Rodja Peduli

Al-Adabul Mufrad

Keutamaan Orang yang Memelihara Anak Yatim hingga Jadilah untuk Anak Yatim seperti Seorang Bapak yang Penyayang – Hadits 131-140 – Kitab Adabul Mufrad (Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.)

By  |  pukul 9:40 pm

Terakhir diperbaharui: Sabtu, 21 Februari 2015 pukul 3:03 pm

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=11725

Ceramah oleh: Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.

Berikut, kita kembali dapat menyimak ceramah agama Islam dari kitab Adabul Mufrad yang kali ini banyak membahas tentang memelihara anak yatim dan keutamaannya. Sebelumnya, kita telah selesai membahas dari kitab ini tentang Bab Pengaduan Tetangga hingga Bab Berbuat Baik kepada Orang yang Baik maupun Jahat dari Hadits 124-130. Kemudian pada kesempatan yang live pada Senin malam, 27 Rabi’uts Tsani 1436 / 16 Februari 2015 ini, kita akan berlanjut pada pembahasan Bab Keutamaan Orang yang Memelihara Anak Yatim hingga Bab Jadilah untuk Anak Yatim seperti Seorang Bapak yang Penyayang dari Hadits 131-140.

NB: Mohon maaf, pada bagian awal dan bagian tanya-jawab dari kajian ini berkualitas suara yang kurang baik karena kendala teknis.

[sc:status-adabul-mufrad-ustadz-syafiq-riza-basalamah-2014]

Ringkasan Kajian Kitab Adabul Mufrad

Daftar Isi

Baca Juga:
Larangan Laki-Laki Memakai Emas dan Sutra

Bab ke-73: Bab Keutamaan Orang yang Memelihara Anak Yatim (باب فضل من يعول يتيما)

[03:01]

Hadits ke-131: Keutamaan Menanggung Kehidupan Janda dan Miskin

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

السَّاعِي عَلَى الأَرْمَلَةِ وَالْمَسَاكِينِ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ، وَكَالَّذِي يَصُومُ النَّهَارَ وَيَقُومُ اللَّيْلَ

“Orang yang berusaha membiayai / menanggung kehidupan orang yang tidak memiliki suami (baik suaminya meninggal dunia, diceraikan, atau belum menikah) dan orang miskin, dia bagaikan mujahid fisabilillah, dia seperti orang yang puasa di siang hari dan shalat di malam hari (qiyamul lail).”

Bab ke-74: Bab Keutamaan Orang yang Memelihara Anak Yatim Miliknya (باب فضل من يعول يتيما له)

[11:03]

Hadits ke-132: Keutamaan Merawat Anak Yatim Miliknya

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata:

جَاءَتْنِي امْرَأَةٌ مَعَهَا ابْنَتَانِ لَهَا ، فَسَأَلَتْنِي فَلَمْ تَجِدْ عِنْدِي إِلا تَمْرَةً وَاحِدَةً ، فَأَعْطَيْتُهَا ، فَقَسَمَتْهَا بَيْنَ ابْنَتَيْهَا ، ثُمَّ قَامَتْ فَخَرَجَتْ ، فَدَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَحَدَّثْتُهُ ، فَقَالَ : مَنْ يَلِي مِنْ هَذِهِ الْبَنَاتِ شَيْئًا ، فَأَحْسَنَ إِلَيْهِنَّ ، كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنَ النَّارِ

“Telah datang kepadaku seorang wanita, yang wanita itu membawa dua putrinya. Dia meminta kepadaku ketika aku tidak mendapati di sisiku kecuali 1 buah kurma, maka aku berikan kurma itu kepada wanita tersebut. Kemudian kurma tersebut dibagi dua diberikan kepada kedua putrinya (sedangkan dia tidak memperoleh apa-apa), lalu dia berdiri dan pergi. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang, maka aku bercerita kepada beliau, maka Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuan ini, lalu dia berbuat baik kepadanya, maka mereka akan menjadi tabir dari api neraka.””

Baca Juga:
Larangan Makan Bangkai, Darah, dan Daging Babi - Ensiklopedi Larangan dalam Islam (Ustadz Mahfudz Umri, Lc.)

