Menebar Cahaya Sunnah
Informasi Rodja
Anda bisa melihat semua informasi mengenai info kajian/tabligh akbar yang masuk ke redaksi studio Rodja, pola acara perhari dan juga pembangunan Masjid Al Barkah
Streaming Radio
Kini anda bisa mendengarkan streaming radio dengan halaman terpisah tanpa menganggu antum dalam melihat halaman yang ada di http://www.radiorodja.com
Dalam Kajian ini Syaikh menjelaskan empat kalimat yang mulia yang penting bagi kita untuk bisa terus mengamalkannya.
“ Ada 4 kalimat yang paling baik. Keempatnya dari Al qur’an. Tidak mengapa kalian memulai dari mana saja. subhanallah, Alhamdulillah, laa ilaaha illallah dan Allahu akbar ” ( HR Abu Dawud )
“ Aku mengucapkan subhanallah, Alhamdulillah, laa ilaaha illallah dan Allahu akbar lebih aku sukai daripada dunia dan seisinya.” ( HR Musllim )
“… Bertasbihlah engkau kepada Allah seratus kali. Sesungguhnya hal itu senilai dengan engkau membebaskan 100 budak dari keturunan Ismail. Bertahmidlah 100 kali , sesungguhnya hal itu senilai dengan 100 ekor kuda lengkap dengan pelana dan tali kekangnya untuk berjihad fii sabilillah. Bertakbirlah 100 kali, sesungguhnya hal itu senilai dengan 100 unta yang engkau serahkan kepada Allah. Dan bertahlillah 100 kali maka hal itu akan memenuhi langit dan bumi. Tidak ada seorangpun yang lebih mulia daripada engkau kecuali orang yang lebih banyak melakukan amalan itu.” ( HR Ahmad & Baihaqi )
“ Tidak seorangpun yang mengucapkan Laa illaha illallah, Allahu akbar, subhanallah, Alhamdulillah dan la haula wa laa quwwata illa billah kecuali akan dihapuskan dosanya meskipun dosanya itu lebih banyak daripada buih di lautan.” ( HR Ahmad, Tirmidzi & Hakim )
Nabi bersabda,” Ambillah perisai kalian!” para sahabat bertanya,” wahai rasulullah dari musuh yang telah datang ?” Nabi Menjawab,” Bukan, akan tetapi perisai dari api neraka. Katakanlah ‘subhanallah, Alhamdulillah, laa ilaaha illallah dan Allahu akbar’ sesungguhnya 4 kalimat itu akan datang pada hari kiamat sebagai penyelamat dan muqodimah kebaikan bagi pengucapnya….” ( HR Hakim )
“…. Wahai rosulullah, orang-orang kaya telah membawa pahala yang banyak. Mereka sholat sebagaimana kami sholat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa. Akan tetapi mereka bisa bersodaqoh dengan kelebihan harta mereka.” Rosulullah menjawab,” Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian shodaqoh dalam bentuk lain. Sesungguhnya setiap tasbih, tahmid,takbir dan tahlil adalah shodaqoh….” ( HR Muslim)
Begitu tinggi kemuliaan 4 kalimat ini. Kalimat yang ringan di lisan namun begitu berat di timbangan. Barangsiapa yang melewatkannya sungguh dia telah melewatkan keuntungan yang besar… simak penjelasan lengkap audionya.
Tema : Tingginya Nilai Darah, Harta dan Kehormatan Muslim
Pemateri : Syaikh Prof.Dr. Abdur Rozzaq bin Abdul Muhsin Al Badr Hafidzohumallahu
Penerjemah : Ustadz Firanda Andirja
Tatkala Haji Wada, Nabi berkhutbah dengan khutbah yang sangat menyentuh hati. Diantara wasiat yang beliau sampaikan dalam khutbah tersebut adalah “Setiap muslim atas muslim yang lain haram mengganggu darah, harta dan kehormatannya”
Sungguh tingginya urgensi wasiat yang disampaikan nabi ini begitu jelas terlihat dari berbagai sisi :
Suatu ketika, seseorang menulis surat kepada Ibnu Umar,” tuliskan untukku semua tentang ilmu.” Beliau menjawab,” ilmu itu luas. Akan tetapi apabila engkau mampu bertemu Allah taala dalam keadaan punggungmu ringan dari tanggungan darah orang lain, perutmu kosong dari harta orang lain, dan lisanmu bersih dari mengganggu harga diri orang lain serta Engkau tetap bersama dengan jamaah, maka lakukanlah!”
Sungguh begitu penting wasiat ini. Simak penjelasan lengkapnya dalam edisi audio berikut…
Persaudaraan yang haqiqi hanyalah persaudaraan yang dimiliki oleh kaum mukminin, yaitu persaudaraan yang dibangun diatas keimanan atau yang disebut dengan ukhuwah imaniyyah.
