Masjid Al-Barkah

Al-Qaulul Mufiid

Bab Larangan Menjadikan Sekutu bagi Allah – Bagian ke-1 – Kitab Al-Qaulul Mufid (Ustadz Abu Haidar As-Sundawy)

By  |  pukul 7:05 pm

Terakhir diperbaharui: Sabtu, 12 September 2015 pukul 8:25 am

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=15859

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Abu Haidar As-Sundawy

Berikut ini merupakan rekaman ceramah agama dari pembahasan kitab Al-Qaulul Mufiid, yang disampaikan oleh Ustadz Abu Haidar. Pada pertemuan sebelumnya beliau menjelaskan tentang Bab Kufur Nikmat (Bagian ke-2), dan pada ceramah agama ini, beliau akan menjelaskan tentang Bab Larangan Menjadikan Sekutu bagi Allah (Bagian ke-1). Ini adalah rekaman dari siaran live yang berlangsung di Radio Rodja dan RodjaTV pada Jumat sore, 27 Dzulqa’dah 1436 / 11 September 2015. Semoga bermanfaat.

[sc:status-al-qaulul-mufid-ustadz-abu-haidar-2013]

Ringkasan Kajian Kitab Qaulul Mufid

Pembahasan kali ini adalah seputar firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang berbunyi:

فَلاَ تَجْعَلُواْ لِلّهِ أَندَاداً وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

“Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.” (QS Al-Baqarah [2]: 22)

Setelah Allah menjelaskan apa-apa yang sebenarnya oleh orang-orang musyrik sudah diakui dan diyakini dari perbuatan Allah yang tidak bisa dilakukan oleh selain Allah. Seperti menciptakan manuisa, menciptakan langit dan bumi, bumi dihamparkan, langit ditata, megneluarkan hujan, dari air hujan itu menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, dan lain sebagainya, itu semua perbuatan Allah yang juga diakui dan diyakini oleh orang-orang musyrik.

Setelah Allah mengingatkan mereka tentang kerububiyyahan Allah, kemudian Allah juga menuntut mereka untuk memiliki tauhid uluhiyyah. Maksud Allah mengingatkan mereka tentang kerububiyyahan Allah artinya, Allah mengungkit lagi keyakinan mereka bahwa Allah itu pencipta, Allah yang menjadikan bumi terhampar, langit tertata, Allah yang menurunkan hujan, dan sebagainya.

Baca Juga:
Aqidah Ahlussunnah Tentang Sifat Ilmu Allah - Kitab Al-Ibanah (Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A.)

Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Allah Ta’ala dalam firmanNya:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ، الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأَرْضَ فِرَاشاً وَالسَّمَاء بِنَاء وَأَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقاً لَّكُمْ فَلاَ تَجْعَلُواْ لِلّهِ أَندَاداً وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

“Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah , padahal kamu mengetahui.” (QS Al-Baqarah [2]: 21-22)

Simak selengkapnya penjelasan tentang “Bab Larangan Menjadikan Sekutu bagi Allah” dari hadits ini, oleh Ustadz Abu Haidar hafidzahulllah melalui rekaman audio yang kami sediakan. Semoga bermanfaat.

Download Kajian Kitab Qaulul Mufid

Jangan lupa untuk turut berbagi link donwload ceramah ini ke Facebook, Twitter, dan Google+, semoga bermanfaat bagi amal kita dan saudara Muslimin kita.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.