Bab ke-75: Bab Keutamaan Orang yang Merawat Anak Yatim-Piatu (باب فضل من يعول يتيما من بين أبويه)

[21:27]

Hadits ke-133: Keutamaan Merawat Anak Yatim

Dari Murrah Al-Fihri radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

” أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ كَهَاتَيْنِ ، أَوْ كَهَذِهِ مِنْ هَذِهِ ” . شَكَّ سُفْيَانُ فِي الْوُسْطَى وَالَّتِي تَلِي الإِبْهَامَ .

“Aku bersama orang yang menanggung / memelihara anak yatim di surga seperti dua jari ini atau seperti ini dari jari-jari ini.” Sufyan bimbang mengenai jari tengah dan jari telunjuk.”

Bab ke-76: Bab Sebaik-baik Rumah adalah Rumah yang di Dalamnya Ada Anak Yatim yang Dirawat dengan Baik (باب خير بيت بيتٌ فيه يتيم يُحْسَنُ إليه)

[29:47]

Hadits ke-137: (Hadits Dha’if)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

خَيْرُ بَيْتٍ فِي الْمُسْلِمِينَ بَيْتٌ فِيهِ يَتِيمٌ يُحْسَنُ إِلَيْهِ ، وَشَرُّ بَيْتٍ فِي الْمُسْلِمِينَ بَيْتٌ فِيهِ يَتِيمٌ يُسَاءُ إِلَيْهِ ، أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ كَهَاتَيْنِ ، يُشِيرُ بِإِصْبَعَيْهِ

“Sebaik-baik rumah di kalangan kaum Muslimin adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim yang dirawat dengan baik. Dan seburuk-buruk rumah di kalangan kaum Muslimin adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim yang didzalimi.”

Hadits ini dha’if.

Bab ke-77: Bab Jadilah untuk Anak Yatim seperti Seorang Bapak yang Penyayang (باب كن لليتيم كالأب الرحيم)

[33:50]

Hadits ke-138: Atsar tentang Jadilah Bapak yang Penyayang untuk Anak Yatim

Dari ‘Abdurrahman bin Abza radhiyallahu ‘anhu:

قَالَ دَاوُدُ : كُنَّ لِلْيَتِيمِ كَالأَبِ الرَّحِيمِ ، وَاعْلَمْ أَنَّكَ كَمَا تَزْرَعُ كَذَلِكَ تَحْصُدُ ، مَا أَقْبَحَ الْفَقْرَ بَعْدَ الْغِنَى ، وَأَكْثَرُ مِنْ ذَلِكَ ، أَوْ أَقْبَحُ مِنْ ذَلِكَ ، الضَّلالَةُ بَعْدَ الْهُدَى ، وَإِذَا وَعَدْتَ صَاحِبَكَ فَأَنْجِزْ لَهُ مَا وَعَدْتَهُ ، فَإِنْ لا تَفْعَلْ يُورِثُ بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ ، وَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ صَاحِبٍ إِنْ ذَكَرْتَ لَمْ يُعِنْكَ ، وَإِنْ نَسِيتَ لَمْ يُذَكِّرْكَ .

Baca Juga:
Adab ketika Kita Dighibahi oleh Orang Lain - Bagian ke-2 (Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc.)

“Telah berkata Nabi Dawud ‘alaihis salam, “Jadilah engkau untuk anak yatim seperti bapak yang pengasih. Ketahuilah apa yang kau tanam itu yang kau tuai (panen). Betapa buruknya kemiskinan setelah kaya. Yang lebih buruk dari itu adalah kesesatan setelah mendapat hidayah. Kalau engkau berjanji dengan sahabatmu, maka tepati janjimu, kalau engkau tidak menepati janjimu maka perlakuanmu itu akan menumbuhkan permusuhan antara engkau dengannya. Dan kau berlindunglah dari teman, di mana kalau engkau sebutkan kebutuhanmu, dia tidak membantumu dan kalau engkau lupa, dia tidak mengingatkanmu.”

Download ceramah agama Islam seputar akhlak dan adab, terutama kepada anak yatim, yang dibahas dalam kitab Al-Adabul Mufrad, karya Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu Ta’ala.

Download Rekaman Kajian Kitab Adabul Mufrad: Bab Keutamaan Orang yang Memelihara Anak Yatim hingga Bab Jadilah untuk Anak Yatim seperti Seorang Bapak yang Penyayang (Hadits 131-140)

Ayo share ke Facebook, Twitter, dan Google+. Semoga banyak Muslimin yang dapat memetik faedah ilmu hingga beramal dengannya.

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.