Menebar Cahaya Sunnah
Informasi Rodja
Anda bisa melihat semua informasi mengenai info kajian/tabligh akbar yang masuk ke redaksi studio Rodja, pola acara perhari dan juga pembangunan Masjid Al Barkah
Streaming Radio
Kini anda bisa mendengarkan streaming radio dengan halaman terpisah tanpa menganggu antum dalam melihat halaman yang ada di http://www.radiorodja.com
Materi : Hukum Bom Bunuh diri
Pemateri : Ustadz Abu yahya Badrusalam Lc
Dalam Kajian ini dijelaskan tentang Hukum bom bunuh diri dan sikap Ahlus Sunnah terhadap pemerintah Muslim.selamat menyimak semoga bermanfaat
9 Responses for "Hukum Bom Bunuh Diri"
assalamulaikum”
USTAD ANA MINTA IJIN UNTUK MENYEBARKAN ATAU MENGCOPY TUTORIALNYA. AGAR TIDAK ADA SLAH FAHAM (SYUBHAT) TERHADAP KAUM MUSLIM YANG LAINYA..
SUKRON’
WASSALAM..
Assalamu ‘alaikum warah matullahi wabarakaatuh” Syukron Rodja kajiannya,
Bom bunuh diri di Mariot, Ritz Charlton, n daerah2 lain di indonesia adalah kejahatan …, dan kekeliruan pemakaian fatwa ulama …
Ulama2 yang membolehkan bom syahid (mereka tidak menamakan bom bunuh diri), hanya membolehkan jika dilakukan di daerah perang, dan musuhnya adalah jelas ..
Mereka adalah:
1. Syaikh Al Albani (Dalam Mawarid Az ZHam’an)
2. Syaikh Nashir Sulaiman Al ‘Umar
3. Syaikh Hamud Al ‘Uqla Asy Syu’aibi
4. Syaikh Sulaiman bin Mani’
5. Syaikh Abdullah Al Humaid
6. Syaikh Wahbah Az Zuhaili
7. Syaikh Muhammad Az Zuhaili
8. Syaikh Tha’mah Al Qadah
9. Front Ulama Falestin
10. fatwa NU tahun 2003
1. Fatwa Syaikh Al Muhaddits Muhammad Nashirudin al Albany Rahimahullah
Didalam Shahih Mawarid Azh Zham’an oleh Syaikh al Albany (dipublikasikan setelah beliau wafat), dia berkata pada bab kedua, halaman 119, setelah menjelaskan hadits populer Abu Ayyub, mengenai firman Allah walaa tulqu bi aydiikum ilat-tahlukah (janganlah kamu menjerumuskan diri kamu ke dalam jurang kebnasaan), dia berkata :
“Dan ini adalah kisah populer yang menjadi bukti yang sekarang dikenal sebagai operasi bunuh diri dimana beberapa pemuda Islam pergi lakukan terhadap musuh-musuh Allah, akan tetapi aksi ini diperbolehkan hanya pada kondisi tertentu dan mereka melakukan aksi ini untuk Allah dan kemenangan agama Allah, bukan untuk riya, reputasi, atau keberanian, atau depresi akan kehidupan.”[2]
Selanjutnya beliau juga berkata, ketika ditanya mengenai aksi Bom Syahid, Syaikh Al Albany menjawab:
لا يعد هذا انتحاراً ، لأن الانتحار هو أن يقتل المسلم نفسه خلاصا من هذه الحياة التعيسة … أما هذه الصورة التي أنت تسأل عنها ، فهذا ليس انتحارا ، بل هذا جهادا في سبيل الله .. إلا أن هناك ملاحظة يجب الانتباه لها ، وهي أن هذا العمل لا ينبغي أن يكون فرديا أو شخصيا ، إنما يكون هذا بأمر قائد الجيش .. فإذا كان قائد الجيش يستغني عن هذا الفدائي ، ويرى أن في خسارته ربح كبير من جهة أخرى ، وهو إفناء عدد كبير من المشركين والكفار ، فالرأي رأيه ويجب طاعته ، حتى لو لم يرض هذا الإنسان فعليه طاعته …
“Itu bukanlah bom bunuh diri, bunuh diri adalah dimana ketika seorang muslim membunuh dirinya untuk menyelamatkan diri dari kesusahan hidupnya atau sesuatu yang sama seperti itu, sejauh yang kamu tanyakan itu, itu adalah jihad untuk Allah, akan tetapi kita harus mempertimbangkan aksi ini tidak bisa dilakukan secara individual tanpa di desain oleh seseorang yang menjadi ketua yang mempertimbangkan apakah itu menguntungkan Islam dan kaum muslimin, dan jika Amir memutuskan untuk kehilangan mujahid tadi lebih menguntungkan dibandingkan untuk menahannya, terutama jika hal itu menyebabkan kerusakan bagi orang kafir dan musyrik, kemudian pendapat Amir tersebut terjamin bahkan walaupun si mujahid tadi tidak senang dengan dengan hal itu, maka dia harus mematuhinya.. dan seterusnya.”
