Masjid Al-Barkah

Mausuu'ah Fiqhi Al-Quluub

Mukadimah – Bagian ke-1 – Kitab Mausu’ah Fiqh Al-Qulub (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

By  |  pukul 7:10 am

Terakhir diperbaharui: Selasa, 24 November 2015 pukul 1:48 pm

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=15262

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.

Ceramah agama ini adalah pembahasan perdana dari kajian kitab Mausu’ah Fiqh Al-Qulub (موسوعة فقه القلوب) karya Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijiri. Kajian kitab ini disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam pada Senin pagi, 24 Syawwal 1436 / 10 Agustus 2015, pukul 05:30-07:05 WIB di Radio Rodja dan Rodja TV. Mari simak pembahasan “Mukadimah (Bagian ke-1)” dari kitab Fiqh Al-Qulub.

Ringkasan Kajian Kitab Mausu’ah Fiqh Al-Qulub: Mukadimah (Bagian ke-1)

Asy-Syaikh At-Tuwaijiri yang menulis buku ini, berkata, memberikan muqaddimah-nya:

إن الله تبارك وتعالى خلق الخلق لعبادته.

“Sesungguhnya Allah yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi menciptakan makhluk tujuannya untuk beribadah kepada Allah.”

ولا يمكن لأحد أن يعبد الله على الوجه الصحيح الذي يرضيه إلَّا بعد معرفة ربه عزَّ وجلَّ.

“Dan tidak mungkin seseorang beribadah kepada Allah dengan cara yang benar (yang diridhai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala) kecuali setelah mengenal Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

Kita tidak mungkin beribadah kepada Allah dengan benar, shalat kita tidak mungkin khusyuk kalau kita tidak mengenal Allah. Percumalah diadakan seminar-seminar tentang bagaimana khusyuk dalam shalat kalau kita tidak mengenal Allah, bila hati kita tidak ada rasa takut kepada Allah, bila hati kita tidak ada rasa cinta kepada Allah, tidak pula ada harapan yang kuat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena hakikat khusyuk itu berasal dari ketakutan (rasa takut) kepada Allah yang kuat, sehingga kemudian kita pun khusyuk. Khusyuk itu berasal daripada pengagungan hati kita kepada Allah dan keyakinan Allah Maha Kuat, Maha Perkasa, dan Maha Besar, sehingga pada waktu itu, ketika kita shalat, kita menjadi khusyuk. Itu semua berasal dari hati.

Baca Juga:
Bab tentang Menyampaikan Ilmu di Waktu Malam hingga Menghafal Ilmu - Hadits 117-120 - Kitab Shahih Bukhari (Ustadz Badrusalam, Lc.)

Maka, tidak mungkin kekhusyukan itu akan muncul apabila kita tidak mengenal Allah. Maka dari itu, orang-orang yang shalatnya cepat bagaikan orang yang hendak pergi ke mana, bagaikan ia berdiri di atas bara api, karena apa? Karena hatinya sudah tidak lagi merasakan kenikmatan bermunajat kepada Allah, ia tidak ingin lagi berlama-lama untuk berdua-duaan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena hatinya tidak mengenal Allah Rabbul ‘Izzah wal Jalalah. Itu akibat daripada kurangnya ia mengenal Allah.ومعرفة أسمائه وصفاته.
“Terlebih juga mengenal nama-nama dan sifat-sifatNya.”

Karena dengan mengenal namaNya dan mengenal sifatNya, dari situlah, kita akan mengetahui tentang hakikat apa yang Allah inginkan kepada hamba-hambaNya.

ومعرفة دينه وشرعه. ومعرفة ثوابه وعقابه.

“Juga mengenal agama dan syariatNya. Juga mengenal pahala dan siksaNya.”

Nah, apabila kita mengenal itu semua, kita akan beribadah kepada Allah dengan cara yang benar, insya Allah, dengan cara yang Allah ridhai.

Mari download ceramah penuh manfaat ini agar kita dapat beribadah kepada Allah dengan cara yang benar, insya Allah.

Simak dan Download Kajian Kitab Fiqh Al-Qulub: Mukadimah (Bagian ke-1)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.