Masjid Al-Barkah

At-Tafsiir Al-Muyassar

Tafsir Surat Al-Fajr (Bagian ke-2) – Kitab Tafsir Al-Muyassar (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

By  |  pukul 7:40 pm

Terakhir diperbaharui: Kamis, 02 Maret 2017 pukul 8:28 am

Tautan: http://rodja.id/yw

Ceramah agama Islam tentang tafsir Al-Qur’an Al-Karim oleh: Al-Ustadz Badrusalam, Lc.

Pada Selasa, 23 Sya’ban 1436 / 9 Juni 2015, pukul 18:00-19:00 WIB (ba’da Maghrib hingga Isya’ waktu setempat), alhamdulillah dapat diselenggarakan kembali kajian tafsir Juz ‘Amma. Tafsir yang dibahas pada kesempatan ini adalah “Tafsir Surat Al-Fajr (Bagian ke-2)“. merupakan lanjutan dari kajian tafsir sebelumnya tentang “Tafsir Surat Al-Balad (Bagian ke-2) dan Surat Al-Fajr (Bagian ke-1)“. Silakan download dan simak ceramah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam ini sekarang juga.

NB: Mohon maaf, pada ceramah ini memang tidak ada sesi tanya-jawab.

Rekaman video: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. – Tafsir Surat Al-Fajr (Bagian ke-2) – Tafsir Juz ‘Amma

[sc:status-tafsir-al-muyassar-ustadz-badrusalam-2013]

Al-Qur’an Al-Karim, Surat Surat Al-Fajr (89)

Pada kajian tafsir Al-Qur’an ini membahas tafsir dari Surat Al-Fajr, sehingga berikut kami tampilkan pula ayat-ayatnya untuk memudahkan mengikuti pelajaran dari kajian ini.

Surat Al-Fajr (89): 1-30

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

وَالْفَجْرِ (١) وَلَيَالٍ عَشْرٍ (٢) وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ (٣) وَاللَّيْلِ إِذَا يَسْرِ (٤) هَلْ فِي ذَلِكَ قَسَمٌ لِّذِي حِجْرٍ (٥) أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ (٦) إِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِ (٧) الَّتِي لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِي الْبِلَادِ (٨) وَثَمُودَ الَّذِينَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِ (٩) وَفِرْعَوْنَ ذِي الْأَوْتَادِ (١٠) الَّذِينَ طَغَوْا فِي الْبِلَادِ (١١) فَأَكْثَرُوا فِيهَا الْفَسَادَ (١٢) فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍ (١٣) إِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِ (١٤) فَأَمَّا الْإِنسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ (١٥) وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ (١٦) كَلَّا بَل لَّا تُكْرِمُونَ الْيَتِيمَ (١٧) وَلَا تَحَاضُّونَ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ (١٨) وَتَأْكُلُونَ التُّرَاثَ أَكْلاً لَّمّاً (١٩) وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبّاً جَمّاً (٢٠) كَلَّا إِذَا دُكَّتِ الْأَرْضُ دَكّاً دَكّاً (٢١) وَجَاء رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفّاً صَفّاً (٢٢) وَجِيءَ يَوْمَئِذٍ بِجَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ يَتَذَكَّرُ الْإِنسَانُ وَأَنَّى لَهُ الذِّكْرَى (٢٣) يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي (٢٤) فَيَوْمَئِذٍ لَّا يُعَذِّبُ عَذَابَهُ أَحَدٌ (٢٥) وَلَا يُوثِقُ وَثَاقَهُ أَحَدٌ (٢٦) ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً (٢٨) فَادْخُلِي فِي عِبَادِي (٢٩) وَادْخُلِي جَنَّتِي (٣٠)

Baca Juga:
Penjelasan Ayat Tentang Puasa - Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 184-185

“Demi fajar,(1) dan malam yang sepuluh,(2) dan yang genap dan yang ganjil,(3) dan malam bila berlalu.(4) Pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang berakal.(5) Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum ‘Aad?(6) (Yaitu) penduduk Iram yang mempunyai Bangunan-bangunan yang tinggi,(7) yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain,(8) dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah,(9) dan kaum Fir’aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak),(10) yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri,(11) lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu,(12) karena itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti azab.(13) Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.(14) Adapun manusia, apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakanNya dan diberiNya kesenangan, maka Dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku.”(15) Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya, maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku.”(16) Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim,(17) dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,(18) dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur-baurkan (yang halal dan yang bathil),(19) dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.(20) Jangan (berbuat demikian). apabila bumi diguncangkan berturut-turut,(21) dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris.(22) dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya.(23) Dia mengatakan: “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.”(24) Maka pada hari itu, tiada seorang pun yang menyiksa seperti siksaNya.(25) Dan tiada seorang pun yang mengikat seperti ikatanNya.(26) Hai jiwa yang tenang,(27) kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhaiNya.(28) Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hambaKu,(29) masuklah ke dalam surgaKu.(30)” (QS Al-Fajr [56]: 1-30)

Baca Juga:
Berharganya Waktu bagi Seorang Muslim (Ustadz Jazuli, Lc.)

Ringkasan Ceramah Agama Islam: Tafsir Surat Al-Fajr (Bagian ke-2)

Tafsir Surat Al-Fajr

وَالْفَجْرِ (١) وَلَيَالٍ عَشْرٍ (٢) وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ (٣) وَاللَّيْلِ إِذَا يَسْرِ (٤) هَلْ فِي ذَلِكَ قَسَمٌ لِّذِي حِجْرٍ (٥)

“Demi fajar,(1) dan malam yang sepuluh,(2) dan yang genap dan yang ganjil,(3) dan malam bila berlalu.(4) Pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang berakal.(5)” (QS Al-Fajr [56]: 1-5)

Di sini, Allah Subhanahu wa Ta’ala bersumpah dengan waktu Fajar. Asy-Syaikh ‘Abdurrahman As-Sa’di ketika menafsirkan ayat ini, beliau berkata:

فأقسم تعالى بالفجر، الذي هو آخر الليل ومقدمة النهار، لما في إدبار الليل وإقبال النهار، من الآيات الدالة على كمال قدرة الله تعالى، وأنه وحده المدبر (1) لجميع الأمور، الذي لا تنبغي العبادة إلا له، ويقع في الفجر صلاة فاضلة معظمة، يحسن أن يقسم الله بها،

“Allah bersumpah dengan waktu fajar, ia merupakan akhir malam, karena ketika pergi malam dan datang siang menunjukkan akan kebesaran kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bahwasanya Allah yang mengatur seluruh urusan-urusan manusia. Maka tidak layak ibadah kecuali hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala saja. Allah bersumpah dengan waktu fajar karena di situ ada shalat Fajar (Subuh), yang disebut dengan shalat yang disaksikan.”

… إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُوداً (الإسراء: ٧٨)

“… Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (QS Al-Isra’ [17]: 78)

Baca Juga:
Manakala Telepon Menjadi Kebutuhan - Panduan Amal Sehari Semalam (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

Mari kita tuntaskan pelajaran dari Tafsir Surat Al-Fajr ini dengan mengunduh ceramahnya melalui tombol Download yang tersedia berikut.

Download Kajian Tafsir Al-Qur’an: Tafsir Surat Al-Balad (Bagian ke-2) dan Surat Al-Fajr (Bagian ke-1)

Silakan bagikan ceramah tafsir Al-Qur’an ini ke Facebook, Twitter, dan Google+. Insya Allah bermanfaat!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.