Masjid Al-Barkah

Tematik

Cinta Dusta terhadap Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam – Bagian ke-2 (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

By  |  pukul 10:25 am

Terakhir diperbaharui: Senin, 31 Agustus 2015 pukul 12:39 pm

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=10934

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.

Ceramah ini merupakan lanjutan dari ceramah yang telah disampaikan pada pekan yang lalu tentang Cinta Dusta terhadap Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam (Bagian ke-1). Ceramah agama ini live pada Rabu pagi, 24 Rabi’ul Awwal 1436 / 14 Januari 2015, pukul 08:30-10:15 WIB. Mari simak ceramah tematikCinta Dusta terhadap Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam (Bagian ke-2)” oleh Ustadz Ahmad Zainuddin.

[sc:status-tematik-ustadz-ahmad-zainuddin-2014]

Ringkasan Ceramah Agama Islam: Cinta Dusta terhadap Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam (Bagian ke-2)

Ternyata mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangkan keutamaan yang sangat utama, di antaranya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan, bahwa orang yang mencintai Allah dan RasulNya, maka kecintaan tersebut adalah salah satu sebab mendapatkan manisnya rasa iman di dalam hati.

Orang yang mendapatkan rasa (manisnya) iman, maka dia akan lebih mendahulukan hak Allah dan RasulNya shallallahu ‘alaihi wasallam dibandingkan hak dirinya sendirinya dan ini berpengaruh dalam kehidupan kesehari-hari, terutama kehidupan keberagamaan dia. Misalkan, ketika dia di dalam pekerjaannya, baik itu di kantor, di sekolah, di pasar, dan di jalan. Kemudian dia mendengarkan adzan, “Hayya ‘alash shalah, Hayya ‘alal falah,” (“Ayo mengerjakan shalat, Ayo mendapatkan keberuntungan,”) maka orang yang mendapatkan manisnya rasa iman, maka dia akan memenuhi panggilan tersebut tanpa ragu-ragu. Dia dengan berani meninggalkan pekerjaannya untuk memenuhi panggilan tersebut. Ini adalah keutamaan orang yang mendapatkan manisnya rasa iman. Dan salah satu penyebab orang yang mendapatkan manisnya rasa iman adalah dia lebih mendahulukan cinta kepada Allah dan RasulNya, dibandingkan cinta kepada apa pun. Itulah keutamaan mencintai Allah dan RasulNya.

Baca Juga:
Pendidikan Anak dalam Islam: Siapakah yang Bertanggung Jawab Mendidik Anak dan Di Manakah Anak Kita Belajar? (Ustadz Abu Qatadah)

Ada perkara menarik dikatakan oleh Ibnu Katsir rahimahullahu Ta’ala:

من أحب شيئا وقدمه على طاعة الله ، عذب به.

“Barangsiapa yang mencintai sesuatu dan dia dahulukan dibandingkan ketaatan kepada Allah, maka niscaya dia akan disiksa dengan sesuatu tersebut.”

Apa maksudnya?
Seorang manusia mencintai sesuatu dari perkara dunia, entah itu hartanya, anak-istrinya, kerabatnya, atau jabatannya, dan kecintaan kepada sesuatu tersebut lebih dia dahulukan dibandingkan taat kepada Allah, maka niscaya dia akan disiksa dengan sesuatu tersebut. Ini kaidah, disebutkan oleh Ibnu Katsir rahimahullahu Ta’ala, ketika beliau menafsiri ayat:

… وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلاَ يُنفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللّهِ فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ (٣٤) يَوْمَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ هَـذَا مَا كَنَزْتُمْ لأَنفُسِكُمْ فَذُوقُواْ مَا كُنتُمْ تَكْنِزُونَ (٣٥)

“… Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu dalam Neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.”” (QS At-Taubah [9]: 34-35)

Simak dan download ceramah tazkiyatun nufus yang bernuansakan aqidah yang insya Allah sangat bermanfaat untuk muhasabah diri.

Baca Juga:
Berdoa Hanya kepada Allah Ta'ala (Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas)

Download Ceramah Agama: Ustadz Ahmad Zainuddin – Cinta Dusta terhadap Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam (Bagian ke-2)

Share ceramah ini ke Facebook, Twitter dan Google+. Semoga menjadi tausiyah yang bermanfaat bagi seluruh Muslimin.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.