Telegram Rodja Official

Kaidah-Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami

Hal-Hal yang Tidak Disyaratkan Niat Padanya – Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami (Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.)

By  | 

Kajian kaidah fiqih oleh: Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.

Berikut ini merupakan rekaman dari pelajaran Kaidah Fiqih yang disampaikan oleh Ustadz Kurnaedi pada Kamis pagi, 26 Jumadal Akhirah 1436 / 16 April 2015 di Radio Rodja dan RodjaTV. Kajian ini membahas buku “Kaidah-Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami” karya Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf hafidzahullah. Pada pertemuan yang lalu, Ustadz Kurnaedi telah menjelaskan kaidah fiqih yang berbunyi “Azam yang Kuat Bisa Mendatangkan Pahala atau Dosa yang Sempurna“, dan pada pertemua kali ini, beliau akan menyampaikan tentang kaidah fiqih yang berbunyi “Hal-Hal yang Tidak Disyaratkan Niat Padanya“. Semoga bermanfaat.

Ringkasan Kajian Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami

Kaidah Fiqih: Hal-Hal yang Tidak Disyaratkan Niat Padanya

Pada kajian kali ini, Ustadz Kurnaedi akan membahas dan menjelaskan tentang kaidah fiqih yang masih berhubungan dengan permasalah niat. Kaidah itu berbunyi:

الطروق لا تشترط لها النية

“Perkaran-perkara yang tidak disyaratkan niat padanya”

Para ulama fiqih menyebutkan bahwa perbuatan-perbuatan yang tidak perlu adanya niat adalah perkara-perkara yang secara umum dilarang untuk dikerjakan, maka hal ini tidak disyarat niat.

Baca Juga:
Kitab Permulaan Wahyu, Penjelasan tentang Niat - Hadits 1, Bagian ke-2 - Kitab Shahih Bukhari (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Kaidah ini adalah pengecualian dari kaidah niat, berhubungan dengan perkara-perkara yang tidak dikerjakan dari hal-hal yang diharamkan, dimakruhkan, dan yang dimasukkan ke dalam perkara-perkara tersebut. Seperti menghilangkan hal-hal yang najis. Kaidah ini memberikan faidah bahwa meninggalkan hal-hal terlarang itu tidak membutuhkan dan tidak disyaratkan adanya niat. Hal itu karena dengan meninggalkan hal yang dilarang walaupun tidak ada niatan, maka maksud syariat sudah terpenuhi. Tetapi jika ingin mendapatkan pahala maka butuh adanya niat.

Maka niat yang ada tersebut merupakan syarat untuk mendapatkan pahala, bukan merupakan syarat dari meninggalkan perbuatan yang dilarang tersebut.

Silakan simak kajian selengkapnya yang berkaitan dengan niat di dalam rekaman kajian yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi ini. Semoga bermanfaat.

Download Kajian Kaidah Fiqih: Hal-Hal yang Tidak Disyaratkan Niat Padanya

Jangan lupa untuk turut membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah membalas kebaikan Anda dengan pahala yang besar.

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.