Telegram Rodja Official

Kitab At-Tauhiid

Hukum Sihir – Bagian ke-1 – Kitab Tauhid (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr)

By  | 

Ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan kitab At-Tauhid oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Musyafa Ad-Dariny, M.A.

Berikut ini merupakan rekaman kajian kitab tauhid yang disampaikan oleh Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr hafidzahumallah, pada Ahad sore, 16 Syawal 1436 / 2 Agustus 2015. Pada pertemuan sebelumnya, Syaikh Abdurrazaq telah menjelaskan tentang “Penjelasan bahwa Ada Sebagian Umat Ini yang Menyembah Berhala (Bagian ke-2)“. Dan pada kajian kali ini, beliau akan menyampaikan bab tentang “Hukum Sihir (Bagian ke-1)“. Semoga bermanfaat.

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab At-Tauhid Ini: Hukum Sihir (Bagian ke-1)

Allah Ta’ala juga berfirman:

وَلَقَدْ عَلِمُواْ لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاَقٍ

“Dan sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat.” (QS Al-Baqarah [2]: 102)

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

يُؤْمِنُونَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ

“Mereka percaya kepada jibt dan thaghut.” (QS An-Nisa [4]: 51)

Menurut Umar radhiyallahu ‘anhu, “Jibt adalah sihir, sedangkan thaghut adalah setan.”

Simak penjelasan selengkapnya pembahasan mengenai “Hukum Sihir (Bagian ke-1)” di dalam rekaman kajian yang disampaikan oleh Syaikh Abdurrazaq bin Abdil Muhsin Al-Abbad Al-Badr ini. Semoga bermanfaat.

Baca Juga:
Pembagian Manusia dalam Memahami Keutamaan-Keutamaan Amalan - Bagian ke-1 - Kitab Tajridut Tauhid Al-Mufid (Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A.)

Dengarkan dan Download Seri Kajian Kajian Kitab At-Tauhid Ini: Hukum Sihir (Bagian ke-1)

Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link download kajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ kita. Jazakumullahu khairan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.