berikut ini merupakan rekaman dari pelajaran Kaidah Fiqih yang disampaikan oleh Ustadz Kurnaedi pada Kamis pagi, 12 Dzulqa’dah 1436 / 27 Agustus 2015 di Radio Rodja dan RodjaTV. Kajian ini membahas buku “Kaidah-Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami” karya Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf hafidzahullah. Pada pertemuan yang lalu, Ustadz Kurnaedi telah menjelaskan kaidah fiqih yang berbunyi “Ibadah Dibangun di Atas Syari’at (Bagian ke-1)“, dan pada pertemua kali ini, beliau akan menyampaikan tentang kaidah fiqih yang berbunyi “Pada Dasarnya Sesuatu itu Tetap Sebagaimana Hukum Semula“. Semoga bermanfaat. Lanjutkan membaca Pada Dasarnya Sesuatu itu Tetap Sebagaimana Hukum Semula – Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami (Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.)

Menambah Keimanan dengan Amalan Hati – Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman (Ustadz Abdullah Taslim, M.A.)

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Abdullah Taslim, M.A.

Berikut ini merupakan rekaman kajian kitab التَّوْضِيْحُ وَالْبَيَانُ لِشَجَرَةِ الْإِيْمَانِ (At-Taudhih Wal Bayan Li Syajarati Al-Iman) atau biasa disebut dengan “Penjelasan tentang Pohon Keimanan” karya Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah. Kitab ini membahas berbagai permasalahan yang berkaitan dengan iman. Kajian ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah Taslim pada Kamis pagi, 12 Dzulqa’dah 1436 / 27 Agustus 2015. Pada pertemuan sebelumnya, telah dibahas tentang “Keimanan yang Benar“, dan pada kajian kali ini beliau akan menyampaikan sebuah pembahasan mengenai “Menambah Keimanan dengan Amalan Hati“. Lanjutkan membaca Menambah Keimanan dengan Amalan Hati – Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman (Ustadz Abdullah Taslim, M.A.)

Kesalahan tatkala Berhaji – Bagian ke-1 (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.

Berikut ini adalah rekaman ceramah dan kajian Islam yang disiaran live di Radio Rodja dan Rodja TV pada Rabu, 11 Dzulqa’dah 1436 / 26 Agustus 2015. Disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zainuddin dengan pembahasan “Kesalahan tatkala Berhaji (Bagian ke-1)“. Lanjutkan membaca Kesalahan tatkala Berhaji – Bagian ke-1 (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

Kisah Turunnya Wahyu – Kitab Permulaan Wahyu – Hadits 3 – Kitab Shahih Bukhari (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.

Download ceramah agama dari Kitab Shahih Bukhari yang dibahas dan dikaji oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam. Ceramah agama dan kajian ini membahas hadits-hadits shahih yang terdapat di dalam Kitab Shahih Al-Bukhari. Kitab yang yang sangat populer dan merupakan salah satu kitab paling shahih setelah Al-Quran. Pada kajian kali ini Ustadz Badrusalam akan membawakan pembahasan tentang “Kisah Turunnya Wahyu, Kitab Permulaan Wahyu (Hadits 3)“, yang mana sebelumnya telah dijelaskan Kitab Permulaan Wahyu, Penjelasan tentang Niat (Hadits 1, Bagian ke-3). Kajian ini beliau sampaikan pada Rabu pagi, 26 Agustus 2015 / 11 Dzulqa’dah 1436 di Radio Rodja dan RodjaTV.

