Telegram Rodja Official

Bahaya Kezaliman dan Keutamaan Memaafkan Orang Lain – Aktualisasi Akhlak Muslim (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

By  |  pukul 3:10 pm

Terakhir diperbaharui: Rabu, 07 Jumadil akhir 1437 / 16 Maret 2016 pukul 11:38 am

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=12524

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.

Ceramah agama yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary ini merupakan hasil rekaman pada Senin, 9 Jumadal Akhirah 1436 / 30 Maret 2015. Ceramah agama ini berkaitan dengan seri pembahasan Aktualisasi Akhlak Muslim, yang sangat penting untuk diketahui oleh setiap muslim. Pada pertemuan sebelumnya beliau telah menjelaskan tentang “Jauhilah Kezaliman dan Takutlah akan Doa Orang yang Terzalimi“, dan kali ini beliau akan membawakan kajian denga tema “Bahaya Kezaliman dan Keutamaan Memaafkan Orang Lain“.

Rekaman video: Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A. – Jauhilah Kezaliman dan Takutlah akan Doa Orang yang Terzalimi dari Buku Aktualisasi Akhlak Muslim

Ringkasan Ceramah Agama: Aktualisasi Akhlak Muslim

Akhlak Muslim kepada Sesama Manusia: Bahaya Kezaliman dan Keutamaan Memaafkan Orang Lain

Orang yang zalim pasti merasakan pahit merasakan pahit kezalimannya, cepat atau lambat, di dunia dan di akhirat. Sebab, tidak ada dosa yang lebih layak dipercepat siksanya daripada kezaliman. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Baca Juga:  Taubat - Bagian ke-1 - Bimbingan Islam (Ustadz Jazuli, Lc.)

مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ لِصَاحِبِهِ الْعُقُوبَةَ فِي الدُّنْيَا , مَعَ مَا يُدَّخَرُ لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْبَغْيِ , وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ

“Tidak ada dosa yang patut dipercepat siksanya di dunia oleh Allah kepada pelakunya, selain ia kelak mendapatkan siksaan di akhirat, daripada dosa kezaliman dan memutus tali kekerabatan.” (HR At-Tirmizi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahihul Jami no. 5704)

Orang yang zalim akan dibenci dan dijauhi oleh manusia. Dan Allah akan mencegah hidayahNya dari orang tersebut. Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ اللّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

“Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS Al-Maidah [5]: 51)

Baca Juga:  Mukadimah - Bagian ke-3 - Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. 'Abdur Razzaq Al-Badr)

Kemudian, tidak ada manusia yang sucu dan bersih dari kekeliruan terhadap sesama, selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Wajar saja kerena manusia memang gudangnya salah dan lupa. Baik itu yang disengaja ataupun tidak, sebagian mereka kerap kali menyakiti perasaan ataupun menzalimi seseorang.

Meskipun demikian, semua itu tidak akan sampai merusak hubungan apabila setiap kita mudah memaafkan kekeliruan orang lain. Sungguh, mudah memaafkan kealpaan sesama merupakan akhlak mulia insan yang bertakwa. Dan sifat ini pulan yang menjadi salah satu karakter sufat penghuni surga.

Bagaimana penjelasan selengkapnya mengenai sifat adil, zalim serta saling memaafkan ini? Download segera dan simak ceramah agama ini. Semoga bermanfaat.

Baca Juga:  Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah: Hadits 1028-1033 - TPP: Pertolongan Allah kepada Orang yang Berniat Membayar Hutang hingga Bahaya Riba (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Download Ceramah Agama “Akhlak Muslim kepada Sesama Manusia”: Bahaya Kezaliman dan Keutamaan Memaafkan Orang Lain

Mari turut bagikan hasil rekaman ataupun link ceramah agama yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki, agar orang lain bisa turut mengambil manfaatnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.