Kiat-Kiat dalam Menjaga Waktu (Syaikh Akram bin Muhammad Alu Ziyadah)

By  |  pukul 9:40 pm

Terakhir diperbaharui: Selasa, 15 Shafar 1438 / 15 November 2016 pukul 8:49 pm

Tautan: http://rodja.id/hb

Ceramah agama Islam oleh: Syaikh Akram bin Muhammad Alu Ziyadah
Penerjemah: Ustadz Askar Wardhana, Lc.

Ceramah tentang Kiat-Kiat dalam Menjaga Waktu yang disampaikan oleh Syaikh Akram bin Muhammad Alu Ziyadah, beliau adalah ulama dari Yordania, murid dari seorang ulama besar, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah. Ceramah ini disiarkan pada Selasa malam, 27 Syawwal 1436 / 11 Agustus 2015, pukul 19:50-21:35 WIB di Radio Rodja dan Rodja TV, langsung dari lokasi Daurah Syar’iyyah ke-16 di Trawas, Mojokerto.

NB: Mohon maaf, terjadi gangguan teknis pada sesi tanya-jawab, sehingga suara penelepon tidak dapat terekam.

Rekaman video: Syaikh Akram bin Muhammad Alu Ziyadah – Kiat-Kiat dalam Menjaga Waktu

Ringkasan Ceramah Agama Islam: Kiat-Kiat dalam Menjaga Waktu

Dalam pertemuan ini, beliau (Asy-Syaikh Akram Ziyadah) akan menyampaikan ayat-ayat Al-Qur’an, hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dan atsar dari para salafush shalih dalam memanfaatkan waktu mereka. Beberapa hal penting dalam memanfaatkan waktu kita, yaitu mulai setelah bangun, membaca doa bangun tidur, kemudian berdzikir. Kemudian ketika mendengar adzan, maka menjawab adzan sebagaimana yang diucapkan oleh muadzin, keudian berdzikir (dzikir pagi).

Baca Juga:  Syarah Aqidah Salaf - Bagian ke-2 - Bekasi 1437 / 2016 (Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat)

Kemudian ketika kita masuk ke dalam masjid, maka kita melaksanakan shalat tahiyatul masjid 2 raka’at. Dan ketika dikumandangkan iqamah, maka kita pun mengucapkan seperti apa yang diucapkan oleh muadzin, karena iqamah adalah seperti adzan.

Kemudian setelah itu, kita melaksanakan shalat berjamaah, shalat Subuh. Kemudian kita duduk, berdzikir, bisa sambil membaca Al-Qur’an hingga terbitnya matahari, kemudian ketika setelah terbit matahari, maka kita melaksanakan shalat 2 raka’at, yang mana pahalanya adalah sangat besar, yaitu kita akan mendapatkan pahala haji yang sempurna. Kemudian setelah itu, kita bisa memperbanyak dzikir.

Dan ketika masuk waktu Dhuha, maka kita bisa melaksanakan shalat Dhuha, yaitu ketika anak unta mulai kepanasan, yaitu waktu yang terbaik adalah jam 9.30 sampai 10 pagi. Setelah seseorang melaksanakan shalat Dhuha, maka di mana saja dia berada, aktivitas apa saja yang dia lakukan, maka senantiasa hatinya adalah menunggu datangnya shalat Dzuhur.

Ketika waktu Dzuhur sudah mendekat, maka segeralah kita bersiap-siap untuk melaksanakan shalat Dzuhur tanpa kita menunggu adzan. Tidak harus kita mendengar adzan, baru kita siap-siap, namun sebelumnya kita telah bersiap-siap untuk melaksanakan shalat Dzuhur sebelum adzan. Kemudian ketika kita mendengar adzan Dzuhur, maka sebagaimana yang dijelaskan sebelumnya ketika shalat Subuh, maka kita menjawab seperti apa yang diucapkan oleh muadzin. Dan setelah kita menjawab adzan, maka kita bershalawat dan membaca doa setelah adzan, yaitu meminta fadhilah dan washilah bagi Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, maka kita akan mendapatkan syafa’at beliau. Kemudian setelah itu, kita akan melaksanakan shalat Dzuhur 4 raka’at. Namun sebelum kita melaksanakan shalat Dzuhur, maka disunnahkan bagi kita untuk melaksanakan shalat rawatib, yaitu bagi shalat Dzuhur bisa melaksanakan 4 raka’at sebelum Dzuhur dan 4 rakaat setelahnya, di mana di dalam hadits Ummu Habibah radhiyallahu ‘anhu disebutkan tentang keutamaan shalat tersebut, yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Baca Juga:  Manusia yang Paling Baik (Ustadz Arman Amri, Lc.)

من صلى أربع ركعات قبل الظهر ، وأربعا بعدها حرمه الله على النار

“Barangsiapa yang shalat 4 raka’at sebelum shalat Dzuhur dan 4 raka’at sesudahnya, maka diharamkan dirinya atas neraka.”

Maka cara melaksanakannya adalah sebagaimana yang disebutkan oleh hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

صلاة الليل والنهار مثنى مثنى

“Shalat di malam hari dan siang hari adalah 2 raka’at-2 raka’at.”

Sehingga 4 rakaat tersebut dilaksanakan dengan 2 kali salam, (yakni) 2 rakaat-2 rakaat. Di antara faedah kita melaksanakan shalat rawatib tersebut adalah untuk mempersiapkan tubuh dan jiwa kita sebelum kita melaksanakan shalat fardhu, yaitu shalat Dzuhur. Dan shalat sunnah ini lebih baik diadakan di rumah. Namun boleh saja apabila waktu yang sempit atau rumah kita jaraknya jauh dengan masjid, maka boleh kita melaksanakan shalat sunnah (4 raka’at) tadi di masjid.

Baca Juga:  Penyakit Riya' - Bagian ke-4 - Kitab Bahrur Raiq (Ustadz Mahfudz Umri, Lc.)

Mari simak dan download ceramah agama Islam ini sekarang juga dan bagikan kepada saudara-saudara Muslimin lainnya.

Download Ceramah Agama: Syaikh Akram bin Muhammad Alu Ziyadah – Kiat-Kiat dalam Menjaga Waktu

Jangan lupa untuk membagikan tautan ini ke akun media sosial Anda, baik Facebook, Twitter, maupun Google+. Semoga semakin banyak Muslimin yang dapat memperoleh manfaat darinya, di mana Anda sebagai perantara kebaikannya.

2 Comments

  1. Reza Afrizal

    Rabu, 18 Muharram 1438 / 19 Oktober 2016 at 09:53

    Kalo bisa tidak usah dipublikasi komentar sebelumnya dan postingan yang ini

    • Radio Rodja

      Selasa, 15 Shafar 1438 / 15 November 2016 at 20:50

      Syukran atas info dan masukkanya

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.