Telegram Rodja Official

Spesial

Syiah (Arsip Download)

By  | 

Halaman ini dikhususkan untuk ceramah agama Islam dan tanya-jawab tentang Syiah. Syiah tidak lain tidak bukan merupakan salah satu aliran sesat yang akhir-akhir ini populer dikabarkan akan perkembangan / penyebarannya di beberapa negara, tidak terkecuali Indonesia, yang dalam perjalanan perkembangannya acap kali membuat kaum Muslimin terkecoh karena aliran ini menyebut dirinya sebagai bagian dari Islam, padahal sejatinya bukan, bahkan merupakan aliran sesat pertama yang muncul setelah wafatnya Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Di Indonesia sendiri, kesesatan Syiah telah difatwakan melalui surat edaran Kementerian Agama tertanggal 5 Desember 1983 dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) MUI pada 7 Maret 1984 di Jakarta, di mana dinyatakan bahwa Syiah tidak sesuai dan bahkan bertentangan dengan ajaran Islam serta perlu diwaspadai menyusupnya paham Syiah serta perbedaan pokoknya dengan ajaran Ahli Sunnah wal Jama’ah.

Pembahasan lengkap dan komprehensif mengenai agama Syiah bisa Anda peroleh melalui arsip download ini, mulai dari asal-usul Syiah hingga fakta perkembangannya saat ini.

Ceramah seputar Syiah

1. Menetapkan 4 Khilafah (Bagian ke-1: Abu Bakar Ash-Shiddiq dan ‘Umar bin Khaththab) serta Membongkar Hakikat Agama Syiah – Kitab I’tiqad Ahlus Sunnah lil Imam Abi Bakr Al-Isma’ili (Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A.)
2. Menetapkan 4 Khilafah (Bagian ke-2: ‘Utsman bin ‘Affan dan ‘Ali bin Abi Thalib) serta Membongkar Hakikat Agama Syiah – Kitab I’tiqad Ahlus Sunnah lil Imam Abi Bakr Al-Isma’ili (Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A.)
3. Perseteruan Sengit antara Allah dan Syi’ah (Ustadz Abu Qatadah)
4. Keutamaan Sahabat Nabi dan Aqidah Ahlus Sunnah terhadap Para Sahabat – Bagian ke-1 – Kitab I’tiqad Ahlus Sunnah lil Imam Abi Bakr Al-Isma’ili (Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A.)
5. Keutamaan Sahabat Nabi dan Aqidah Ahlus Sunnah terhadap Para Sahabat – Bagian ke-2 – Kitab I’tiqad Ahlus Sunnah lil Imam Abi Bakr Al-Isma’ili (Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A.)
6. Renungan Hati dan Nasihat bagi Kaum Muslimin – Penjelasan Ghadir Khum dan Perayaan Hari Asyura (Ustadz Abu Qatadah)
7. Keutamaan Sahabat Nabi dan Aqidah Ahlus Sunnah terhadap Para Sahabat – Bagian ke-3 – Kitab I’tiqad Ahlus Sunnah lil Imam Abi Bakr Al-Isma’ili (Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A.)
8. Keluarnya Imam Mahdi dan Keluarnya Dajjal – Kitab Al-Irsyad ila Shahih Al-I’tiqad (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.) – Perbedaan aqidah yang signifikan (jauh berbeda) antara Ahlus Sunnah dan Syiah dalam hal Imam Mahdi dan Dajjal
9. Sepak-terjang Syiah dari Masa ke Masa (Ustadz DR Ali Musri Semjan Putra, M.A.)
8. Hak-Hak Para Sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam – Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam (Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.)
10. Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah: Hadits 974-976 – TPP: Fitnah Akhir Zaman, Tips Selamat dari Fitnah, serta Jawaban atas Kebohongan dan Kesesatan Syiah (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)
11. Perangkap-Perangkap Syiah (Ustadz Abu Qatadah)

Baca Juga:
Iman Adanya Mizan dan Sirath di Hari Kiamat - Kitab Al-Ibanah (Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A.)

Insya Allah daftar ini akan terus diupdate.
Anda juga dapat mengikuti updatenya melalui:

tag: Syiah

Telegram Rodja Official

7 Comments

  1. firaz

    Selasa, 23 Rabiul akhir 1437 / 02 Februari 2016 at 13:48

    asalamu’alaikum ustad bagaimana menanggapi fitnah yang ditujukan pada pemerintah arab saudi bahwa dia bekerjasama dengan kaum yahudi untuk menghancurkan islam

