Telegram Rodja Official

Bab Menghina Pembantu dan Budak hingga Bab Memberikan Nafkah kepada Budak dan Pembantu Bernilai Sedekah – Hadits 189-197 – Kitab Adabul Mufrad (Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.)

By  |  pukul 9:40 pm

Terakhir diperbaharui: Selasa, 09 Rajab 1436 / 28 April 2015 pukul 9:51 am

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=13108

Ceramah oleh: Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.

Alhamdulillah, kita dapat melanjutkan kembali pelajaran-pelajaran berharga dari kitab Adabul Mufrad karya Imam Bukhari bersama Ustadz Syafiq Riza Basalamah, di mana pada pertemuan sebelumnya telah selesai dibahas tentang Pembalasan / Qishash Budak dan Berikan Pakaian kepada Budak dari Apa yang Kalian Pakai (Hadits 181-188). Pada perjumpaan ilmiah yang tayang live pada Senin malam, 2 Rajab 1436 / 20 April 2015, pukul 20:00-21:30 WIB, kita masih akan membahas bab-bab seputar budak dan pembantu, di antaranya:
1. Bab Menghina Pembantu dan Budak (Bab ke-96),
2. Bab Apakah Seorang Majikan Memberikan Bantuan kepada Pembantu dan Budaknya (Bab ke-97),
3. Bab Budak Tidak Diberi Pekerjaan yang Tidak Bisa Dilaksanakannya (Bab ke-98), dan
4. Bab Memberikan Nafkah kepada Budak dan Pembantu Bernilai Sedekah (Bab ke-99).
Pembahasan keempat 4 bab tersebut adalah didasar atas Hadits 189-197. Silakan download rekaman ceramah agama Islam ini sekarang juga.

Program Kajian Kitab Adabul Mufrad - Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. di Radio Rodja

Simak program ini di Radio Rodja dan Rodja TV setiap:Senin malam, 20:00-21:30 WIB

Status program Kajian Kitab Adabul Mufrad: AKTIF

Ringkasan Kajian Kitab Adabul Mufrad

Bab ke-96: Bab Menghina Pembantu dan Budak (باب سباب العبيد)

[05:07]

Hadits ke-189: Atsar tentang Memberi Makanan dan Pakaian kepada Budak sebagaimana Apa yang Kita Makan dan Pakai

Dari Al-Ma’rur bin Suwaid rahimahullah, dia berkata:

Baca Juga:  Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah: Hadits ke-726 hingga ke-734 - TPP: Bila Istri Menginfaqkan Harta Suami & Empat Perangai Agung dan Jahiliyah (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

رَأَيْتُ أَبَا ذَرٍّ وَعَلَيْهِ حُلَّةٌ وَعَلَى غُلامِهِ حُلَّةٌ ، فَسَأَلْنَاهُ عَنْ ذَلِكَ ، فَقَالَ : إِنِّي سَابَبْتُ رَجُلا فَشَكَانِي إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ لِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَعَيَّرْتَهُ بِأُمِّهِ ؟ قُلْتُ : نَعَمْ ، ثُمَّ قَالَ : إِنَّ إِخْوَانَكُمْ خَوَلُكُمْ ، جَعَلَهُمُ اللَّهُ تَحْتَ أَيْدِيكُمْ ، فَمَنْ كَانَ أَخُوهُ تَحْتَ يَدَيْهِ فَلْيُطْعِمْهُ مِمَّا يَأْكُلُ ، وَلْيُلْبِسْهُ مِمَّا يَلْبَسُ ، وَلا تُكَلِّفُوهُمْ مَا يَغْلِبُهُمْ ، فَإِنْ كَلَّفْتُمُوهُمْ مَا يَغْلِبُهُمْ فَأَعِينُوهُمْ

“Aku melihat Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu memakai pakaian yang 1 setel dan budaknya pun sama 1 setel (padahal itu budak). Lalu aku bertanya kepada Abu Dzar tentang apa yang mendorong dia untuk menyamakan dirinya dengan budak dalam pakaian. Abu Dzarr menjelaskan, “Aku pernah mencela seseorang (dalam riwayat lain yang dicela adalah adalah Bilal bin Rabah radhiyallahu ‘anhu, seorang sahabat dari kalangan mantan budak), sehingga diadukan olehnya aku kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadaku, “Apakah kau menghina dia dengan (menyebut nama) ibunya?” Abu Dzarr menjawab, “Iya.” Kemudian Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya pembantu-pembantu / budak-budak kalian adalah saudara-saudara kalian. Allah menjadikan mereka di bawah kekuasaan kalian. Barangsiapa yang saudaranya di bawah kekuasaan dia, hendaklah dia memberikan makan seperti dia dari apa yang dia makan dan memberikan pakaian kepada dia seperti apa yang dia pakai. Jangan kalian memberikan pekerjaan kepada mereka sesuatu yang mereka tidak mampu melakukan. Kalau kalian memberikan suatu pekerjaan yang berat kepada mereka, maka bantulah mereka.”