Ringkasan Ceramah Agama Islam: Kitab Shahih Bukhari

Kisah Turunnya Wahyu, Kitab Permulaan Wahyu (Hadits 3)

Pembahasan kali ini akan dibahas seputar hadits ke-3 yang menceritakan tentang kisah turunnya wahyu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hadits tersebut adalah sebagai berikut:

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ أَنَّهَا قَالَتْ أَوَّلُ مَا بُدِئَ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ الْوَحْيِ الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ فِي النَّوْمِ فَكَانَ لَا يَرَى رُؤْيَا إِلَّا جَاءَتْ مِثْلَ فَلَقِ الصُّبْحِ ثُمَّ حُبِّبَ إِلَيْهِ الْخَلَاءُ وَكَانَ يَخْلُو بِغَارِ حِرَاءٍ فَيَتَحَنَّثُ فِيهِ وَهُوَ التَّعَبُّدُ اللَّيَالِيَ ذَوَاتِ الْعَدَدِ قَبْلَ أَنْ يَنْزِعَ إِلَى أَهْلِهِ وَيَتَزَوَّدُ لِذَلِكَ ثُمَّ يَرْجِعُ إِلَى خَدِيجَةَ فَيَتَزَوَّدُ لِمِثْلِهَا حَتَّى جَاءَهُ الْحَقُّ وَهُوَ فِي غَارِ حِرَاءٍ فَجَاءَهُ الْمَلَكُ فَقَالَ اقْرَأْ قَالَ مَا أَنَا بِقَارِئٍ قَالَ فَأَخَذَنِي فَغَطَّنِي حَتَّى بَلَغَ مِنِّي الْجَهْدَ ثُمَّ أَرْسَلَنِي فَقَالَ اقْرَأْ قُلْتُ مَا أَنَا بِقَارِئٍ فَأَخَذَنِي فَغَطَّنِي الثَّانِيَةَ حَتَّى بَلَغَ مِنِّي الْجَهْدَ ثُمَّ أَرْسَلَنِي فَقَالَ اقْرَأْ فَقُلْتُ مَا أَنَا بِقَارِئٍ فَأَخَذَنِي فَغَطَّنِي الثَّالِثَةَ ثُمَّ أَرْسَلَنِي فَقَالَ } اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ { فَرَجَعَ بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْجُفُ فُؤَادُهُ فَدَخَلَ عَلَى خَدِيجَةَ بِنْتِ خُوَيْلِدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا فَقَالَ زَمِّلُونِي زَمِّلُونِي فَزَمَّلُوهُ حَتَّى ذَهَبَ عَنْهُ الرَّوْعُ فَقَالَ لِخَدِيجَةَ وَأَخْبَرَهَا الْخَبَرَ لَقَدْ خَشِيتُ عَلَى نَفْسِي فَقَالَتْ خَدِيجَةُ كَلَّا وَاللَّهِ مَا يُخْزِيكَ اللَّهُ أَبَدًا إِنَّكَ لَتَصِلُ الرَّحِمَ وَتَحْمِلُ الْكَلَّ وَتَكْسِبُ الْمَعْدُومَ وَتَقْرِي الضَّيْفَ وَتُعِينُ عَلَى نَوَائِبِ الْحَقِّ فَانْطَلَقَتْ بِهِ خَدِيجَةُ حَتَّى أَتَتْ بِهِ وَرَقَةَ بْنَ نَوْفَلِ بْنِ أَسَدِ بْنِ عَبْدِ الْعُزَّى ابْنَ عَمِّ خَدِيجَةَ وَكَانَ امْرَأً قَدْ تَنَصَّرَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ وَكَانَ يَكْتُبُ الْكِتَابَ الْعِبْرَانِيَّ فَيَكْتُبُ مِنْ الْإِنْجِيلِ بِالْعِبْرَانِيَّةِ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكْتُبَ وَكَانَ شَيْخًا كَبِيرًا قَدْ عَمِيَ فَقَالَتْ لَهُ خَدِيجَةُ يَا ابْنَ عَمِّ اسْمَعْ مِنْ ابْنِ أَخِيكَ فَقَالَ لَهُ وَرَقَةُ يَا ابْنَ أَخِي مَاذَا تَرَى فَأَخْبَرَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَبَرَ مَا رَأَى فَقَالَ لَهُ وَرَقَةُ هَذَا النَّامُوسُ الَّذِي نَزَّلَ اللَّهُ عَلَى مُوسَى يَا لَيْتَنِي فِيهَا جَذَعًا لَيْتَنِي أَكُونُ حَيًّا إِذْ يُخْرِجُكَ قَوْمُكَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوَمُخْرِجِيَّ هُمْ قَالَ نَعَمْ لَمْ يَأْتِ رَجُلٌ قَطُّ بِمِثْلِ مَا جِئْتَ بِهِ إِلَّا عُودِيَ وَإِنْ يُدْرِكْنِي يَوْمُكَ أَنْصُرْكَ نَصْرًا مُؤَزَّرًا ثُمَّ لَمْ يَنْشَبْ وَرَقَةُ أَنْ تُوُفِّيَ وَفَتَرَ الْوَحْيُ قَالَ ابْنُ شِهَابٍ وَأَخْبَرَنِي أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ الْأَنْصَارِيَّ قَالَ وَهُوَ يُحَدِّثُ عَنْ فَتْرَةِ الْوَحْيِ فَقَالَ فِي حَدِيثِهِ بَيْنَا أَنَا أَمْشِي إِذْ سَمِعْتُ صَوْتًا مِنْ السَّمَاءِ فَرَفَعْتُ بَصَرِي فَإِذَا الْمَلَكُ الَّذِي جَاءَنِي بِحِرَاءٍ جَالِسٌ عَلَى كُرْسِيٍّ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ فَرُعِبْتُ مِنْهُ فَرَجَعْتُ فَقُلْتُ زَمِّلُونِي زَمِّلُونِي فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى } يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ قُمْ فَأَنْذِرْ إِلَى قَوْلِهِ وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ { فَحَمِيَ الْوَحْيُ وَتَتَابَعَ تَابَعَهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ وَأَبُو صَالِحٍ وَتَابَعَهُ هِلَالُ بْنُ رَدَّادٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ وَقَالَ يُونُسُ وَمَعْمَرٌ بَوَادِرُهُ

“Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair berkata, Telah menceritakan kepada kami dari Al Laits dari ‘Uqail dari Ibnu Syihab dari ‘Urwah bin Az Zubair dari Aisyah -Ibu Kaum Mu’minin-, bahwasanya dia berkata:

“Permulaaan wahyu yang datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah dengan mimpi yang benar dalam tidur. Dan tidaklah Beliau bermimpi kecuali datang seperti cahaya subuh. Kemudian Beliau dianugerahi kecintaan untuk menyendiri, lalu Beliau memilih gua Hiro dan bertahannuts yaitu ‘ibadah di malam hari dalam beberapa waktu lamanya sebelum kemudian kembali kepada keluarganya guna mempersiapkan bekal untuk bertahannuts kembali.

Kemudian Beliau menemui Khadijah mempersiapkan bekal. Sampai akhirnya datang Al Haq saat Beliau di gua Hiro, Malaikat datang seraya berkata: “Bacalah?” Beliau menjawab: “Aku tidak bisa baca”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan: Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: “Bacalah!” Beliau menjawab: “Aku tidak bisa baca”. Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: “Bacalah!”. Beliau menjawab: “Aku tidak bisa baca”.

Malaikat itu memegangku kembali dan memelukku untuk ketiga kalinya dengan sangat kuat lalu melepaskanku, dan berkata lagi: (Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah).” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali kepada keluarganya dengan membawa kalimat wahyu tadi dalam keadaan gelisah. Beliau menemui Khadijah binti Khawailidh seraya berkata: “Selimuti aku, selimuti aku!”. Beliau pun diselimuti hingga hilang ketakutannya. Lalu Beliau menceritakan peristiwa yang terjadi kepada Khadijah: “Aku mengkhawatirkan diriku”.

Maka Khadijah berkata: “Demi Allah, Allah tidak akan mencelakakanmu selamanya, karena engkau adalah orang yang menyambung silaturrahim.” Khadijah kemudian mengajak Beliau untuk bertemu dengan Waroqoh bin Naufal bin Asad bin Abdul ‘Uzza, putra paman Khadijah, yang beragama Nasrani di masa Jahiliyyah, dia juga menulis buku dalam bahasa Ibrani, juga menulis Kitab Injil dalam Bahasa Ibrani dengan izin Allah.

