Radio Rodja 756 AM http://www.radiorodja.com Menebar Cahaya Sunnah Thu, 24 Apr 2014 13:31:56 +0000 id-ID hourly 1 Copyright © Radio Rodja 756 AM 2013 admin@radiorodja.com (Radio Rodja 756 AM) admin@radiorodja.com (Radio Rodja 756 AM) 1440 http://www.radiorodja.com/assets/img/rodja_podcast_144.jpg Radio Rodja 756 AM http://www.radiorodja.com/cms 144 144 Radio Rodja 756 AM Jabodetabek Kajian, ceramah agama Islam, murottal Al-Qur'an, hadits-hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, nasihat para ulama Ahlus Sunnah, dan resensi buku Islam berkualitas pilihan dapat Anda simak di Radio Rodja. kajian, murottal, murottal, al-quran, ceramah, agama, islam, ceramah, indonesia, islam, kajian, islam Radio Rodja 756 AM Radio Rodja 756 AM admin@radiorodja.com no no Doa Kunci Kebahagiaan (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.) http://www.radiorodja.com/doa-kunci-kebahagiaan-ustadz-ahmad-zainuddin-lc/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=doa-kunci-kebahagiaan-ustadz-ahmad-zainuddin-lc http://www.radiorodja.com/doa-kunci-kebahagiaan-ustadz-ahmad-zainuddin-lc/#comments Wed, 23 Apr 2014 04:40:02 +0000 http://www.radiorodja.com/?p=5952 Ayo download tausiyah berjudul "Doa Kunci Kebahagiaan". Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Doa adalah ibadah." Kemudian Imam Asy-Syaukani berkata, "Dan bahwasanya meninggalkan berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah sebuah kesombongan. Tidak ada kesombongan yang paling buruk dibandingkan orang-orang yang tidak berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala."

Tulisan Doa Kunci Kebahagiaan (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

]]>
Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.

Sebuah ceramah agama yang disampaikan secara live di Radio Rodja dan TV Rodja pada Rabu pagi, 22 Jumadats Tsani 1435 / 23 April 2014, pukul 10:00-11:30 WIB oleh Ustadz Ahmad Zainuddin. InsyaAllah, merupakan sebuah renungan / tausiyah yang sangat menyentuh jiwa dan menumbuhkan iman. Ceramah tematik dengan judul Doa Kunci Kebahagiaan dapat Anda download sekarang juga. Semoga bermanfaat.

Program Kajian tematik bersama Ustadz Ahmad Zainuddin di Radio Rodja dan RodjaTV

Simak program ini di Radio Rodja dan RodjaTV setiap:

Rabu pagi, pukul 10:00-11:30 WIB



Status program Kajian Tematik: AKTIF

Ringkasan Tausiyah: Doa Kunci Kebahagiaan

Segala alam semesta, kita yakin Allah yang mengaturNya, tetapi kenapa kita sudah terlalu sombong untuk tidak mau menengadahkan kedua tangan kita. Kenapa kita terlalu congkak dengan harta, bahwasanya dengan duit saya, saya bisa dapatkan apapun…

Coba perhatikan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Surat Al-Mukmin / Surat Ghafir, ayat ke-60:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ (غافر: ٦٠)

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”” (QS Al-Mukmin [40]: 60)

Coba perhatikan perkataan Imam Asy-Syaukani rahimahullahu Ta’ala, ulama abad ke-13 H, di dalam kitab beliau, Tuhfatudz Dzakirin (تحفة الذاكرين). Beliau mengatakan:

والآية الكريمة قد دلت على أن الدعاء من العبادة،

“Ayat yang mulia ini menunjukkan bahwasanya doa adalah termasuk ibadah.”

Doa adalah inti ibadah. Doa inti penghambaan diri kepada Allah. Doa adalah sesuatu yang sangat dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam hadits riwayat Tirmidzi:

الدعاء هو العبادة

Doa adalah ibadah.”

Kemudian beliau mengatakan:

فإنه سبحانه وتعالى أمر عباده أن يدعوه

“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan hamba-hambaNya untuk berdoa kepadanya.”

Kemudian Allah berfirman:

… إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي … (غافر: ٦٠)

“… Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu (berdoa kepadaKu) …” (QS Al-Mukmin [40]: 60)

Kata Imam Asy-Syaukani rahimahullahu Ta’ala:

فأفاد ذلك أن الدعاء عبادة, وأن ترك دعاء الرب سبحانه استكبار, ولا أقبح من هذا الاستكبار

“Ayat tersebut memberikan faedah bahwasanya doa adalah ibadah. Dan bahwasanya meninggalkan berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah sebuah kesombongan. Tidak ada kesombongan yang paling buruk dibandingkan orang-orang yang tidak berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Simak sebuah ceramah agama tematik oleh Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc. yang sangat menyentuh qalbu dan menghidupkan iman di dalam dada seorang mukmin, insyaAllah. Download sekarang juga atau dengarkan langsung melalui player.

Download Tausiyah: Ustadz Ahmad Zainuddin – Doa Kunci Kebahagiaan

Selain membagikan file hasil download kajian ini, ayo kita share tautan ini ke Facebook, Twitter, dan Google+. Semoga Allah Ta’ala menghitungnya sebagai amal ibadah yang mulia di sisiNya. Aamiin.

Tulisan Doa Kunci Kebahagiaan (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

]]>
http://www.radiorodja.com/doa-kunci-kebahagiaan-ustadz-ahmad-zainuddin-lc/feed/ 0 1:16:58 Ayo download tausiyah berjudul "Doa Kunci Kebahagiaan". Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Doa adalah ibadah." Kemudian Imam Asy-Syaukani berkata, "Dan bahwasanya meninggalkan berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah sebuah kesombon[...] Ayo download tausiyah berjudul "Doa Kunci Kebahagiaan". Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Doa adalah ibadah." Kemudian Imam Asy-Syaukani berkata, "Dan bahwasanya meninggalkan berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah sebuah kesombongan. Tidak ada kesombongan yang paling buruk dibandingkan orang-orang yang tidak berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala." Tulisan Doa Kunci Kebahagiaan (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM. Tematik admin@radiorodja.com no no
Dialog Herbal: Keutamaan Jantung, Penyakit yang Berhubungan dengannya, serta Solusi Pengobatannya – Bagian ke-3 (Sinse Abu Muhammad Faris Al-Qiyanji) http://www.radiorodja.com/dialog-herbal-keutamaan-jantung-penyakit-yang-berhubungan-dengannya-serta-solusi-pengobatannya-bagian-ke-3-sinse-abu-muhammad-faris-al-qiyanji/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=dialog-herbal-keutamaan-jantung-penyakit-yang-berhubungan-dengannya-serta-solusi-pengobatannya-bagian-ke-3-sinse-abu-muhammad-faris-al-qiyanji http://www.radiorodja.com/dialog-herbal-keutamaan-jantung-penyakit-yang-berhubungan-dengannya-serta-solusi-pengobatannya-bagian-ke-3-sinse-abu-muhammad-faris-al-qiyanji/#comments Wed, 23 Apr 2014 03:10:23 +0000 http://www.radiorodja.com/?p=5947 Silakan download rekaman program Dialog Herbal bersama Sinse Abu Muhamamd Faris Al-Qiyanji, tentang Keutamaan Jantung, Penyakit yang Berhubungan dengannya, serta Solusi Pengobatannya (Bagian ke-3). Disampaikan pada Rabu, 23 April 2014, di Radio Rodja dan RodjaTV.

Tulisan Dialog Herbal: Keutamaan Jantung, Penyakit yang Berhubungan dengannya, serta Solusi Pengobatannya – Bagian ke-3 (Sinse Abu Muhammad Faris Al-Qiyanji) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

]]>
Konsultasi kesehatan herbal oleh: Sinse Abu Muhammad Faris Al-Qiyanji

Berikut ini merupakan rekaman dari dialog dan konsultasi kesehatan herbal yang disampaikan secara live di Radio Rodja dan RodjaTV pada Rabu pagi, 22 Jumadats Tsani 1435 / 23 April 2014, pukul 08:10-10:00 WIB. Pada pertemuan yang lalu, Sinse Abu Muhammad telah menjelaskan tentang Keutamaan Jantung, Penyakit yang Berhubungan dengannya, serta Solusi Pengobatannya (Bagian ke-2), dan pada pertemuan kali ini beliau akan membahas tentang Keutamaan Jantung, Penyakit yang Berhubungan dengannya, serta Solusi Pengobatannya (Bagian ke-3). Simak pembahasan dan juga sesi tanya jawab dari dialog konsultasi kesehatan ini. Semoga bermanfaat.

