Telegram Rodja Official

Kaidah-Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami

Ibadah Dibangun di Atas Syari’at – Bagian ke-2 – Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami (Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.)

By  | 

Kajian kaidah fiqih oleh: Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.

Berikut ini merupakan rekaman dari pelajaran Kaidah Fiqih yang disampaikan oleh Ustadz Kurnaedi pada Kamis pagi, 24 Dzulhijjah 1436 / 8 Oktober 2015 di Radio Rodja dan RodjaTV. Kajian ini membahas buku “Kaidah-Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami” karya Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf hafidzahullah. Pada pertemuan yang lalu, Ustadz Kurnaedi telah menjelaskan kaidah fiqih yang berbunyi “Contoh Penerapan Kaidah “Kembali kepada Prasangka yang Paling Kuat”“, dan pada pertemua kali ini, beliau akan menyampaikan tentang kaidah fiqih yang berbunyi “Ibadah Dibangun di Atas Syari’at (Bagian ke-2)“. Kajian bagian ke-1 dari kaidah fiqih ini bisa Anda simak dan download di sini. Semoga bermanfaat.

Ringkasan Kajian Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami

Ibadah Dibangun di Atas Syari’at (Bagian ke-2)

Pada kajian kali ini, Ustadz Kurnaedi akan membahas suatu kaidah yang agung yang berbunyi:

الْعِبَادَاتُ مَوْقُوْفَةٌ عَلَى الشَّرْعِ

“Ibadah-ibadah itu dibangun atau ditegakkan di atas syariat.”

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa ibadah adalah sebagaimana yang didefinisikan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah:

اسم جامع لكل ما يحبه الله ويرضاه من الأقوال والأفعال الباطنة والظاهرة

Baca Juga:
Jadikan Setiap Amal Bernilai Ibadah - Panduan Amal Sehari Semalam (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

“Sebuah nama/ungkapan yang menyeluruh untuk seluruh apa yang dicintai oleh Allah Ta’ala dan apa yang diridhai olehNya dari perkataan-perkataan ataupun perbuatan-perbuatan yang batin maupun yang dzahir.”

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utasimin rahimahullah juga pernah mendefinisikan ibadah sebagai:

التذلل لله محبة وتعظيماً بفعل أوامره، واجتناب نواهيه على الوجه الذي جاءت به

“Ibadah itu adalah merendahkan diri kepada Allah Ta’ala dengan dasar cinta dan pengagungan dengan cara melaksanakan perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya sesuai dengan syariat-syariatNya.”

Kaidah yang agung ini menunjukan bahwa urusan dalam masalah ibadah itu diambil dari syari’at. Karena ibadah itu adalah hak yang murni milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka dari itu, tidak disyariatkan dari ibadah kecuali apa yang telah disyariatkan oleh Allah Ta’ala dan apa yang disyariatkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Silakan simak kajian selengkapnya yang berkaitan dengan kaidah “الْعِبَادَاتُ مَوْقُوْفَةٌ عَلَى الشَّرْعِ” di dalam rekaman kajian yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi ini. Semoga bermanfaat.

Download Kajian: Contoh Penerapan Kaidah “Ibadah itu Ditegakkan di Atas Syariat (Bagian ke-2)”

Jangan lupa untuk turut membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah membalas kebaikan Anda dengan pahala yang besar.

Baca Juga:
Macam-Macam Kaidah Fiqih - Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami (Ustadz Abu Ya'la Kurnaedi, Lc.)
Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.