Saat itu Waroqoh sudah tua dan matanya buta. Khadijah berkata: “Wahai putra pamanku, dengarkanlah apa yang akan disampaikan oleh putra saudaramu ini”. Waroqoh berkata: “Wahai putra saudaraku, apa yang sudah kamu alami”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menuturkan peristiwa yang dialaminya. Waroqoh berkata: “Ini adalah Namus, seperti yang pernah Allah turunkan kepada Musa.

Duhai seandainya aku masih muda dan aku masih hidup saat kamu nanti diusir oleh kaummu”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: “Apakah aku akan diusir mereka?” Waroqoh menjawab: “Iya. Karena tidak ada satu orang pun yang datang dengan membawa seperti apa yang kamu bawa ini kecuali akan disakiti (dimusuhi). Seandainya aku ada saat kejadian itu, pasti aku akan menolongmu dengan sekemampuanku”. Waroqoh tidak mengalami peristiwa yang diyakininya tersebut karena lebih dahulu meninggal dunia pada masa fatroh (kekosongan) wahyu. Ibnu Syihab berkata; telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah bin Abdurrahman bahwa Jabir bin Abdullah Al Anshari bertutur tentang kekosongan wahyu, sebagaimana yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ceritakan: “Ketika sedang berjalan aku mendengar suara dari langit, aku memandang ke arahnya dan ternyata Malaikat yang pernah datang kepadaku di gua Hiro, duduk di atas kursi antara langit dan bumi. Aku pun ketakutan dan pulang, dan berkata: “Selimuti aku. Selimuti aku”. Maka Allah Ta’ala menurunkan wahyu: (Wahai orang yang berselimut) sampai firman Allah (dan berhala-berhala tinggalkanlah).

Sejak saat itu wahyu terus turun berkesinambungan.” Hadits ini juga diriwayatkan oleh Abdullah bin Yusuf dan Abu Shalih juga oleh Hilal bin Raddad dari Az Zuhri. Dan Yunus berkata; dan Ma’mar menyepakati bahwa dia mendapatkannya dari Az Zuhri.”

Simak penjelasan dari hadits ke-3 tentang “kisah turunnya wahyu” ini dengan mendownload rekaman ceramah agama ini sekarang juga atau Anda bisa mendengarkannya langsung melalui player yang tersedia.

Download Ceramah Agama Islam: Kitab Shahih Bukhari

Jangan lupa untuk ikut membagikan link download kajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+. Insya Allah bermanfaat bagi saudara Muslimin dan bagi amal ibadah kita.

Bimbingan Tajwid: Praktik Membaca Al-Qur’an secara Tadwir – Surat An-Nahl: 65-81 (Ustadz Abu Unais Ali Subana)

Bimbingan tajwid dan talaqqi oleh: Ustadz Abu Unais Ali Subana, di mana program ini didekasikan untuk belajar Al-Quran bagi keluarga Muslimin.

Download rekaman ceramah Radio Rodja dan Rodja TV yang live pada Selasa malam, 11 ٍDzulqa’dah 1436 / 25 Agustus 2015, pukul 20:00-21:30 WIB dalam program Bimbingan Tajwid bersama Ustadz Ali Subana. Seri belajar membaca Al-Quran secara tadwir pada kesempatan sebelumnya telah diselesaikan bacaan Surat An-Nahl: 48-64. Kemudian pada kesempatan kali ini, kita akan melanjutkan kepada Surat An-Nahl: 65-81. Lanjutkan membaca Bimbingan Tajwid: Praktik Membaca Al-Qur’an secara Tadwir – Surat An-Nahl: 65-81 (Ustadz Abu Unais Ali Subana)

Membalas Ihsan Allah dengan Perbuatan Ihsan – Aktualisasi Akhlak Muslim (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.