Program Dialog Kesehatan Herbal - Sinse Abu Muhammad Faris Al-Qiyanji di Radio Rodja dan RodjaTV

Simak program ini di Radio Rodja dan RodjaTV setiap:

Rabu pagi, 08:00-10:00 WIB



Status program Dialog Herbal: AKTIF

Ringkasan Dialog Kesehatan Herbal: Keutamaan Jantung, Penyakit yang Berhubungan dengannya, serta Solusi Pengobatannya (Bagian ke-3)

Telah dijelaskan pada pertemuan yang lalu, bahwa organ jantung merupakan organ yang paling penting dan vital yang ada di dalam tubuh manusia. Karena jantung lah yang menentukan rusak dan baiknya organ tubuh yang lainnya. Jantung juga merupakan raja dari seluruh anggota badan yang dikenalkan oleh para ahli pengobatan. Bahkan aktivitas panca indra dan seluruh organ badan seluruhnya dikendalikan oleh jantung. Dan fungsi organ satu dengan yang lainnya itu ditopang dan dikendalikan oleh jantung.

Telah dijelaskan juga bahwa, jantung dibagi menjadi dua bagian, yaitu secara fungsi dan materi. Dan pada pertemuan kali ini akan lebih dijelaskan hal-hal yang berkaitan dengan jantung secara materi. Adapun yang dimaksud dengan di antara penyakit jantung, adalah penyakit yang berkaitan dengan organ jantung itu sendiri. Bukan yang berkaitan dengan sakit jantung secara fungsi, seperti sedih, marah, iri hati, dengki, dan lain sebagainya. Karena hal-hal seperti ini merupakan permasalah yang berkaitan dengan fungsional jantung, yang bisa ditangani dengan nasihat-nasihat para ustadz, dengan membaca Al-Qur’an, mendengarkan ceramah-ceramah, dan lain sebagainya.

Jadi, pada dialog kali ini Sinse Abu Muhammad hanya akan membahas penyakit jantung yang berkaitan dengan materi. Seperti gangguan organ jantung, kelainan jantung, jantung panas, gangguan peredaran darah, dan lain sebagainya.

Bagaimana penjelasan tentang permasalahan ini? silakan download dan simak penjelasan selengkapnya oleh Sinse Abu Muhammad Faris Al-Qiyanji di dalam rekaman dialog ini. Semoga bermanfaat.

Dengarkan dan Download Sekarang Dialog Kesehatan Herbal – Sinse Abu Muhammad

Mari turut bagikan hasil rekaman ataupun link pengajian agama yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki, agar orang lain turut mendapatkan manfaatnya. Jazakumullahu Khairan

Tulisan Dialog Herbal: Keutamaan Jantung, Penyakit yang Berhubungan dengannya, serta Solusi Pengobatannya – Bagian ke-3 (Sinse Abu Muhammad Faris Al-Qiyanji) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

]]>
http://www.radiorodja.com/dialog-herbal-keutamaan-jantung-penyakit-yang-berhubungan-dengannya-serta-solusi-pengobatannya-bagian-ke-3-sinse-abu-muhammad-faris-al-qiyanji/feed/ 0 1:07:35 Silakan download rekaman program Dialog Herbal bersama Sinse Abu Muhamamd Faris Al-Qiyanji, tentang Keutamaan Jantung, Penyakit yang Berhubungan dengannya, serta Solusi Pengobatannya (Bagian ke-3). Disampaikan pada Rabu, 23 April 2014, di Radio Rodj[...] Silakan download rekaman program Dialog Herbal bersama Sinse Abu Muhamamd Faris Al-Qiyanji, tentang Keutamaan Jantung, Penyakit yang Berhubungan dengannya, serta Solusi Pengobatannya (Bagian ke-3). Disampaikan pada Rabu, 23 April 2014, di Radio Rodja dan RodjaTV. Tulisan Dialog Herbal: Keutamaan Jantung, Penyakit yang Berhubungan dengannya, serta Solusi Pengobatannya – Bagian ke-3 (Sinse Abu Muhammad Faris Al-Qiyanji) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM. admin@radiorodja.com no no
Keutamaan dan Pentingnya Akhlak Mulia – Bagian ke-1 – Kitab Fiqhul Akhlaq (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.) http://www.radiorodja.com/keutamaan-dan-pentingnya-akhlak-mulia-bagian-ke-1-fiqhul-akhlaq-ustadz-abu-yahya-badrusalam-lc/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=keutamaan-dan-pentingnya-akhlak-mulia-bagian-ke-1-fiqhul-akhlaq-ustadz-abu-yahya-badrusalam-lc http://www.radiorodja.com/keutamaan-dan-pentingnya-akhlak-mulia-bagian-ke-1-fiqhul-akhlaq-ustadz-abu-yahya-badrusalam-lc/#comments Wed, 23 Apr 2014 00:10:46 +0000 http://www.radiorodja.com/?p=5955 Silakan download dan simak kajian perdana, dari kitab Fiqhul Akhlaq karya Syaikh Mushtafa Al-'Adawi rahimahullah, yang membahas tentang "Keutamaan dan Pentingnya Akhlak Mulia (Bagian ke-1)", disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc., pada 23 April 2014.

Tulisan Keutamaan dan Pentingnya Akhlak Mulia – Bagian ke-1 – Kitab Fiqhul Akhlaq (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

]]>
Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.

Rekaman kajian ini merupakan pembahasan baru dari Kitab Fiqhul Akhlaq (فقه الأخلاق) karya Syaikh Mushtafa Al-’Adawi rahimahullah. Kitab ini membahas berbagai permasalahan yang berkaitan dengan akhlak yang mulia. Dan pada pertemuan perdana ini, Ustadz Abu Yahya Badrusalam akan menyampaikan tentang “Keutamaan dan Pentingnya Akhlak Mulia (Bagian ke-1)“. Kajian ini disampaikan pada Rabu pagi, 22 Jumadats Tsani 1435 / 23 April 2014, pukul 05:30 – 07:00 WIB, sebagai pengganti kajian sebelumnya yang membahas kitab Al-Irsyad ila Shahih Al-I’tiqad. Semoga bermanfaat

Ringkasan Ceramah Agama Islam – Kajian Kitab Fiqhul Akhlaq: Keutamaan dan Pentingnya Akhlak Mulia (Bagian ke-1)

Kedudukan akhlak di dalam Islam sangatlah penting, dan wajib bagi setiap muslim untuk berusaha semaksimal mungkin untuk memiliki akhlak yang mulia sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan agama Islam itu merupakan agama akhlak, agama yang mengajarkan tentang tata krama, adab, dan yang lainnya. Oleh karena itu, terkadang seseorang dengan akhlaknya bisa mendapatkan penerimaan yang baik di tengah-tengah masyarakat. Dan banyak orang yang melihat dan menilai seseorang itu dari tingkah laku dan akhlak kepribadiannya, sebelum dari hal yang lainnya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala bahkan mengutus RasulNya dengan akhlak yang mulia. Dan akhlak yang mulia inilah yang menjadikan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dijuluki dengan Al-Amin oleh orang-orang Quraisy pada zaman dahulu. Dari sini, kita bisa mengetahui bahwa akhlak itu bukan masalah yang sepele. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahkan bersabda:

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling bagus akhlaknya.” (HR At-Tirmidzi)

Syaikh Mushtafa Al-’Adawiy rahimahullah berkata:

فإن المؤمن، بلا شك، يريد أن يكون محبوبا لدى الخالق وأيضا محبوبا لدى الخلق

“Seorang mukmin, tidak diragukan lagi pasti menginginkan untuk dicintai oleh Penciptanya dan juga dicintai oleh manusia.”

Seorang mukmin juga pastinya menginginkan agar ia bisa hidup tentram baik itu di dunia maupun di akhirat. Ia juga suka apabila bisa diberikan balasan yang terbaik di akhirat nanti dari amalan-amalan yang telah ia lakukan ketika di dunia. Dan hal ini bukannya suatu yang dilarang, bahkan di dalam Al-Qur’an terdapat sebuah do’a yang mengajarkan kita untuk meminta kebaikan di dunia dan akhirat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS Al-Baqarah [2]: 201)

Nah, salah satu cara agar seorang hamba bisa mendapatkan karunia dan nikmat dari Allah Ta’ala adalah dengan memiliki akhlak yang mulia. Karena hamba Allah yang paling baik kelak di hari kiamat adalah mereka yang memiliki akhlak yang mulia. Dan akhlak mulia inilah yang dimiliki oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berakhlak / berbudi pekerti yang agung.” (QS Al-Qalam [68]: 4)

Simak penjelasan selengkapnya dari pembahasan fikih akhlak oleh Ustadz Badrusalam, Lc. dari bahasan kitab Fiqhul Akhlaq, dengan cara download ceramah agama ini, atau dengarkan langsung dari player yang tersedia. Semoga bermanfaat.