Allah berfirman,” sesungguhnya kaum mukminin itu saling bersaudara” (al hujurat :10)
Adapun persaudaraan selain itu, akan sirna dengan sirnanya keuntungan yang dicari. bahkan akan berubah menjadi permusuhan kelak dihari kiamat, sebagaimana firman-Nya,
” Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.”(Az-Zukhruf: 67) “
Begitu indah ukhuwah imaniyyah. Lantas apa konsekwensi ukhuwah imaniyyah itu ?
Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,
“Janganlah kalian saling dengki, saling menipu, saling benci membenci, saling membelakangi, jangan menjual atas penjualan orang lain, dan jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara. Sesama Muslim itu bersaudara. Oleh karena itu, jangan menganiaya, merendahkannya, dan menghinanya. Taqwa itu ada di sini (sambil menunjuk dadanya, beliau mengucapkannya tiga kali). Seseorang cukup dianggap jahat apabila ia menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim atas muslim yang lain haram mengganggu darah, harta dan kehormatannya.” (HR. Muslim)
Hal ini sesuai dengan firman Allah,
“Wahai orang yang beriman! Janganlah suatu kaum memperolok-olokkan kaum yang lain, boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik daripada mereka (yang memperolok-olokkan), dan janganlah pula wanita-wanita (memperolok-olokkan) wanita-wanita lain, boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik daripada mereka (yang memperolok-olokkan), dan janganlah kamu mencela diri kamu sendiri, dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelaran yang buruk. Seburuk-buruk nama (panggilan) ialah (panggilan) yang fasik (jelek) sesudah iman, dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang yang zalim.
Wahai orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan daripada prasangka, sesungguhnya sebahagian daripada prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebahagian kamu mengumpat sebahagian yang lain.( al Hujurat: 11-12)
Bagaimana penjelasan rincinya ? Bagaimana pula sikap kita apabila saudara kita melakukan maksiat? Dengarkan ulasan dan jawaban-jawaban beliau terhadap pertanyaan dari para pendengar radio rodja…selamat menyimak
Ukhuwah Imaniyah01: Play Now | Play in Popup | Download
ukhuwah imaniyah02: Play Now | Play in Popup | DownloadBerikut ini kami hadirkan rekaman kajian Untaian Mutiara Nasehat dalam 2 pekan yang lalu,yang disampaikan oleh Syaikh Prof.Dr.Abdur Rozzaq Bin Abdul Muhsin Al Badr hafidzohullah ,dengan Materi sebagai berikut :
1. Tazkiyatun Nufus
2. Pentingnya Doa Dalam Tazkiyatun Nufus
3. Keutamaan Ilmu
4. Birrul Walidain
5. Keutamaan Silaturahmi
Kajian ini diterjemahkan oleh ustadz Abu Abdul Muhsin Firanda Lc, dan bisa anda ikuti secara langsung acaranya disetiap ahad dan senin malam pukul 20.15 WIB (ba’da ashar waktu Madinah) di Rodja 756 AM. semoga bermanfaat untuk kita semua.
Tazkiyatun Nufus 01: Play Now | Play in Popup | Download
Tazkiyatun Nufus 02: Play Now | Play in Popup | Download
Keutamaan Ilmu Syar'i: Play Now | Play in Popup | Download
Biruul walidain: Play Now | Play in Popup | Download
Keutamaan Silaturahmi: Play Now | Play in Popup | Download20 Jan 2010
Tema : Sebab – sebab Datangnya Kebahagiaan
Pemateri : Prof.Dr.Abdur Rozzaq bin Abdul Muhsin Al Badr hafizdohumallah
Penerjemah : Ustadz Firanda Andirja Lc
Tempat : Masjid Istiqlal Jakarta Pusat
Waktu : 1 Shafar 1431 H atau 17 Januari 2010, jam 09.00 – 12.00 WIB
Alhamdulillah segala puji dan syukur hanya untuk Allah Ta’ala,atas berkah karunia rahmatNya kegiatan Tabligh Akbar di Masjid Istiqlal bisa terselenggara dengan lancar dan dihadiri oleh puluhan ribu umat Islam yang datang dari berbagai pelosok.semoga hal ini merupakan pertanda kebaikan dari ummat Islam di Indonesia dan di Jabodetabek secara khusus akan kecintaan mereka terhadap ilmu dan para Ulamanya.
Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya Tabligh Akbar ini,semoga Allah ta’ala menjadikan hal ini dalam timbangan kebaikan yang bermanfaat bagi kehidupan akhirat kelak.
Dan berikut ini rekaman Tabligh Akbar yang kami hadirkan untuk segenap pendengar radio Rodja 756 AM dan pengunjung setia web www.radiorodja.com , semoga bermanfaat bagi kita semua dan manjadi tambahan pahala bagi Syaikh Abdur Rozzaq dan ustadz Firanda serta semua pihak yang membantu penyelenggaraan acara ini.
Tema : Nikmat Allah Ta’ala Pada Hari As Syuro
Pemateri : Syaikh Prof.Dr.Abdur Rozzaq Bin Abdul Muhsin Al Badr Hafidzohumallah
Penerjemah : Ustadz Firanda
hari as syuro1: Play Now | Play in Popup | Download
hari as syuro2: Play Now | Play in Popup | Download
Komentar Terakhir