Telegram Rodja Official

Al-'Aqiidatu Awwalan Lau Kaanuu Ya'lamuun (Aqidah Prioritas Utama)

Penyimpangan-Penyimpangan seputar Kubur – Bagian ke-1 – Aqidah Prioritas Utama (Ustadz Arman Amri, Lc.)

By  |  pukul 8:10 am

Terakhir diperbaharui: Selasa, 28 April 2015 pukul 2:36 pm

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=13099

Ceramah agama Islam disampaikan oleh: Ustadz Arman Amri, Lc.

Kajian ini disiarkan live pada Selasa, 2 Rajab 1436 / 21 April 2015 pukul 05:30 – 07:00 WIB di Radio Rodja. Kajian yang disampaikan oleh Ustadz Arman Amri ini merupakan seri pembahasan kitab Al-Aqidatu Awwalan Lau Kanu Ya’lamun karya Syaikh Abu Islam Shalih bin Thaha Abdul Wahidhafidzahullah. Pada kajian sebelumnya beliau telah menjelaskan tentang Peristiwa di Alam Kubur (Bagian ke-2), dan kali ini, beliau akan melanjutkannya dengan tema “Penyimpangan-Penyimpangan seputar Kubur (Bagian ke-1)“. Download ceramah agamanya lengkap dengan sesi tanya-jawabnya.

Ringkasan Ceramah: “Penyimpangan-Penyimpangan seputar Kubur (Bagian ke-1)”

Di antara penyimpangan-penyimpangan yang sering kali masih dilakukan oleh sebagian kaum muslimin yang terkait dengan permasalah kubur adalah sebagai berikut:

1. Mentalqinkan mayit di sisi kuburnya, hal ini biasa dengan tujuan mengajarkan beberapa jawaban kepada si mayit agar nantinya si mayit bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir. Hal yang disunnahkan adalah mentalqin seseorang ketika menghadapi sakaratul maut dengan kalimat “laa ilaaha illallah“, bukan mentalqinkan setelah seseorang sudah berada di dalam kuburnya.

Termasuk dalam hal ini adalah mengumandangkan adzan di atas kubur. Perlu diketahui bahwa, adzan adalah panggilan bagi orang-orang yang masih hidup agar mereka shalat dan hal itu dilakukan di masjid-masjid, bukan di kuburan.

Baca Juga:
Aqidah Ahlussunnah Tentang Sifat Allah Al-Istiwa - Kitab Al-Ibanah (Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A.)

2. Berbaris di atas kubur kemudian menyalami keluarga yang tertimpa musibah. Padahal yang disunnahkan adalah masing-masing mendo’akan si mayit agar diampuni dosa-dosanya dan dimudahkan untuk bisa menjawab pertanyaan Malaikat.

3. Dengan sengaja menginjak-injak atau duduk-duduk di atas kuburan, atau bahkan ada yang buang air di kuburan, maka semua ini dilarang di dalam Islam.

4. Membangun bangunan di atas kuburan, termasuk di dalamnya adalah meninggikan kuburan melebihi yang sejengkal. Kita juga dilarang untuk menuliskan sesuatu di atas kuburan.

Penyimpangan-penyimpangan tersebut tentunya harus dijauhi dan tidak kita lakukan karena hal tersebut tidak pernah dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Bagaimana penjelasan selengkapnya dari pembahasan tentang “Penyimpangan-Penyimpangan seputar Kubur” ini? Silakan download dan dengarkan kajiannya sekarang juga. Semoga bermanfaat.

Download Kajian Kitab Al-Aqidah Awwalan Lau Kanu Ya’lamun

Jangan lupa untuk turut menyebarkan link download kajian ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, google+, atau yang lainnya. Semoga Allah mencatatnya sebagai amal kebaikan.

1 Comment

    Leave a Reply

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    78 ÷ = 13

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.