Dengarkan dan Download Ceramah Agama: Keutamaan dan Pentingnya Akhlak Mulia (Bagian ke-1)

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan hasil rekaman ataupun link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Tulisan Keutamaan dan Pentingnya Akhlak Mulia – Bagian ke-1 – Kitab Fiqhul Akhlaq (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

]]>
http://www.radiorodja.com/keutamaan-dan-pentingnya-akhlak-mulia-bagian-ke-1-fiqhul-akhlaq-ustadz-abu-yahya-badrusalam-lc/feed/ 0 1:24:34 Silakan download dan simak kajian perdana, dari kitab Fiqhul Akhlaq karya Syaikh Mushtafa Al-'Adawi rahimahullah, yang membahas tentang "Keutamaan dan Pentingnya Akhlak Mulia (Bagian ke-1)", disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc., pada 23[...] Silakan download dan simak kajian perdana, dari kitab Fiqhul Akhlaq karya Syaikh Mushtafa Al-'Adawi rahimahullah, yang membahas tentang "Keutamaan dan Pentingnya Akhlak Mulia (Bagian ke-1)", disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc., pada 23 April 2014. Tulisan Keutamaan dan Pentingnya Akhlak Mulia – Bagian ke-1 – Kitab Fiqhul Akhlaq (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM. admin@radiorodja.com no no
Sebab Tersesatnya Sebagian Orang karena Tidak Memahami Al-Qur’an dengan Baik – Poin 42 – Kitab Al-Ibanah Ash-Shughra (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.) http://www.radiorodja.com/sebab-tersesatnya-sebagian-orang-karena-tidak-memahami-al-quran-dengan-baik-poin-42-kitab-al-ibanah-ash-shughra-ustadz-abu-ihsan-al-atsary-m-a/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sebab-tersesatnya-sebagian-orang-karena-tidak-memahami-al-quran-dengan-baik-poin-42-kitab-al-ibanah-ash-shughra-ustadz-abu-ihsan-al-atsary-m-a http://www.radiorodja.com/sebab-tersesatnya-sebagian-orang-karena-tidak-memahami-al-quran-dengan-baik-poin-42-kitab-al-ibanah-ash-shughra-ustadz-abu-ihsan-al-atsary-m-a/#comments Tue, 22 Apr 2014 02:10:03 +0000 http://www.radiorodja.com/?p=5931 Silakan download rekaman kajian dari kitab Al-Ibanah Ash-Shughra karya Imam Ibnu Baththah Al-'Ukbariy rahimahullah, pembahasan Poin ke-42, tentang "Sebab Tersesatnya Sebagian Orang karena Tidak Memahami Al-Qur'an dengan Baik", yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Maidani, M.A., pada 22 April 2014.

Tulisan Sebab Tersesatnya Sebagian Orang karena Tidak Memahami Al-Qur’an dengan Baik – Poin 42 – Kitab Al-Ibanah Ash-Shughra (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

]]>
Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.

Kajian kitab Al-Ibanah Ash-Shughra karya Imam Ibnu Baththah Al-’Ukbariy ini merupakan hasil rekaman yang disampaikan live pada Selasa pagi, 21 Jumadats Tsani 1435 / 22 April 2014, pukul 08:00-09:00 WIB. Kajian ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary. Pada pertemuan yang lalu, pemateri telah menjelaskan bahasan tentang Poin ke-39 sampai ke-41, tentang Sikap Seorang Muslim terhadap Para Sahabat Nabi dst, dan kali ini beliau akan membahas Poin ke-42 tentang Sebab Tersesatnya Sebagian Orang karena Tidak Memahami Al-Qur’an dengan Baik.

Program Kajian Kitab Al-Ibanah Ash-Shughra - Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary di Radio Rodja dan RodjaTV

Simak program ini di Radio Rodja dan RodjaTV setiap:

Selasa pagi, 08:00-09:00 WIB



Status program Kajian Kitab Al-Ibanah Ash-Shughra: AKTIF

Ringkasan Ceramah Agama Islam: Kitab Al-Ibanah Ash-Shughra

Poin 42: Sebab Tersesatnya Sebagian Orang karena Tidak Memahami Al-Qur’an dengan Baik ( حديث إن أمتك مفتونة بعدك بقليل غير كثير )

Imam Ibnu Baththah Al-’Ukbariy rahimahullah menyebutkan sebuah riwayat dari Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya suatu saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakan tangannya pada janggut Umar, kemudian berkata:

يا عمر، إنا لله وإنا إليه راجعون. قال عمر: قلت: نعم -بأبي وأمي يا رسول الله- إنا لله وإنا إليه راجعون، وما ذاك؟ قال: إن جبريل أتاني آنفا، فقال: يا محمد، إنا لله وإنا إليه راجعون، إن أمتك مفتونة بعدك بقليل غير كثير ، قلت: يا جبريل أفتنة ضلال؟ أم فتنة كفر ؟ قال: كلٌ سيكون. قلت: كيف يضلون أو يكفرون وأنا مخلِّف بين أظهرهم كتاب الله؟! قال: بكتاب الله يضلون، يتأوله كل قوم على ما يهوون، فيضلون به

“Wahai Umar, inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, lalu umar berkata: “Ya, ayah dan ibuku menjadi tebusan untukmu wahai Rasulullah. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, musibah apa yang terjadi?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Sesungguhnya Jibril tadi mendatangiku, kemudian berkata: “Wahai Muhammad, Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, sesungguhnya umatmu akan ditimpa fitnah setelahmu, sebentar lagi dan tidak lama lagi.” Aku pun berkata: “Wahai Jibril, apakah fitnah itu berupa fitna kesesatan? Ataukah fitnah kekufuran?” Kemudia Jibril menjawab: “Dua-duanya akan terjadi”. Kemudia aku berkata: “Bagaimana mereka bisa sesat dan bagaimana mereka bisa kufur? Sedangkan aku tinggalkan di tengah-tengah mereka Al-Qur’an.” Maka Jibril berkata: “Dengan Al-Qur’an itulah mereka tersesat, setiap kaum akan menta’wil Al-Qur’an itu menurut hawa nafsu mereka, maka mereka pun tersesat karenanya.”” (Riwayat ini dikeluarkan oleh Ibnu Abi ‘Ashim di dalam kitab As-Sunnah, dan Ibnu Wallah di dalam kitab Al-Bida’, serta Al-Fasawi di dalam kitab Ma’rifatu At-Tarikh. Akan tetapi, Al-Fasawi mencacat riwayat ini, karena kedhaifan para perawinya).

Namun masih ada beberapa riwayat lain yang menguatkan riwayat di atas, yang dibawakan oleh para ulama yang lainnya, seperti Imam Al-Bukhari dan yang lainnya. Bagaimana penjelasan selengkapnya mengenai hal ini? Simak dengan baik penjelasan Ustadz Abu Ihsan mengenai pembahasan ini, dan download sekarang juga rekaman ceramah agama ini. Semoga bermanfaat.

Download Ceramah Agama Islam: Kajian Kitab Al-Ibanah Ash-Shughra: Poin 42

Mari turut bagikan hasil rekaman ataupun link pengajian agama yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki, agar orang lain turut mendapatkan manfaatnya. Jazakumullahu Khairan

Tulisan Sebab Tersesatnya Sebagian Orang karena Tidak Memahami Al-Qur’an dengan Baik – Poin 42 – Kitab Al-Ibanah Ash-Shughra (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

]]>
http://www.radiorodja.com/sebab-tersesatnya-sebagian-orang-karena-tidak-memahami-al-quran-dengan-baik-poin-42-kitab-al-ibanah-ash-shughra-ustadz-abu-ihsan-al-atsary-m-a/feed/ 0 1:12:48 Silakan download rekaman kajian dari kitab Al-Ibanah Ash-Shughra karya Imam Ibnu Baththah Al-'Ukbariy rahimahullah, pembahasan Poin ke-42, tentang "Sebab Tersesatnya Sebagian Orang karena Tidak Memahami Al-Qur'an dengan Baik", yang disampaikan oleh [...] Silakan download rekaman kajian dari kitab Al-Ibanah Ash-Shughra karya Imam Ibnu Baththah Al-'Ukbariy rahimahullah, pembahasan Poin ke-42, tentang "Sebab Tersesatnya Sebagian Orang karena Tidak Memahami Al-Qur'an dengan Baik", yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Maidani, M.A., pada 22 April 2014. Tulisan Sebab Tersesatnya Sebagian Orang karena Tidak Memahami Al-Qur’an dengan Baik – Poin 42 – Kitab Al-Ibanah Ash-Shughra (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM. admin@radiorodja.com no no
Akhlak Muslim kepada Rabbnya: Tawakal – Bagian ke-3 – Aktualisasi Akhlak Muslim (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.) http://www.radiorodja.com/akhlak-muslim-kepada-rabbnya-tawakal-bagian-ke-3-aktualisasi-akhlak-muslim-ustadz-abu-ihsan-al-atsary-m-a/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=akhlak-muslim-kepada-rabbnya-tawakal-bagian-ke-3-aktualisasi-akhlak-muslim-ustadz-abu-ihsan-al-atsary-m-a http://www.radiorodja.com/akhlak-muslim-kepada-rabbnya-tawakal-bagian-ke-3-aktualisasi-akhlak-muslim-ustadz-abu-ihsan-al-atsary-m-a/#comments Mon, 21 Apr 2014 14:40:08 +0000 http://www.radiorodja.com/?p=5919 Silakan download rekaman kajian Islam dari buku Aktualisasi Akhlak Muslim, dengan pembahasan tentang Akhlak Muslim kepada Rabbnya, yaitu Tawakal (Bagian ke-3), disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A., pada 21 April 2014.