  2. Yaakob Ismail

    Senin, 13 Muharram 1437 / 26 Oktober 2015 at 13:50

    Bolih di dengar dengan jelas

  3. hanggha prayoga

    Selasa, 30 Dzulhijjah 1436 / 13 Oktober 2015 at 19:57

    Assalamualaikum Ust,
    Saya pernah berdebad dengan pengikut syiah, saya bertanya apakah syiah ada saat Rasullullah atau setelah wafatnya Rasullullah, lalu lawan debat saya menjawab bahwa syiah ada saat Rasullullah masih hidup dengan mengirimkan beberapa pendapat dibawah ini:
    Tafsir ad-Dur al-Mantsur karya as-
    Suyuthi:

    1 Ibn ‘Asakir meriwayatkan bahwa Jabir bin Abdillah berkata: “Kami bersama
    Rasulullah saw, ketika itu Ali datang. Maka beliau bersabda, “Demi Yang
    jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya dia ini dan syiahnya adalah orang orang
    yang berjaya pada hari kiamat.(Tafsir ad-Dur al-Mantsur/as-Suyuthi, juz 6, hal 379; Tarikh Dimasyq, juz 2, hal 348.)

    Lalu turun ayat:

    “Sesungguhnya orang‐orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu
    adalah sebaik‐baik makhluk. (QS al‐Bayinah: 7)

    Semenjak itu para sahabat Nabi saw apabila Ali datang, maka
    mereka berkata: “Khairul bariyah (sebaik-baik manusia) datang.”

    2- As-Suyuthi juga menyampaikan:

    Ibn ‘Adi meriwayatkan bahwa Ibn Abbas berkata: “Ketika turun
    ayat:

    “Sesungguhnya orang‐orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu
    adalah sebaik‐baik makhluk.” (QS al‐Bayinah: 7)
    Rasulullah saw bersabda kepada Ali:

    “Dia (Khairul bariyah) itu adalah engkau dan syiahmu pada hari kiamat
    dalam ridha dan diridhai.” (Tafsir ad-Dur al-Mantsur/as-Suyuthi, juz 6, hal 379, cetakan al-Yamaniah al-Qahirah
    tahun 1314; Juga disampaikan semakna itu oleh Khawarizmi dalam kitab “Manaqib”nya,
    hal 66.)

    3- Ath-Thabari dalam kitab “Tafsir”nya menyampaikan:

    Diriwayatkan dari Abu al-Jarud dari Muhammad bin Ali –tentang kalimat ayat
    “adalah sebaik-baik makhluk”–, Rasulullah saw bersabda: “Itu adalah
    engkau wahai Ali dan syi’ahmu.”

    4- Al-Khawarizmi dalam kitab “Manaqib”nya menyampaikan:

    Dari jalur Ibn Mardawaih riwayat dari Yazid bin Syarahil al-Anshari penulis
    Ali as; ia berkata: “Aku mendengar Ali mengatakan, “Rasulullah saw berkata
    kepadaku dengan disandarkan kepalanya ke dadaku:
    “Hai Ali, tidakkah engkau mendengar firman Allah swt:

    “Sesungguhnya orang‐orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu
    adalah sebaik‐baik makhluk. (QS al‐Bayinah: 7)
    “ialah engkau dan syi’ahmu. Janjiku dan janji kalian adalah al-Haudh (telaga
    surgaku). Bila umat manusia digiring untuk dihisab, kalian akan dipanggil
    “Ghurrun Muhajjalîn” (yang putih bercahaya).”(Al-Manaqib/al-Khawarizmi, hal 178.)

    5-Penulis kitab al-Ghadir menyampaikan:

    Jamaluddin Zarandi meriwayatkan dari Ibn Abbas ra: Ketika ayat itu turun,
    Nabi saw berkata kepada Ali: “Dia adalah engkau dan syi’ahmu. Pada hari
    kiamat engkau dan syiahmu akan datang dengan ridha dan diridhai,
    sedangkan musuhmu datang dengan perasaan marah dan dipaksakan.”
    Ali bertanya, “Siapakah musuhku?”
    Beliau saw menjawab, “mereka adalah orang yang berlepas diri darimu dan
    mengutukmu.” Kemudian saw berkata lagi, “Allah merahmati Ali, Allah
    merahmatinya.” (Merujuk kitab al-Ghadir, juz 2, hal 58; ash-Shawaiq al-Muhriqah/Ibn Hajar, hal 182.)

    Mohon penjelasannya, terima kasih

    • Radio Rodja

      Rabu, 01 Muharram 1437 / 14 Oktober 2015 at 05:35

      Wa’alaikumsalam

      Jika memang ada istilah “Syiah” dalam beberapa riwayat maka yang dimaksud adalah pendukung, karena memang makna dari syiah secara bahasa itu adalah pendukung. Adapun Syiah yang dimaksud dan dipahami berikutnya (hingga saat ini) adalah kelompok Rafidhoh yang sangat bersebrangan dan berlawanan dengan ajaran Islam.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.