Telegram Rodja Official

Kitab At-Tauhiid

Hukum Sihir – Bagian ke-2 – Kitab Tauhid (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr)

By  | 

Notice: Undefined variable: PodpressSettings in /home/radiorod/public_html/wp-content/plugins/powerpress/powerpress.php on line 3565

Ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan kitab At-Tauhid oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Musyafa Ad-Dariny, M.A.

Berikut ini merupakan rekaman kajian kitab tauhid yang disampaikan oleh Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr hafidzahumallah, pada Ahad sore, 18 Syawal 1436 / 3 Agustus 2015. Pada pertemuan sebelumnya, Syaikh Abdurrazaq telah menjelaskan tentang “Hukum Sihir (Bagian ke-1)“. Dan pada kajian kali ini, beliau akan menyampaikan bab tentang “Hukum Sihir (Bagian ke-2)“. Semoga bermanfaat.

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab At-Tauhid Ini: Hukum Sihir (Bagian ke-2)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ؟ قَالَ: الشِّرْكُ بِاَللَّهِ، وَالسِّحْرُ، وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إلَّا بِالْحَقِّ، وَأَكْلُ الرِّبَا، وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ، وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ، وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ

“Jauhilah tujuh perkara yang membawa kepada kehancuran. Para sahabat bertanya, “Apakah ketujuh perkara itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan sebab yang dibenarkan agama, memakan riba, memakan harta anak yatim, membelot (desersi) dalam peperangan dan melontarkan zina kepada wanita-eanita yang beriman yang terjaga dari perbuatan dosa dan tidak tahu menahu dengannya”.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Baca Juga:
Bab Orang yang Mengolok-olok Sesuatu yang di Dalamnya ada Allah, Al-Quran, dan Rasulullah - Bagian ke-1 - Kitab Al-Qaulul Mufid (Ustadz Abu Haidar As-Sundawy)

Diriwayatkan hadits merfu’ dari Jundab:

حَدُّ السَّاحِرِ ضَرْبَةٌ بِالسَّيْفِ

Hukuman bagi tukang sihir ialah dipenggal lehernya dengan pedang.” (Hadits riwayat At-Tirmidzi, dan beliau mengatakan bahwa hadits ini yang benar adalah mauquf)

Simak penjelasan selengkapnya pembahasan mengenai “Hukum Sihir (Bagian ke-2)” di dalam rekaman kajian yang disampaikan oleh Syaikh Abdurrazaq bin Abdil Muhsin Al-Abbad Al-Badr ini. Semoga bermanfaat.

Dengarkan dan Download Seri Kajian Kajian Kitab At-Tauhid Ini: Hukum Sihir (Bagian ke-2)

Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link download kajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ kita. Jazakumullahu khairan

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.