Tulisan Akhlak Muslim kepada Rabbnya: Tawakal – Bagian ke-3 – Aktualisasi Akhlak Muslim (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

]]>
Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.

Ceramah agama yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary ini merupakan hasil rekaman pada Senin, 21 Jumadats Tsani 1435 / 21 April 2014, pukul 20:00-09:30 WIB. Ceramah agama ini berkaitan dengan seri pembahasan Aktualisasi Akhlak Muslim, yang sangat penting untuk diketahui oleh setiap muslim. Di dalam pembahasan kali ini beliau membawakan pembahasan tentang tema Akhlak Muslim kepada Rabbnya yaitu, “Tawakkal (Bagian ke-3), setelah sebelumnya menyampaikan masalah Tawakal (Bagian ke-2).

h2>Ringkasan Ceramah Agama: Aktualisasi Akhlak Muslim

Akhlak Muslim kepada Rabbnya: Tawakal (Bagian ke-3)

Akhlak Muslim kepada Rabbnya yang ke-4: Tawakal

Pada pertemuan kali ini, masih akan membahas masalah tawakkal. Dan pada pertemuan yang lalu sudah dijelaskan beberapa poin tentang tawakal, di antaranya adalah mengenai urgensi tawakal, perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk bertawakal, teladan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam bertawakal, dan meluruskan pemahaman yang keliru tentang tawakal.

Poin penting yang akan dibahas pada pertemuan kali ini adalah berkaitan dengan buah manis yang akan kita peroleh dari tawakal dan juga manfaat dari tawakal. Tawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat agung. Dan segala macam bentuk ibadah yang Allah perintahkan, apabila dilakukan dengan benar pasti memberikan mashlahat bagi umatNya dan menjauhkannya dari mudharat.

Di antara buah tawakal yang akan didapat oleh seorang hamba yang bertawakal, adalah bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai hamba-hambaNya yang bertawakal. Karena hamba yang bertwakal itu sejatinya telah menyandarkan diri sepenuhnya kepada Allah. Tentu saja dengan penyandaran diri yang benar. Dia menyerahkan segala hasil apa yang diusahakannya hanya kepada Allah semata. Dia juga pasrah dengan apa saja yang Allah tetapkan bagi dirinya. Hal ini tentau saja setelah ia menggunakan segala nikmat yang diberikan oleh Allah kepadanya untuk berikhtiar. Karena tawakal itu akan mendorong seseorang untuk melakukan sebab, sebab yang mana itu bisa menjadi suatu ibadah dan ketaatan baginya. Misalnya, jika ada seseorang yang menginginkan rezeki, maka sudah seharusnya dia melakukan sebab-sebab yang bisa mendatangkang rezeki seperti bekerja, berdagang, berbisnis, dan lain sebagainya. Dan cara-cara untuk bisa mendapatkan rezeki pun sudah dijelaskan oleh Islam. Maka seseorang yang melakukan sebab-sebab ini maka dia juga sedang melakukan suatu ketaatan dan ibadah. Dan tentu saja tawakal yang dilakukannya itu nilainya lebih agung dari usaha yang dilakukannya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظّاً غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّهِ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu . Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (QS Ali ‘Imran [3]: 159)

Bagaimana penjelasan selengkapnya mengenai hal ini? Download segera dan simak ceramah agama ini. Semoga bermanfaat.

Download Ceramah Agama “Akhlak Muslim kepada Rabbnya”: Tawakal (Bagian ke-3)

Mari turut bagikan hasil rekaman ataupun link ceramah agama yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki, agar orang lain bisa turut mengambil manfaatnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Tulisan Akhlak Muslim kepada Rabbnya: Tawakal – Bagian ke-3 – Aktualisasi Akhlak Muslim (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

]]>
http://www.radiorodja.com/akhlak-muslim-kepada-rabbnya-tawakal-bagian-ke-3-aktualisasi-akhlak-muslim-ustadz-abu-ihsan-al-atsary-m-a/feed/ 0 1:06:06 Silakan download rekaman kajian Islam dari buku Aktualisasi Akhlak Muslim, dengan pembahasan tentang Akhlak Muslim kepada Rabbnya, yaitu Tawakal (Bagian ke-3), disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A., pada 21 April 2014. Tulisan Akhlak Mus[...] Silakan download rekaman kajian Islam dari buku Aktualisasi Akhlak Muslim, dengan pembahasan tentang Akhlak Muslim kepada Rabbnya, yaitu Tawakal (Bagian ke-3), disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A., pada 21 April 2014. Tulisan Akhlak Muslim kepada Rabbnya: Tawakal – Bagian ke-3 – Aktualisasi Akhlak Muslim (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM. admin@radiorodja.com no no
Bab Karomah Para Wali dan Keutamaan Mereka – Bagian ke-3 – dan Bab Haramnya Ghibah dan Perintah untuk Menjaga Lisan – Bagian ke-1 – Bab 253-254 – Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr) http://www.radiorodja.com/bab-karomah-para-wali-dan-keutamaan-mereka-bagian-ke-3-dan-bab-haramnya-ghibah-dan-perintah-untuk-menjaga-lisan-bagian-ke-1-bab-253-254-kitab-riyadhush-shalihin-syaikh-abdur-razzaq/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bab-karomah-para-wali-dan-keutamaan-mereka-bagian-ke-3-dan-bab-haramnya-ghibah-dan-perintah-untuk-menjaga-lisan-bagian-ke-1-bab-253-254-kitab-riyadhush-shalihin-syaikh-abdur-razzaq http://www.radiorodja.com/bab-karomah-para-wali-dan-keutamaan-mereka-bagian-ke-3-dan-bab-haramnya-ghibah-dan-perintah-untuk-menjaga-lisan-bagian-ke-1-bab-253-254-kitab-riyadhush-shalihin-syaikh-abdur-razzaq/#comments Mon, 21 Apr 2014 11:10:21 +0000 http://www.radiorodja.com/?p=5894 Silakan download rekaman kajian kitab Riyadhush Shalihin, dengan pembahasan Bab 253 tentang "Karomah Para Wali (Bagian ke-3)" hingga Bab 254 tentang "Haramnya Ghibah dan Perintah untuk Menjaga Lisan (Bagian ke-1)", yang dikaji oleh Syaikh Prof. Dr. 'Abdur Razzaq bin 'Abdil Muhsin Al-Badr, pada 21 April 2014.

Tulisan Bab Karomah Para Wali dan Keutamaan Mereka – Bagian ke-3 – dan Bab Haramnya Ghibah dan Perintah untuk Menjaga Lisan – Bagian ke-1 – Bab 253-254 – Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

]]>
Ceramah agama tentang kajian kitab Riyadhush Shalihin oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-’Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Firanda Andirja, M.A.

Alhamdulillah, kita bisa melanjutkan pengajian kitab Riyadhush Shalihin yang disampaikan oleh Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-’Abbad Al-Badr hafidzahullah. Pengajian ini merupakan rekaman yang disiarkan secara live pada Senin sore, 20 Jumadats Tsani 1435 / 21 April 2014 di Radio Rodja dan RodjaTV. Pada pembahasan yang lalu, beliau telah membahas Bab 253 tentang Karomah Wali dan Keutamaan Mereka (Bagian ke-2), dan pada pembahasan kali ini beliau membahas kitab baru, yaitu kitab “Perkara-perkara yang Dilarang”. Dan dimuali dengan tema bahasan tentang Bab Haramnya Ghibah dan Perintah untuk Menjaga Lisan (Bagian ke-1), namun sebelumnya beliau membawakan satu hadits lagi dari pembahasan yang lalu. Semoga bermanfaat.

