Masjid Al-Barkah

Tabshiiratul Anaam bil Huquuqi fil Islaam

Hak-Hak Baitullah Al-Haram – Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam (Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.)

By  |  pukul 8:20 pm

Terakhir diperbaharui: Kamis, 31 Agustus 2023 pukul 6:12 am

Tautan: https://rodja.id/4h2

Kajian Islam oleh: Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.

Berikut ini merupakan rekaman kajian kitab “Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam” atau “Hak-Hak di Dalam Islam” karya Syaikh Shalih bin Thaha Abdul Wahid hafidzahullah, yang disampaikan oleh Ustadz Kurnaedi, Lc.. Kajian ini di sampaikan di Masjid Al-Barkah, komplek Studio Radio Rodja dan RodjaTV, pada Senin, 15 Shafar 1436 / 8 Desember 2014. Pada kajian sebelumnya beliau menyampaikan kajian dengan judul “Hak-Hak Para Sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam“, dan kali ini beliau membawakan kajian yang sangat penting, yaitu tentang “Hak-Hak Baitullah Al-Haram“. Semoga bermanfaat.

Ringkasan Kajian Kitab Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam: “Hak-Hak Baitullah Al-Haram”

Allah Ta’ala berfirman tentang Kabah (Baitullah):

جَعَلَ اللّهُ الْكَعْبَةَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ قِيَاماً لِّلنَّاسِ

“Allah telah menjadikan Ka’bah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia.” (QS Al-Maidah [5]: 97)

Penulis kitab Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam menyebutkan sebab kenapa beliau membahas hak Baitaullah Al-Haram, di antara sebabnya adalah:

– Banyak kaum muslimin yang melakukan thawaf di kubur para nabi dan orang-orang shalih, padahal thawaf tidak boleh dilakukan kecuali di Baitaullah Al-Haram (Kabah)
– Ada beberapa kelompok yang menyimpang, yang memiliki keyakinan bahwa sebagian dari kubur para sahabat, wali-wali, dan orang shalih itu merupakan tempat yang paling baik untuk beribadah. Dan ibadah di sana lebih afdhal dari pada ibadah haji.
– Banyak dari manusia yang bergi ke Baitullah Al-Haram, baik itu untuk haji atau umrah, namun mereka saat itu juga melakukan maksiat. Baik itu yang berupa kesyirikan, melihat kepada wanita yang bukan mahram, mencuri, dll.

Baca Juga:
Perpindahan Kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka'bah Al-Musyarafah - Faedah Sirah Nabawiyah (Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A.)

Itulah beberapa alasan penting mengapa kita perlu membahas tentang “Hak-Hak Baitullah Al-Haram“. Silakan simak penjelasan mengenai hal tersebut di dalam rekaman kajian berikut ini. Semoga bermanfaat.

Download Kajian Kitab Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam: “Hak-Hak Baitullah Al-Haram”

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.