Rodja Peduli

Al-Ibaanatu Ash-Shughraa (Al-Ibanah Ash-Shughra)

Kewajiban Berpegang Teguh dengan Sunnah – Poin 78-85 – Kitab Al-Ibanah Ash-Shughra (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

By  |  pukul 12:10 pm

Terakhir diperbaharui: Rabu, 18 Februari 2015 pukul 8:10 am

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=11612

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.

Berikut ini merupakan rekaman kajian kitab Al-Ibanah Ash-Shughra karya Imam Ibnu Baththah Al-‘Ukbariy yang disampaikan pada Selasa pagi, 27 Rabiul Akhir 1436 / 17 Februari 2015, pukul 08:00-09:00 WIB. Kajian ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary. Pada kajian kali ini beliau akan membahas Poin 78 hingga 85, yaitu tentang “Kewajiban Berpegang Teguh dengan Sunnah“, setelah sebelumnya menjelaskan Poin 74-77. Semoga bermanfaat

[sc:status-al-ibanah-ash-shughra-ustadz-abu-ihsan-2013]

Ringkasan Ceramah Agama Islam: Kitab Al-Ibanah Ash-Shughra – Kewajiban Berpegang Teguh dengan Sunnah

Pada poin ke-78, Imam Ibnu Baththah Al-‘Ukbariy rahimahullah membawakan perkataan Maimun bin Mihran ketika menjelaskan firman Allah Ta’ala:

فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ

“Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya).” (QS An-Nisa [4]: 59)

Beliau menjelaskan bahwa makna dari dikembalikan kepada Allah yaitu dikembalikan kepada Al-Qur’an, sedangkan makna dikembalikan kepada Rasul yaitu dikembalikan kepada As-Sunnah.

Pada poin ke-80 Imam Ibnu Baththah Al-‘Ukbariy rahimahullah membawakan perkataan Yahya bin Abi Katsir rahimahullah:

السنةُ قاضيةٌ على الكتاب، وليس الكتابُ قاضيًا على السنة

Baca Juga:
Orang-Orang Yang Paling Merugi Amalnya - Khutbah Jum'at

“As-Sunnah menjelaskan dan menafsirkan Al-Qur’an, dan bukanlah Al-Qur’an itu yang menjadi penjelas dari As-Sunnah.”

Pada poin ke-82 Imam Ibnu Baththah Al-‘Ukbariy rahimahullah membawakan perkataan Sa’id bin Jubair rahimahullah ketika menjelaskan firman Allah Ta’ala:

وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِّمَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحاً ثُمَّ اهْتَدَى

“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.” (QS Thaha [20]: 82)

Beliau menjelaskan bahwa yang dimaksud “tetap di jalan benar” di ayat tersebut adalah istiqamah mengikuti sunnah dan jamaah.

Simak penjelasan lengkap dari poin-poin tersebut di dalam rekaman ceramah agama yang dismapaikan oleh Ustadz Abu Ihsan ini. Download ceramahnya dan simak juga sesi tanya-jawab yang ada dipenghujung pembahasan tersebut.

Download Ceramah Agama Islam: Kajian Kitab Al-Ibanah Ash-Shughra: Kewajiban Berpegang Teguh dengan Sunnah (Poin 78-85)

Mari turut bagikan hasil rekaman ataupun link download kajian yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki, agar orang lain turut mendapatkan manfaatnya. Jazakumullahu Khairan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.