NB: Mohon maaf, tidak ada sesi tanya-jawab pada saat kajian ini berlangsung.

Program Kajian Kitab Syarah Riyadhush Shalihin - Syaikh Prof. DR 'Abdur Razzaq bin 'Abdil Muhsin Al-'Abbad Al-Badr di Radio Rodja dan RodjaTV

Simak program ini di Radio Rodja dan RodjaTV setiap:

Ahad sore dan Senin sore, pukul 17:00-17:55 WIB



Status program Kajian Kitab Syarah Riyadhush Shalihin: AKTIF

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Riyadhush Shalihin Ini: Kitab Doa-doa (كتَاب الدَعَوات) dan Kitab Perkara-perkara yang Dilarang (كتَاب الأمُور المَنهي عَنْهَا)

Bab ke-253: Bab Karomah Para Wali dan Keutamaan Mereka (باب كرامات الأولياء وفضلهم) – Bagian ke-3

[00:01]

Sebelum Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr rahimahullah menjelaskan pembahasan kitab yang baru, beliau akan membawakan satu hadits lagi yang merupakan hadits terakhir dari bab yang membahas tentang Karomah Wali Allah dan Keutamaan Mereka. Hadits tersebut adalah:

وعن ابن عمر رضي الله عنهما، قَالَ: مَا سَمِعْتُ عمر – رضي الله عنه – يقولُ لِشَيءٍ قَطُّ: إنِّي لأَظُنُّهُ كَذَا، إِلاَّ كَانَ كَمَا يَظُنُّ. رواه البخاري

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: “Aku sama sekali tidak pernah mendengar ‘Umar radhiyallahu ‘anhu berkata tentang sesuatu: “Sesungguhnya aku benar-benar mengira bahwa hal tersebut begini,” Melainkan hal itu seperti apa yang ia duga.” (HR Al-Bukhari)

Bab ke-254 : Bab Haramnya Ghibah dan Perintah untuk Menjaga Lisan (باب تحريم الغيبة والأمر بحفظ اللسان) – Bagian ke-1

[02:26]

Pembahasan baru pada pertemuan kali ini adalah pembahasan Bab ke-254, yaitu tentang Bab Haramnya Ghibah dan Perintah untuk Menjaga Lisan. Dan di awal pembahasan ini, penulis kitab Riyadhus Shalihin, yaitu Imam An-Nawawi rahimahullah membawakan dalil-dalil dari Al-Qur’an. Di antara dalil-dalil tersebut adalah:
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضاً أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتاً فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

“Dan janganlah sebagian dari kamu menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Hujarat [49]: 12)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولـئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولاً

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS Al-Israa’ [17]: 36)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

مَا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

“Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS Qaaf [50]: 18)

Dst.

Dengarkan dan Download Seri Kajian Kitab Syarah Riyadhush Shalihin – Syaikh ‘Abdur Razzaq: Bab 253-254 – Bab Karomah Para Wali dan Keutamaan Mereka (Bagian ke-3) dan Bab Haramnya Ghibah dan Perintah untuk Menjaga Lisan (Bagian ke-1)

Mari turut bagikan hasil rekaman ataupun link pengajian agama yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki, agar orang lain turut mendapatkan manfaatnya. Jazakumullahu Khairan

Tulisan Bab Karomah Para Wali dan Keutamaan Mereka – Bagian ke-3 – dan Bab Haramnya Ghibah dan Perintah untuk Menjaga Lisan – Bagian ke-1 – Bab 253-254 – Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

]]>
http://www.radiorodja.com/bab-karomah-para-wali-dan-keutamaan-mereka-bagian-ke-3-dan-bab-haramnya-ghibah-dan-perintah-untuk-menjaga-lisan-bagian-ke-1-bab-253-254-kitab-riyadhush-shalihin-syaikh-abdur-razzaq/feed/ 0 0:42:24 Silakan download rekaman kajian kitab Riyadhush Shalihin, dengan pembahasan Bab 253 tentang "Karomah Para Wali (Bagian ke-3)" hingga Bab 254 tentang "Haramnya Ghibah dan Perintah untuk Menjaga Lisan (Bagian ke-1)", yang dikaji oleh Syaikh Prof. Dr. [...] Silakan download rekaman kajian kitab Riyadhush Shalihin, dengan pembahasan Bab 253 tentang "Karomah Para Wali (Bagian ke-3)" hingga Bab 254 tentang "Haramnya Ghibah dan Perintah untuk Menjaga Lisan (Bagian ke-1)", yang dikaji oleh Syaikh Prof. Dr. 'Abdur Razzaq bin 'Abdil Muhsin Al-Badr, pada 21 April 2014. Tulisan Bab Karomah Para Wali dan Keutamaan Mereka – Bagian ke-3 – dan Bab Haramnya Ghibah dan Perintah untuk Menjaga Lisan – Bagian ke-1 – Bab 253-254 – Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM. admin@radiorodja.com no no
Asal Segala Keburukan dan Kebaikan dari Pemikiran – Kitab Fawaidul Fawaid (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.) http://www.radiorodja.com/asal-segala-keburukan-dan-kebaikan-dari-pemikiran-kitab-fawaidul-fawaid-ustadz-abu-yahya-badrusalam-lc/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=asal-segala-keburukan-dan-kebaikan-dari-pemikiran-kitab-fawaidul-fawaid-ustadz-abu-yahya-badrusalam-lc http://www.radiorodja.com/asal-segala-keburukan-dan-kebaikan-dari-pemikiran-kitab-fawaidul-fawaid-ustadz-abu-yahya-badrusalam-lc/#comments Mon, 21 Apr 2014 00:10:11 +0000 http://www.radiorodja.com/?p=5905 Sebuah rekaman ceramah bertajuk tazkiyatun nufus / penyucian jiwa yang dari kitab Fawaidul Fawaid, karya Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah, dengan pembahasan tentang "Asal Segala Kebaikan dari Pemikiran dan Asal Segala Keburukan dari Pemikiran pula". Disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam pada Senin, 21 April 2014, pukul 05:30-07:00 WIB. Mari download sekarang juga!

Tulisan Asal Segala Keburukan dan Kebaikan dari Pemikiran – Kitab Fawaidul Fawaid (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

]]>
Kajian oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.

Sebuah kajian kitab yang disampaikan oleh Ustadz Badrusalam yang membahas kitab Fawaidul Fawaid karya Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah. Kajian ini rekaman dari siaran yang tayang secara live pada Senin pagi, 20 Jumadats Tsani 1435 / 21 April 2014 di Radio Rodja dan TV Rodja. Pembahasan lanjutan kali ini membahas tentang “Asal Segala Keburukan dari Pemikiran dan Asal Segala Kebaikan dari Pemikiran pula“. Silakan didownload dan semoga bermanfaat.

Ringkasan Kajian Kitab Fawaidul Fawaid Al-Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah

Asal Segala Keburukan dari Pemikiran dan Asal Segala Kebaikan dari Pemikiran pula

واعلم أن الخطرات والوساوس تؤدي متعلقاتها إلى الفكر

“Ketahuilah bahwa sesuatu yang melintas di pikiran kita dan waswas itu bisa berubah menjadi pemikiran.”

فيأخذها الفكر فيؤديها إلى التذكر‏.

“Lalu pemikiran itu akan berubah menjadi mengingat-ingatnya.”

فيأخذها الذكر فيؤديها إلى الإرادة

“Lalu pengingatan itu berubah menjadi sebuah keinginan atau niat.”

فتأخذها الإرادة فتؤديها إلى الجوارح والعمل،

“Dan niat itu berubah menjadi perbuatan dan pekerjaan,”

فتستحكم فتصير عادة ،

“Sehingga ia menjadi kokoh, bahkan menjadi sebuah kebiasaan.”

فردها من مبادئها أسهل من قطعها بعد قوتها وتمامها‏.‏

“Untuk memutus dari awal lebih mudah daripada memutus ketika ia telah menjadi sebuah kebiasaan setelah ia kokoh dan sempurna.”

Maka dari itu, sebelum itu menjadi sebuah kebiasaan, maka kita berusaha memutus dari awal. Oleh karena itulah, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kita untuk berpikir selalu dalam perkara yang bermanfaat, seperti memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi, perkara-perkara untuk kehidupan akhirat kita atau dunia kita, sehingga pemikiran kita selalu terjaga. Ketika pemikiran kita terjaga, maka niat dan keinginan kita pun akan terjaga. Ketika niat dan keinginan kita terjaga, maka perbuatan kita pun akan terjaga. Karena sudah disebutkan, bahwa asal segala keburukan itu dari pemikiran dan asal segala kebaikan itu dari pemikiran.