Ceramah agama yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary ini merupakan hasil rekaman pada Senin, 10 Dzulqa’dah 1436 / 25 Agustus 2015. Ceramah agama ini berkaitan dengan seri pembahasan Aktualisasi Akhlak Muslim, yang sangat penting untuk diketahui oleh setiap muslim. Pada pertemuan sebelumnya beliau telah menjelaskan tentang “Menyelami Makna Ihsan“, dan kali ini beliau akan membawakan kajian denga tema “Membalas Ihsan Allah dengan Perbuatan Ihsan“. Lanjutkan membaca Membalas Ihsan Allah dengan Perbuatan Ihsan – Aktualisasi Akhlak Muslim (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

Keadaan di Hari Kiamat – Bagian ke-5 – Aqidah Prioritas Utama (Ustadz Arman Amri, Lc.)

Ceramah agama Islam disampaikan oleh: Ustadz Arman Amri, Lc.

Kajian ini disiarkan live pada Selasa, 10 Dzulqa’dah 1436 / 25 Agustus 2015 pukul 05:30 – 07:00 WIB di Radio Rodja. Kajian yang disampaikan oleh Ustadz Arman Amri ini merupakan seri pembahasan kitab Al-Aqidatu Awwalan Lau Kanu Ya’lamun karya Syaikh Abu Islam Shalih bin Thaha Abdul Wahidhafidzahullah. Pada kajian sebelumnya beliau telah menjelaskan tentang Keadaan di Hari Kiamat (Bagian ke-4), dan kali ini, beliau akan melanjutkannya dengan tema “Keadaan di Hari Kiamat (Bagian ke-5)“. Download ceramah agamanya lengkap dengan sesi tanya-jawabnya. Lanjutkan membaca Keadaan di Hari Kiamat – Bagian ke-5 – Aqidah Prioritas Utama (Ustadz Arman Amri, Lc.)

Keutamaan Orang-Orang yang Mengamalkan Al-Qur’an (Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.)

Kajian Tematik oleh: Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.

Berikut ini merupakan rekaman kajian tematik yang disampaikan oleh Ustadz Kurnaedi pada Senin malam, 10 Dzulqa’dah 1436 / 24 Agustus 2015 di Radio Rodja dan RodjaTV. Pada kajian kali ini beliau akan menjelaskan tentang “Keutamaan Orang-Orang yang Mengamalkan Al-Quran“. Semoga bermanfaat. Lanjutkan membaca Keutamaan Orang-Orang yang Mengamalkan Al-Qur’an (Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.)

Hukum Tathayyur – Kitab Tauhid (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr)

Ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan kitab At-Tauhid oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Abu ‘Abdil Muhsin Firanda Andirja, M.A.

Berikut ini merupakan rekaman kajian kitab tauhid yang disampaikan oleh Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr hafidzahumallah, pada Senin sore, 8 Dzulqa’dah 1436 / 23 Agustus 2015. Pada pertemuan sebelumnya, Syaikh Abdurrazaq telah menjelaskan tentang “Penjelasan tentang Nusyrah“. Dan pada kajian kali ini, beliau akan menyampaikan bab tentang “Hukum Tathayyur“. Semoga bermanfaat. Lanjutkan membaca Hukum Tathayyur – Kitab Tauhid (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr)

Penjelasan tentang Nusyrah – Kitab Tauhid (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr)

Ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan kitab At-Tauhid oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Abu ‘Abdil Muhsin Firanda Andirja, M.A.

Berikut ini merupakan rekaman kajian kitab tauhid yang disampaikan oleh Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr hafidzahumallah, pada Senin sore, 8 Dzulqa’dah 1436 / 23 Agustus 2015. Pada pertemuan sebelumnya, Syaikh Abdurrazaq telah menjelaskan tentang “Hakikat Dukun, Tukang Ramal, dan Sejenisnya“. Dan pada kajian kali ini, beliau akan menyampaikan bab tentang “Penjelasan tentang Nusyrah“. Semoga bermanfaat. Lanjutkan membaca Penjelasan tentang Nusyrah – Kitab Tauhid (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr)