Makna dan Tafsir Syahadat “Muhammad adalah Rasulullah” (Syaikh Dr. Isma’il Ghasab Al-‘Adawi)

By  |  pukul 11:19 am

Terakhir diperbaharui: Kamis, 14 Syawwal 1436 / 30 Juli 2015 pukul 11:19 am

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=15086

Ceramah agama Islam oleh: Syaikh Dr. Ism’il Ghasab Al-‘Adawi
Penerjemah: Ustadz Abdullah Taslim, M.A.

Berikut ini rekaman dari kajian dan ceramah agama Islam yang disampaikan oleh Syaikh Dr. Ismail Ghasab Al-‘Adawi pada Selasa, 12 Syawwal 1436 / 28 Juli 2015. Beliau merupakan da’i kementrian agama Qatar dan juga murid senior dari Syaikh Prof. Dr. Ibrahim Ar-Ruhaili. Pada kajian kali ini, beliau menyampaikan dan menjelaskan tentang “Makna dan Tafsir Syahadat “Muhammad adalah Rasulullah”” setelah sebelumnya menjelaskan tentang Tafsir Dua Kalimat Syahadat. Silakan download rekamannya. Semoga bermanfaat.

Ringkasan Ceramah Agama: Makna dan Tafsir Syahadat “Muhammad adalah Rasulullah”

Telah dibahas sebelumnya tentang makna dan tafsir syahadat laa ilaaha illallah, dan sekarang kita akan membahas tentang makna dan tafsir syahadat Muhammad Rasulullah.

Baca Juga:  Kesyirikan adalah Perkara yang Paling Allah Larang - Kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq Al-Badr)

Syahadat yang kedua adalah syahadat yang berbunyi:

أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

“Aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba dan RasulNya”

Di dalam syahadat ini terkandung dua perkara yang sangat penting, di antara adalah:

Bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba Allah, yang artinya tidak boleh disembah, tidak boleh diserahkan kepadanya ibadah.
Bahwa beliau adalah utusan Allah, maka tidak boleh seorang pun mendustakannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki kedudukan ubudiyah sebagai hamba Allah Ta’ala sejati yang benar-benar merealisasikan penghambaan kepada Allah Ta’ala secara sempurna.

Maka dari itu Allah Subahanahu wa Ta’ala menamakan dan menmuji beliau serta meninggikan kedudukan beliau dengan disebutnya sebagai hamba dalam beberapa ayat Al-Qur’an.

Baca Juga:  Aqidah Ahlussunnah Tentang Khilafah

Allah Subahanahu wa Ta’ala berfirman:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya.” (QS Al-Isra [17]: 1)

Di ayat yang lain, Allah Ta’ala berfirman:

وَأَنَّهُ لَمَّا قَامَ عَبْدُ اللَّهِ يَدْعُوهُ كَادُوا يَكُونُونَ عَلَيْهِ لِبَداً

“Dan bahwasanya tatkala hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (mengerjakan ibadat), hampir saja jin-jin itu desak mendesak mengerumuninya.” (QS Al-Jin [72]: 19)

Bagaimana penjabaran dari pembahasan tersebut? Simak penjelasan selengkapnya oleh Syaikh Dr. Ismail Ghasab Al-‘Adawi dan diterjemahkan oleh Ustadz Abdullah Taslim di dalam rekaman kajian ini. Semoga bermanfaat.

Baca Juga:  Tanda-Tanda Kiamat Kecil yang Sedang Berlangsung - Bagian ke-14 - Aqidah Prioritas Utama (Ustadz Arman Amri, Lc.)

Download Ceramah Agama: Syaikh Dr. Ismail Ghasab Al-‘Adawi – Makna dan Tafsir Syahadat “Muhammad adalah Rasulullah”

Jangan lupa untuk turut share link kajian dan ceramah agama ini ke Facebook, Twitter, dan Google+. Semoga hal tersebut dicatat sebagai amal shalih bagi kita semua. Aamiin.

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.