Seorang istri, misalnya, yang sibuk memikirkan kekurangan suaminya. Itu akan menimbulkan niat-niat yang tidak baik. Akhirnya akan menimbulkan sikap-sikap yang tidak baik. Demikian pula, seseorang yang memikirkan dunia dan dunia, dia menganggap dunia segala-galanya. Akhirnya dia melahirkan niat-niat, di mana niatnya tersebut hanya sebatas mengharapkan dunia.

Sebuah kajian penuh manfaat dari kitab Fawaidul Fawaid dengan tajuk tazkiyatun nufus yang sangat menyejukkan jiwa. Ayo download kajian ini sekarang juga. Semoga bermanfaat.

Simak dan Download Kajian Kitab Fawaidul Fawaid: Asal Segala Keburukan dari Pemikiran dan Asal Segala Kebaikan dari Pemikiran pula

Ayo bagikan pula kajian bermanfaat ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ kamu. InsyaAllah bermanfaat buat saudara-saudara kita dan bermanfaat pula untuk kita sebagai amal shalih. Jazakumullahu khoiron.

Tulisan Asal Segala Keburukan dan Kebaikan dari Pemikiran – Kitab Fawaidul Fawaid (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

]]>
http://www.radiorodja.com/asal-segala-keburukan-dan-kebaikan-dari-pemikiran-kitab-fawaidul-fawaid-ustadz-abu-yahya-badrusalam-lc/feed/ 0 1:23:40 Sebuah rekaman ceramah bertajuk tazkiyatun nufus / penyucian jiwa yang dari kitab Fawaidul Fawaid, karya Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah, dengan pembahasan tentang "Asal Segala Kebaikan dari Pemikiran dan Asal Segala Keburukan dari Pemikiran pula". [...] Sebuah rekaman ceramah bertajuk tazkiyatun nufus / penyucian jiwa yang dari kitab Fawaidul Fawaid, karya Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah, dengan pembahasan tentang "Asal Segala Kebaikan dari Pemikiran dan Asal Segala Keburukan dari Pemikiran pula". Disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam pada Senin, 21 April 2014, pukul 05:30-07:00 WIB. Mari download sekarang juga! Tulisan Asal Segala Keburukan dan Kebaikan dari Pemikiran – Kitab Fawaidul Fawaid (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM. admin@radiorodja.com no no
Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah: Hadits 881-883 – TPP: Agama Islam itu Mudah dan Khasiat Air Zam-zam (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.) http://www.radiorodja.com/silsilah-al-ahadits-ash-shahihah-hadits-881-883-tpp-agama-islam-itu-mudah-dan-khasiat-air-zam-zam-ustadz-abu-yahya-badrusalam-lc/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=silsilah-al-ahadits-ash-shahihah-hadits-881-883-tpp-agama-islam-itu-mudah-dan-khasiat-air-zam-zam-ustadz-abu-yahya-badrusalam-lc http://www.radiorodja.com/silsilah-al-ahadits-ash-shahihah-hadits-881-883-tpp-agama-islam-itu-mudah-dan-khasiat-air-zam-zam-ustadz-abu-yahya-badrusalam-lc/#comments Sun, 20 Apr 2014 13:10:43 +0000 http://www.radiorodja.com/?p=5882 Silakan download kajian dari kitab Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, hadits ke-881-883, dengan pembahasan menarik tentang "Agama Islam itu Mudah, Perintah dan Larangan dalam Islam, serta Khasiat Air Zam-zam", disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc., pada 20 April 2014.

Tulisan Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah: Hadits 881-883 – TPP: Agama Islam itu Mudah dan Khasiat Air Zam-zam (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

]]>
Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.

Rekaman ceramah agama Islam ini merupakan kelanjutan dari pembahasan kitab Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, yang dikaji oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam. Pada pertemuan sebelumnya, beliau telah menjelaskan tentang hadits ke-871 hingga hadits ke-880. Kemudian pada kesempatan kali ini, beliau akan membahas hadits ke-881 hingga hadits ke-883, yang salah satu pembahasan pentingnya adalah tentang “Agama Islam itu Mudah dan Khasiat Air Zam-zam“. Kajian ini merupakan hasil rekaman yang disiarkan secara live pada Ahad ba’da Maghrib, 20 Jumadats Tsani 1435 / 20 April 2014 di Masjid Al-Barkah, Komplek Radio Rodja, Cileungsi, Bogor, serta disiarkan oleh Radio Rodja dan RodjaTV.

Termasuk Pembahasan Penting (TPP): “Agama Islam itu Mudah dan Khasiat Air Zam-zam”

Program Kajian Kitab Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah - Ustadz Badrusalam, Lc. di Radio Rodja dan RodjaTV

Simak program ini di Radio Rodja dan RodjaTV setiap:

Ahad malam, ba'da Maghrib - ba'da Isya' waktu Jakarta (18:00-19:30 WIB)



Status program Kajian Kitab Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah: AKTIF

Untuk memperoleh keutamaan menuntut ilmu, silakan Anda dapat turut hadir langsung pada kajian ini di: Masjid Jami' Al-Barkah, Jl.Pahlawan, Kp. Tengah, belakang Polsek Cileungsi, Cileungsi, Bogor

Ringkasan Ceramah Agama Islam: Hadits-hadits Shahih dari Kitab Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah

Hadits ke-881: Agama Islam itu Mudah

[00:01]

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

سئل النبي صلى الله عليه وسلم أي الأديان أحب إلى الله عز وجل؟ قال : الحنيفية السمحة. رواه البخاري

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya: “Agama apa yang paling dicintai oelh Allah ‘Azza wa Jalla?” Maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Agama yang lurus dan agama yang mudah”.” (HR Al-Bukhari)

Hadits ke-881: Perintah dan Larangan dalam Islam

[17:35]

Dari ‘Irbadh bin Sariyyah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

أيحسب أحدكم متكئا على أريكته قد يظن أن الله لم يحرم شيئا إلا ما في هذا القرآن؟ ألا و إني والله قد أمرت و وعظت و نهيت عن أشياء إنها لمثل هذا القرآن أو أكثر و إن الله عز وجل لم يحل لكم أن تدخلوا بيوت أهل الكتاب إلا بإذن و لا ضرب نسائهم و لا أكل ثمارهم، إذا أعطوكم الذي عليهم.

“Apakah salah seorang dari kalian mengira. Ia bersantai-santai di atas dipan-dipannya dan ia menyangka bahwa Allah tidak mengharamkan sesuatu pun kecuali yang ada di dalam Al-Qur’an saja? Ketahuilah sesungguhnya aku, demi Allah telah memberikan perintah, telah memberikan nasehat, dan telah emmberikan larangan dari berbagai macam perkara. Sesungguhnya perintah dan laranganku sama dengan yang ada di dalam Al-Qur’an, atau bahkan lebih dari itu. Dan sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla tidak menghalalkan kalian untuk masuk ke rumah ahli kitab, kecuali denga izin mereka. Tidak pula Allah mengizinkan kalian untuk memukul wanita-wanita mereka, dan tidak mengizinkan pula untuk memakan buah-buahan mereka. Apabila mereka memberikan kepada kalian perjanjian yang telah mereka tepati.” (HR Abu Dawud)

Hadits ke-881: Khasiat Air Zam-zam

[42:37]
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ماء زمزم لما شرب له

“(Khasiat)Air zam-zam tergantung dengan niat orang yang meminumnya”. (HR Al-Baihaqi)

Mari download ceramah agama ini, yang mengkaji kitab Silsilah Hadits Shahih dan bagikan file MP3 kajiannya kepada saudara-saudara kita.