Baca Juga:  Larangan Banyak Bersumpah - Kitab Tauhid (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr)

Ini adalah perlakuan kepada budak, apalagi kepada pembantu, di mana kita lebih harus berbuat baik lagi kepada pembantu, karena dia orang bebas (merdeka) yang mau bekerja kepada kita.

Bab ke-97: Bab Apakah Seorang Majikan Memberikan Bantuan kepada Pembantu dan Budaknya (باب هل يعين عبده)

[19:11]

Hadits ke-190: Atsar tentang Membantu Tugas Pembantu dan Budak (Atsar Dha’if)

Dari Salam bin ‘Amr rahimahullah, dari seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

رَأَيْتُ أَبَا ذَرٍّ وَعَلَيْهِ حُلَّةٌ وَعَلَى غُلامِهِ حُلَّةٌ ، فَسَأَلْنَاهُ عَنْ ذَلِكَ ، فَقَالَ : إِنِّي سَابَبْتُ رَجُلا فَشَكَانِي إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ لِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَعَيَّرْتَهُ بِأُمِّهِ ؟ قُلْتُ : نَعَمْ ، ثُمَّ قَالَ : إِنَّ إِخْوَانَكُمْ خَوَلُكُمْ ، جَعَلَهُمُ اللَّهُ تَحْتَ أَيْدِيكُمْ ، فَمَنْ كَانَ أَخُوهُ تَحْتَ يَدَيْهِ فَلْيُطْعِمْهُ مِمَّا يَأْكُلُ ، وَلْيُلْبِسْهُ مِمَّا يَلْبَسُ ، وَلا تُكَلِّفُوهُمْ مَا يَغْلِبُهُمْ ، فَإِنْ كَلَّفْتُمُوهُمْ مَا يَغْلِبُهُمْ فَأَعِينُوهُمْ

Baca Juga:  Bab Akhlak yang Mulia dan Tercelanya Sifat Kikir dan Seterusnya - Kitab Shahih Bukhari - Kajian Masjid Nabawi (Ustadz Abu 'Abdil Muhsin Firanda Andirja, M.A.)

“Budak-budak kalian adalah saudara-saudara kalian. Berbuatlah kalian kebaikan kepada mereka. Kalian meminta tolong kepada mereka untuk tugas-tugas yang kalian tidak mampu melaksanakannya. Dan bantulah mereka apabila kalian memberi tugas yang mereka tidak mampu melaksanakannya.”

Atsar ini sanadnya dha’if, namun secara makna adalah shahih seperti apa yang sudah kita kaji di hadits sebelumnya.

Hadits ke-190: Membantu Pekerjaan Pembantu dan Budak

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata:

أَعِينُوا الْعَامِلَ مِنْ عَمَلِهِ ، فَإِنَّ عَامِلَ اللَّهِ لا يَخِيبُ ، يَعْنِي : الْخَادِمَ

“Bantulah seorang pekerja itu dalam melaksanakan tugasnya. Sesungguhnya pekerja Allah tidak akan sia-sia: budak.”

Bab ke-98: Bab Budak Tidak Diberi Pekerjaan yang Tidak Bisa Dilaksanakannya (باب لا يكلف العبد من العمل ما لا يطيق)

[23:14]

Hadits ke-192: Hak Budak

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لِلْمَمْلُوكِ طَعَامُهُ وَكِسْوَتُهُ ، وَلا يُكَلَّفُ مِنَ الْعَمَلِ مَا لا يُطِيقُ

“Budak itu punya hak makan dan pakaian, serta tidak boleh diberikan pekerjaan yang dia tidak mampu mengerjakannya.”

Bab ke-99: Bab Memberikan Nafkah kepada Budak dan Pembantu Bernilai Sedekah (باب نفقة الرجل على عبده وخادمه صدقة)

[29:54]

Hadits ke-195:

Dari Miqdam radhiyallahu ‘anhu mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَا أَطْعَمْتَ نَفْسَكَ فَهُوَ صَدَقَةٌ ، وَمَا أَطْعَمْتَ وَلَدَكَ وَزَوْجَتَكَ وَخَادِمَكَ فَهُوَ صَدَقَةٌ

“Apa yang kau makan untuk dirimu itu bernilai sedekah, dan apa yang kau berikan kepada anakmu, istrimu, dan pembantumu itu bernilai sedekah.”

Jangan lewatkan untuk mendownload rekaman ceramah agama Islam dari kitab Adabul Mufrad yang mengupas tentang Bab 96-99 ini.

Download Rekaman Kajian Kitab Adabul Mufrad: Bab Menghina Pembantu dan Budak hingga Bab Memberikan Nafkah kepada Budak dan Pembantu Bernilai Sedekah (Hadits 189-197)

Bagikan pula ceramah ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ agar semakin banyak Muslimin mengenal adab kepada pembantu dan budak.

Telegram Rodja Official

1 Comment

    Tinggalkan Balasan

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.