Syaikh Al Albany Rahimahullah kemudian melanjutkan:
الانتحار من أكبر المحرمات في الإسلام ، لن ما يفعله إلا غضبان على ربه ولم يرض بقضاء الله .. أما هذا فليس انتحارا ، كما كان يفعله الصحابة ، يهجم على جماعة ( كردوس ) من الكفار بسيفه
“Bunuh diri adalah salah satu dosa besar dalam Islam, tidaklah orang yang melakukannya melainkan karena dia marah dan tidak ridha dengan ketetapan Allah. Sedangkan ini, bukanlah bunuh diri, sebagaimana yang dilakukan para sahabat Radhiallahu ‘anhum sering dilakukan untuk melawan sejumlah musuh yang besar oleh mereka..[3]
[1] Seperti Indonesia, negara ini adalah Negara Dakwah (Darud Da’wah) bukan Negara Perang (Darul Harb) maka memerangi orang kafir adalah dengan dakwah, kecuali jika mereka memang mengganggu secara fisik dan jiwa umat Islam seperti diMaluku- Ambon, dan Poso.Maka, umat Islam berhak mempertahankan dirinya dengan jihad di sana, setelah mendapatkan restu dari waliyul amri (pemimpin).
[2] http://******haroki.wordpress.com/2008/01/22/fatwa-syaikh-al-bani-mengenai-bomb-syahid/
[3] Kaset ceramahnya berjudul, Silsilah Al Huda wan Nur no. 134. Atau risalah Al Fatawa an Nadiyyah fil ‘Amaliyat Al Isytisyhadiyah, hal. 5.
Alhamdulilah Banyak hal yang kita dapatkan dari kajian ini. ana ijin untuk menyebarkan file ini agar semua orang tau bahwa islam itu bukan agama teroris
jawab :
silahkan akhi,semoga menjadi tambahan pahala untuk kita semua
assalamu’alaikum wr wb..
alhamdulillah, ana bisa mengerti apa yang dimaksudkan dari kajian ini. tapi ada timbul pertanyaan di diri ana, yaitu, sebetulnya pengertian dan bentuk jihad yang sesuai dengan Al-Quran dan hadis yang shahih itu apa?? karena,(kebetulan ana mahasiswa) demonstrasi saja disebut jihad… padahal ini adalah produk orang2 kafir.. tapi mereka menyebut jihad karena telah memperjuangkan apa yang mereka anggap kebenaran untuk negara dan masyarakat ini…
mohon penjelasannya ust..
syukron katsir…
wassalamu’alaikum…
Alhamdulillah….
dengan adanya kajian2 disini itu sangat memudahkan kami dalam belajar ilmu syar’i,,,,syukron….
alhamdulillah, semoga dengan postingan dengan judul Hukum Bom Bunuh Diri ini, kaum muslimin di negeri kita dapat memahami bagaimana sebenarnya sikap Islam yg benar terkait dengan kejadian di Marriot dan Ritz Carlton baru-baru ini.
Alhamdulillah, semoga Allah memberkahi Ustadz Abu yahya Badrusalam Lc. Hal ini menunjukan kebodohan khawarij beragama dengan semangat & hawa tanpa Ilmu. Semakin terlihat pentingnya ilmu sebelum beramal
assalamulaikum”
alhamdulilah,skrng ana ‘bisa belajar tentng islam ,yg benar.yaitu menurut quran dan as sunnah’
dan semoga Allah membalas kebaikan dari radiorodja.atas pengajaranya tentang ilmu islam”
sukron’
wassalam..
Leave a reply