Download Ceramah Agama Islam: Kitab Silsilah Hadits Shahih, Hadits ke-881 hingga ke-883

Silakan bagikan hasil rekaman atau link ceramah agama yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Tulisan Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah: Hadits 881-883 – TPP: Agama Islam itu Mudah dan Khasiat Air Zam-zam (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

]]>
http://www.radiorodja.com/silsilah-al-ahadits-ash-shahihah-hadits-881-883-tpp-agama-islam-itu-mudah-dan-khasiat-air-zam-zam-ustadz-abu-yahya-badrusalam-lc/feed/ 0 1:04:28 Silakan download kajian dari kitab Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, hadits ke-881-883, dengan pembahasan menarik tentang "Agama Islam itu Mudah, Perintah dan Larangan dalam Islam, serta Khasiat Air Zam-zam", disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrus[...] Silakan download kajian dari kitab Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, hadits ke-881-883, dengan pembahasan menarik tentang "Agama Islam itu Mudah, Perintah dan Larangan dalam Islam, serta Khasiat Air Zam-zam", disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc., pada 20 April 2014. Tulisan Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah: Hadits 881-883 – TPP: Agama Islam itu Mudah dan Khasiat Air Zam-zam (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM. admin@radiorodja.com no no
Bab Karomah Para Wali dan Keutamaan Mereka – Bagian ke-2 – Bab 253 – Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr) http://www.radiorodja.com/bab-karomah-para-wali-dan-keutamaan-mereka-bagian-ke-2-bab-253-kitab-riyadhush-shalihin-syaikh-prof-dr-abdur-razzaq-bin-abdil-muhsin-al-badr/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bab-karomah-para-wali-dan-keutamaan-mereka-bagian-ke-2-bab-253-kitab-riyadhush-shalihin-syaikh-prof-dr-abdur-razzaq-bin-abdil-muhsin-al-badr http://www.radiorodja.com/bab-karomah-para-wali-dan-keutamaan-mereka-bagian-ke-2-bab-253-kitab-riyadhush-shalihin-syaikh-prof-dr-abdur-razzaq-bin-abdil-muhsin-al-badr/#comments Sun, 20 Apr 2014 11:10:51 +0000 http://www.radiorodja.com/?p=5878 Download rekaman kajian dari kitab Riyadhush Shalihin, Bab 253, tentang Bab Karomah Para Wali dan Keutamaan Mereka (Bagian ke-2), disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. 'Abdur Razzaq bin 'Abdul Muhsin Al-Badr, yang ditayangkan di Radio Rodja dan RodjaTV pada 20 April 2014.

Tulisan Bab Karomah Para Wali dan Keutamaan Mereka – Bagian ke-2 – Bab 253 – Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

]]>
Ceramah agama tentang kajian kitab Riyadhush Shalihin oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-’Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Firanda Andirja, M.A.

Rekaman kajian pengajian kitab Riyadhush Shalihin ini merupakan kajian rutin yang disiarkan secara live pada Ahad sore, 19 Jumadats Tsani 1435 / 20 April 2014 di Radio Rodja dan RodjaTV. Kajian ini disampaikan oleh Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-’Abbad Al-Badr hafidzahullah. Pada pembahasan yang lalu, beliau telah membahas Bab 253 tentang Karomah Wali dan Keutamaan Mereka (Bagian ke-1), dan pada pembahasan kali ini beliau membahas masalah tentang Karomah Wali dan Keutamaan Mereka (Bagian ke-2) dari Bab 253.

NB: Mohon maaf, Tidak ada sesi tanya-jawab pada saat kajian ini berlangsung.

Program Kajian Kitab Syarah Riyadhush Shalihin - Syaikh Prof. DR 'Abdur Razzaq bin 'Abdil Muhsin Al-'Abbad Al-Badr di Radio Rodja dan RodjaTV

Simak program ini di Radio Rodja dan RodjaTV setiap:

Ahad sore dan Senin sore, pukul 17:00-17:55 WIB



Status program Kajian Kitab Syarah Riyadhush Shalihin: AKTIF

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Riyadhush Shalihin Ini: Kitab Doa-doa (كتَاب الدَعَوات)

Bab ke-253 : Bab Karomah Para Wali dan Keutamaan Mereka (باب كرامات الأولياء وفضلهم) – Bagian ke-2

Pada kaajian kali ini, pemateri akan membawakan beberapa hadits yang membahas mengenai Karomah Wali dan Keutamaan Para Wali. Dan di antara hadits-hadits tersebut adalah:

وعن جابر بنِ سُمْرَةَ رضي الله عنهما، قَالَ: شَكَا أهْلُ الكُوفَةِ سَعْدًا يعني: ابنَ أَبي وقاص – رضي الله عنه – إِلَى عمر بن الخطاب – رضي الله عنه – فَعَزَلَهُ، واسْتَعْمَلَ عَلَيْهِمْ عَمَّارًا، فَشَكَوا حَتَّى ذَكَرُوا أنَّهُ لا يُحْسِنُ يُصَلِّي، فَأَرْسَلَ إِلَيْهِ، فَقَالَ: يَا أَبَا إسْحَاقَ، إنَّ هَؤُلاَءِ يَزْعَمُونَ أنَّكَ لا تُحْسِنُ تُصَلِّي، فَقَالَ: أَمَّا أنا واللهِ فَإنِّي كُنْتُ أُصَلِّي بِهِمْ صَلاَةَ رسولِ الله – صلى الله عليه وسلم – لا أُخْرِمُ عَنْها، أُصَلِّي صَلاَتَي العِشَاءِ فَأَرْكُدُ فِي الأُولَيَيْنِ، وَأُخِفُّ في الأُخْرَيَيْنِ. قَالَ: ذَلِكَ الظَّنُّ بِكَ يَا أَبَا إسْحَاقَ، وأَرْسَلَ مَعَهُ رَجُلًا – أَوْ رِجَالًا – إِلَى الكُوفَةِ يَسْأَلُ عَنْهُ أهْلَ الكُوفَةِ، فَلَمْ يَدَعْ مَسْجِدًا إِلاَّ سَأَلَ عَنْهُ، وَيُثْنُونَ مَعْرُوفًا، حَتَّى دَخَلَ مَسْجِدًا لِبَنِي عَبْسٍ، فَقَامَ رَجُلٌ مِنْهُمْ، يُقالُ لَهُ أُسَامَةُ بْنُ قَتَادَةَ، يُكَنَّى أَبَا سَعْدَةَ، فَقَالَ: أمَا إذْ نَشَدْتَنَا فَإنَّ سَعْدًا كَانَ لا يَسِيرُ بالسَّرِيَّةِ وَلاَ يَقْسِمُ بالسَّوِيَّةِ، وَلاَ يَعْدِلُ في القَضِيَّةِ. قَالَ سَعْدٌ: أمَا وَاللهِ لأَدْعُونَّ بِثَلاَثٍ: اللَّهُمَّ إنْ كَانَ عَبْدُكَ هَذَا كَاذِبًا، قَامَ رِيَاءً، وَسُمْعَةً، فَأَطِلْ عُمُرَهُ، وَأَطِلْ فَقْرَهُ، وَعَرِّضْهُ لِلْفِتَنِ. وَكَانَ بَعْدَ ذَلِكَ إِذَا سُئِلَ يَقُولُ: شَيْخٌ كَبيرٌ مَفْتُونٌ، أَصَابَتْنِي دَعْوَةُ سَعْدٍ. قَالَ عَبدُ الملكِ بن عُمَيْرٍ الراوي عن جابرِ بنِ سَمُرَةَ: فَأنا رَأَيْتُهُ بَعْدُ قَدْ سَقَطَ حَاجِبَاهُ عَلَى عَيْنَيْهِ مِنَ الكِبَرِ، وإنَّهُ لَيَتَعَرَّضُ لِلْجَوارِي فِي الطُّرُقِ فَيَغْمِزُهُنَّ. متفق عَلَيْهِ.

Dari Jabir bin Samurah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: “Penduduk kota Kuffah melaporkan Sa’ad, yaitu Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu kepada ‘Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu, ‘Umar pun memberhentikannya dari jabatannya, dan mengangkat ‘Ammar (bin Yasir) sebagai pengantinya. Mereka melaporkan, hingga menyebutkan Sa’ad tidak mengerjakan shalat dengan baik (ketika menjadi imam). ‘Umar pun mengutus seseorang kepadanya. Ia berkata: “Hai Abu Ishaq, sesungguhnya mereka berkata bahwa kamu tidak mengerjakan shalat dengan baik.” Sa’ad menjawab: “Demi Allah! Sesungguhnya saya telah mengerjakan shalat dengan mereka seperti shalat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan tidak menguranginya. Aku mengerjakan shalat ‘Isya’, kuperpanjang dua rakaat pertama dan kupersingkat dua rakaat lainnya.” ‘Umar berkata: “Itulah dugaan kami tentang Anda, hai Abu Ishaq!”

‘Umar mengutus seorang atau beberapa orang bersamanya ke kota Kufah untuk menanyakan kebenaran laporan tentang Sa’ad kepada penduduk kota Kufah. Tidak satu masjid pun dilewati, melainkan ia bertanya tentang Sa’ad. Ternyata, mereka memujinya dengan baik. Setelah utusan ‘Umar memasuki masjid Bani ‘Abs, berdirilah seorang laki-laki di antara mereka bernama Usamah bin Qatadah, ia dijuluki dengan Abu Sa’adah. Usamah berkata: “Adapun jawaban pertanyaan Anda kepada kami, sesungguhnya Sa’ad tidak pergi bersama pasukan, tidak membagikan pemberian dengan rata dan tidak berlaku adil dalam memutuskan perkara.” Sa’ad bin Abi Waqqash berkata (setelah mendengar fitnah itu): “Ketahuilah! Demi Allah, aku benar-benar akan berdo’a dengan tiga keburukan: “Ya Allah, apabila hambaMu ini (Usamah) berdusta, dia melakukannya karena pamer dan mencari popularitas, maka panjangkanlah umurnya dan panjangkanlah pula kemiskinannnya, serta hadapkanlah dia banyak bencana.” Setelah itu, setiap kali ditanya, maka Usamah menjawab: “(Aku) adalah seorang yang sudah tua renta dan penuh bencana. Aku telah tertimpa musibah do’a Sa’ad (bin Abi Waqqash).”

