Telegram Rodja Official

Lau Kaana Khairan Lasabaquuna Ilaihi – Bagian ke-1 (Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat)

By  |  pukul 2:00 pm

Terakhir diperbaharui: Selasa, 08 Sya'ban 1436 / 26 Mei 2015 pukul 11:44 am

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=11894

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat

Berikut ini merupakan rekaman tabligh akbar Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat hafidzahullah di Masjid Nurul Iman Kementrian Pertanian Jl. Harsono RM 3 Ragunan, Jakarta Selatan. Pada tabligh akbar dan kajian tersebut beliau membawakan sebuah tema yang berkaitan dengan aqidah dan manhaj dalam beragama, yaitu “Lau Kaana Khairan Lasabaquuna Ilaihi“. Suatu kaidah penting yang mengharuskan kita mengikuti pemahaman para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam menjalankan agama Islam yang mulia ini. Tabligh akbar ini disiarkan secara live di Radio Rodja dan RodjaTV pada Ahad pagi, 10 Jumadal Ula 1436 / 1 Maret 2015. Semoga bermanfaat.

Rekaman video: Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat – Lau Kaana Khairan Lasabaquuna Ilaihi (Bagian ke-1)

Dilanjutkan kepada: Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat – Lau Kaana Khairan Lasabaquuna Ilaihi (Bagian ke-2)

Ringkasan Ceramah Agama Islam dan Tabligh Akbar: Lau Kaana Khairan Lasabaquuna Ilaihi

Pembahasan pada tabligh akbar dan kajian kali ini adalah penjelasan dari sebuah perkataan yang sangat indah dan maknanya sangat besar yang seringkali dibawakan juga oleh para ulama baik secara lisan maupun tulisan, yaitu:

Baca Juga:  Keutamaan Sahabat Nabi dan Aqidah Ahlus Sunnah terhadap Para Sahabat - Bagian ke-3 - Kitab I'tiqad Ahlus Sunnah lil Imam Abi Bakr Al-Isma'ili (Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A.)

لَوْ كَانَ خَيْرًا لَسَبَقُوْنَا إِلَيْهِ

“Kalau sekirannya perbuatan itu baik tentulah para sahabat telah mendahului kita dalam mengamalkannya.”

Di antara ulama yang mengucapkan perkataan ini adalah Al-Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah di dalam tafsirnya, ketika menafsirkan Surat An-Najm ayat 38 dan 39. Allah Ta’ala berfirman:

أَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى، وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَى

“(Yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” (QS An-Najm [53]: 38-39)

Dari ayat yang mulia ini, Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah bersama ulama yang mengikutinya dari kalangan Madzhab Syafi’i telah mengeluarkan sebuah hukum dan keputusan yang menyatakan bahwa bacaan Al-Quran tidak akan sampai hadiah pahalanya kepada orang yang telah mati. Hal itu karena bacaan itu bukan termasuk dari amal dan usaha mereka.

Baca Juga:  Kedudukan di Dunia ini Diraih dengan Ilmu dan Amal (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

Oleh karena itu pula Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mensyariatkan umatnya untuk menghadiahkan bacaan Al-Quran kepada orang yang telah mati, dan tidak pula pernah menggemakannya atau memberikan petunjuk kepada mereka baik itu dengan nash dalil secara langsung maupun dengan isyarat. Dan tidak pernah dinukil dari seorang pun di antara para sahabat bahwa mereka pernah mengirimkan bacaan Al-Quran kepada orang yang telah mati.

Kemudian Al-Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan:

لَوْ كَانَ خَيْرًا لَسَبَقُوْنَا إِلَيْهِ

“Kalau sekirannya perbuatan itu baik tentulah para sahabat telah mendahului kita dalam mengamalkannya.”

Beliau juga menjelaskan bahwa dalam masalah ibadah itu hanya terbatas pada dalil dan tidak boleh dipalingkan dengan berbagai macam qiyas dan ra’yu, yaitu akal pikiran manusia.

Jika ada suatu amalan yang baik pasti para sahabat telah mendahului kita dalam mengamalkannya. Hal itu karena tidak ada suatu amal dari amalan-amalan yang ada di dalam Islam yang luput dari para sahabat. Karena Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan kepada mereka segala sesuatunya, sampai adab buang hajat pun telah diajarkan.

Baca Juga:  Bab Tathayyur / Merasa Sial karena Sesuatu - Bagian ke-4 - Kitab Al-Qaulul Mufid (Ustadz Abu Haidar As-Sundawy)

Bagaimana penjelasan selengkapnya tentang perkataan dan kaidah Lau Kaana Khairan Lasabaquuna Ilaihi ini? Silakan simak uraian dan penjelasannya oleh Ustadz Abdul Hakim Abdat di dalam rekaman ceramah agama ini, atau Anda bisa mendengarkannya langsung melalui player yang tersedia di bawah ini. Semoga bermanfaat.

Download Ceramah Agama: Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat – Lau Kaana Khairan Lasabaquuna Ilaihi

Mari bagikan link ceramah agama dan kajian ini, ke Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga bermanfaat bagi kita dan juga bagi orang lain. Jazakumullahu khairan.

Telegram Rodja Official

2 Comments

  1. takdir

    Senin, 11 Jumadil awal 1436 / 02 Maret 2015 at 18:30

    Alhamdulillah

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.