Tafsir Dua Kalimat Syahadat (Syaikh Dr. Isma’il Ghasab Al-‘Adawi)

By  |  pukul 8:10 pm

Terakhir diperbaharui: Rabu, 20 Syawwal 1436 / 05 Agustus 2015 pukul 2:41 pm

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=15081

Ceramah agama Islam oleh: Syaikh Dr. Ism’il Ghasab Al-‘Adawi
Penerjemah: Ustadz Abdullah Taslim, M.A.

Berikut ini rekaman dari kajian dan ceramah agama Islam yang disampaikan oleh Syaikh Dr. Ismail Ghasab Al-‘Adawi pada Selasa, 12 Syawwal 1436 / 28 Juli 2015. Beliau merupakan da’i kementrian agama Qatar dan juga murid senior dari Syaikh Prof. Dr. Ibrahim Ar-Ruhaili. Pada kajian kali ini, beliau menyampaikan dan menjelaskan tentang “Tafsir Dua Kalimat Syahadat“. Silakan download rekamannya. Semoga bermanfaat.

Ringkasan Ceramah Agama: Tafsir Dua Kalimat Syahadat

Kalimat syahadat yang biasa disebut dengan kalimat Syahadatain adalah kelimat yang berbunyi:

أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ الله، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

Baca Juga:  Tanya-Jawab: Bagaimana menyikapi isu yang mengatakan bahwa pemerintah Saudi Arabia akan membongkar dan menghancurkan makam Nabi?

Kalimat ini merupakan dua kalimat yang sangat agung yang merupakan pembeda antara seorang muslim dan seorang kafir, serta pembeda antara ahli surga dan ahli neraka. Dan bagian kebaikan yang didapatkan oleh seorang muslim adalah sesuai dengan sejauh mana ia berusaha untuk mewujudkan pemahaman dan pengamalan dua kalimat ini dalam kehidupannya.

Maka dari itu wajib bagi setiap orang yang beriman kepada Allah Ta’ala untuk mengenal makna dan kandungan dua kalimat syahadat ini dengan pengenalan yang benar, dan setelah itu berusaha mempraktikkannya dalam kehidupannya dengan praktik yang benar. Karena dengan semakin menyempurnakan hal ini maka akan semakin sempurna pula kemuliaan dan kedudukannya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dua kalimat syahadat ini merupakan rukun Islam yang pertama dan yang paling utama di antara rukun-rukun yang ada. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Baca Juga:  Bab Menaati Ulama dan Umara dalam Mengharamkan yang Halal dan Sebaliknya Berarti Mempertuhankan Mereka - Bagian ke-3 - Kitab Al-Qaulul Mufid (Ustadz Abu Haidar As-Sundawy)

بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَالْحَجِّ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ

“Islam dibangun di atas lima rukun: Syahadat laa ilaaha illaallah dan (syahadat) Muhammad Rasulullah, menegakkan shalat, membayar zakat, menunaikan haji, dan puasa di bulan Ramadhan.”

Bagaimana penjabaran dari pembahasan tersebut? Simak penjelasan selengkapnya oleh Syaikh Dr. Ismail Ghasab Al-‘Adawi dan diterjemahkan oleh Ustadz Abdullah Taslim di dalam rekaman kajian ini. Semoga bermanfaat.

Download Ceramah Agama: Syaikh Dr. Ismail Ghasab Al-‘Adawi – Tafsir Dua Kalimat Syahadat

Jangan lupa untuk turut share link kajian dan ceramah agama ini ke Facebook, Twitter, dan Google+. Semoga hal tersebut dicatat sebagai amal shalih bagi kita semua. Aamiin.

Baca Juga:  Tanda-Tanda Kiamat Kecil yang Telah Terjadi - Bagian ke-1 - Aqidah Prioritas Utama (Ustadz Arman Amri, Lc.)

1 Comment

    Tinggalkan Balasan

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.