‘Abdul Malik bin ‘Umair perawi hadits ini, berkata dari Jabir bin Samurah: “Sesudah itu, aku melihat kedua kelopak matanya (Usamah) kendor ke bawah karena tua. Dia sengaja melewati gadis-gadis di jalan untuk menggoda mereka dengan kerlingan mata.” (Muttafaqun ‘Alaihi)

Dengarkan dan Download Seri Kajian Kitab Syarah Riyadhush Shalihin – Syaikh ‘Abdur Razzaq: Bab 253 – Bab Karomah Para Wali dan Keutamaan Mereka (Bagian ke-2)

Mari kita bagikan hasil rekaman ataupun link ceramah agama yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang kita miliki, agar orang lain turut mendapatkan manfaatnya. Jazakumullahu Khairan

Tulisan Bab Karomah Para Wali dan Keutamaan Mereka – Bagian ke-2 – Bab 253 – Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

]]>
http://www.radiorodja.com/bab-karomah-para-wali-dan-keutamaan-mereka-bagian-ke-2-bab-253-kitab-riyadhush-shalihin-syaikh-prof-dr-abdur-razzaq-bin-abdil-muhsin-al-badr/feed/ 0 0:49:36 Download rekaman kajian dari kitab Riyadhush Shalihin, Bab 253, tentang Bab Karomah Para Wali dan Keutamaan Mereka (Bagian ke-2), disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. 'Abdur Razzaq bin 'Abdul Muhsin Al-Badr, yang ditayangkan di Radio Rodja dan RodjaTV [...] Download rekaman kajian dari kitab Riyadhush Shalihin, Bab 253, tentang Bab Karomah Para Wali dan Keutamaan Mereka (Bagian ke-2), disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. 'Abdur Razzaq bin 'Abdul Muhsin Al-Badr, yang ditayangkan di Radio Rodja dan RodjaTV pada 20 April 2014. Tulisan Bab Karomah Para Wali dan Keutamaan Mereka – Bagian ke-2 – Bab 253 – Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM. admin@radiorodja.com no no
Menjaga Kehormatan Orang Lain dengan Menjauhi Dosa Ghibah – Bagian ke-2 (Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc.) http://www.radiorodja.com/menjaga-kehormatan-orang-lain-dengan-menjauhi-dosa-ghibah-bagian-ke-2-ustadz-muhammad-nuzul-dzikry-lc/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=menjaga-kehormatan-orang-lain-dengan-menjauhi-dosa-ghibah-bagian-ke-2-ustadz-muhammad-nuzul-dzikry-lc http://www.radiorodja.com/menjaga-kehormatan-orang-lain-dengan-menjauhi-dosa-ghibah-bagian-ke-2-ustadz-muhammad-nuzul-dzikry-lc/#comments Sat, 19 Apr 2014 13:10:29 +0000 http://www.radiorodja.com/?p=5867 Penyakit ghibah / menggunjing memiliki daya tarik tersendiri, memiliki magnet yang mampu membuat lisan-lisan kita tanpa terasa membicarakan saudara kita, kelemahan dia dan aib-aibnya. Oleh karena itu, salah satu yang harus kita ketahui untuk mengobati penyakit ini adalah mengetahui keburukan / bahaya ghibah. Mari kita download rekaman pengajiannya!

Tulisan Menjaga Kehormatan Orang Lain dengan Menjauhi Dosa Ghibah – Bagian ke-2 (Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

]]>
Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc.

Alhamdulillah, dapat kita simak kembali lanjutan pembahasan tentang dosa ghibah, yang sebelumnya telah disampaikan pada kajian dua pekan yang lalu. Rekaman pengajian ini adalah yang disiarkan live oleh Radio Rodja dan TV Rodja dari Masjid Al-Barkah, Kampung Tengah, Cileungsi, Bogor pada Sabtu ba’da Maghrib, 19 Jumadats Tsani 1435 / 19 April 2014. Mari kita simak ceramah agama dari seri Adab dan Akhlak Seorang Muslim berjudulkan “Menjaga Kehormatan Orang Lain dengan Menjauhi Dosa Ghibah (Bagian ke-2)” ini.

NB: Mohon maaf, sesi tanya-jawab tidak terekam.

Program Adab dan Akhlak Seorang Muslim - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry di Radio Rodja dan RodjaTV

Simak program ini di Radio Rodja dan RodjaTV setiap:

Sabtu malam, ba'da Maghrib - ba'da shalat Isya' (19:30) WIB



Status program Adab dan Akhlak Seorang Muslim: AKTIF

Untuk memperoleh keutamaan menuntut ilmu, silakan Anda dapat turut hadir langsung pada kajian ini di: Masjid Jami' Al-Barkah, Jl.Pahlawan, Kp. Tengah, belakang Polsek Cileungsi, Cileungsi, Bogor

Ringkasan Ceramah Agama Adab dan Akhlak Seorang Muslim

Menjaga Kehormatan Orang Lain dengan Menjauhi Dosa Ghibah (Bagian ke-2)

Di antara akhlak yang mulia yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan ditekankan oleh Nabi kita shallallahu ‘alaihi wasallam adalah menjaga lisan kita, sehingga kita tidak mengoyak kehormatan seorang Muslim, dan membela kehormatan seorang Muslim ketika kita melihat ia sedang di-ghibah-i, digunjing, atau dibicarakan oleh orang.

Nabi kita shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad:

من ذب عن لحم أخيه بالمغيبة كان حقا على الله أن يعتقه من النار

“Barangsiapa yang membela kehormatan saudara ketika dia dibicarakan orang (dijelek-jelekkan ketika dia tidak ada), maka Allah akan bebaskan dia dari siksa api neraka.”

Oleh karena itu, bahaya laten dalam di dunia akhlak, pada saat kita bersosialisasi / berinteraksi dengan masyarakat adalah ghibah. Ghibah adalah membicarakan keburukan saudara kita ketika dia tidak ada.

Namun kita rasakan dan kita lihat di tengah-tengah masyarakat kita, penyakit yang satu ini tetap tumbuh subur di tengah-tengah umat. Penyakit satu ini memiliki daya tarik tersendiri, memiliki magnet yang mampu membuat lisan-lisan kita tanpa terasa membicarakan saudara kita, kelemahan dia dan aib-aibnya. Oleh karena itu, salah satu yang harus kita ketahui untuk mengobati penyakit ini adalah mengetahui keburukan / bahaya yang dapat menyerang kita pada saat kita bersikeras untuk meng-ghibah-i saudara kita.

Mari kita simak dan download pengajian Islam oleh Ustadz Muhamamd Nuzul Dzikry, Lc. dalam seri Adab dan Akhlak Seorang Muslim ini, dan mari kita resapi sekaligus amalkan kandungannya.

Dengarkan dan Download Ceramah Agama Adab dan Akhlak Seorang Muslim: Menjaga Kehormatan Orang Lain dengan Menjauhi Dosa Ghibah (Bagian ke-2)

Mari kita share rekaman pengajian Islam ini ke Facebook, Twitter, dan Google+. Semoga menjadi amal baik di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Tulisan Menjaga Kehormatan Orang Lain dengan Menjauhi Dosa Ghibah – Bagian ke-2 (Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

]]>
http://www.radiorodja.com/menjaga-kehormatan-orang-lain-dengan-menjauhi-dosa-ghibah-bagian-ke-2-ustadz-muhammad-nuzul-dzikry-lc/feed/ 1 0:36:26 Penyakit ghibah / menggunjing memiliki daya tarik tersendiri, memiliki magnet yang mampu membuat lisan-lisan kita tanpa terasa membicarakan saudara kita, kelemahan dia dan aib-aibnya. Oleh karena itu, salah satu yang harus kita ketahui untuk mengoba[...] Penyakit ghibah / menggunjing memiliki daya tarik tersendiri, memiliki magnet yang mampu membuat lisan-lisan kita tanpa terasa membicarakan saudara kita, kelemahan dia dan aib-aibnya. Oleh karena itu, salah satu yang harus kita ketahui untuk mengobati penyakit ini adalah mengetahui keburukan / bahaya ghibah. Mari kita download rekaman pengajiannya! Tulisan Menjaga Kehormatan Orang Lain dengan Menjauhi Dosa Ghibah – Bagian ke-2 (Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM. admin@radiorodja.com no no