Telegram Rodja Official

Tabshiiratul Anaam bil Huquuqi fil Islaam

Hak-Hak Lisan – Bagian ke-2 – Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam (Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.)

By  |  pukul 8:56 pm

Terakhir diperbaharui: Sabtu, 15 Februari 2020 pukul 11:48 am

Tautan: http://rodja.id/ui

Kajian Islam oleh: Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.

Berikut ini merupakan rekaman kajian kitab “Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam” atau “Hak-Hak di Dalam Islam” karya Syaikh Shalih bin Thaha Abdul Wahid hafidzahullah, yang disampaikan oleh Ustadz Kurnaedi, Lc.. Kajian ini di sampaikan di Masjid Al-Barkah, komplek Studio Radio Rodja dan RodjaTV, pada Senin, 21 Al-Muharram 1437 / 2 November 2015. Pada kajian sebelumnya beliau menyampaikan kajian dengan judul “Hak-Hak Lisan (Bagian ke-1)“, dan kali ini beliau melanjutkan kepada pembahasan “Hak-Hak Lisan (Bagian ke-2)“. Semoga bermanfaat.

Ringkasan Kajian Kitab Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam: Hak-Hak Lisan (Bagian ke-2)

Di antara hak Lisan yang harus kita perhatikan adalah:

– Kita tidak menggunakan lisan kita untuk menyakiti orang lain. Karena hal tersebut bisa menjerumuskan kita ke dalam api nereka. Dan penyakit lisan ini bisa menimpa siapa saja, tak terkecuali kita sendiri. Maka dari itu hendaknya kita benar-benar berhati-hati dalam menjaga lisan ini.

– Kita harus menjaga lisan kita dari perbuatan ghibah. Ghibah ini merupakan dosa besar dan Allah Ta’ala melarang keras hal ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Baca Juga:
Perkara-Perkara yang Bisa Menumbuhkan Iman - Bagian ke-8 - Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman (Ustadz Abdullah Taslim, M.A.)

وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضاً أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتاً فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

“Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Hujurat [49]: 12)

Hak lisan yang pertama adalah tidak menyakiti orang lain dengan lisan yang kita miliki.

Simak penjelasan rinci mengenai “Hak-Hak Lisan (Bagian ke-2)” ini, dengan mendownload kajian ini atau mendengarkannya langsung melalui player yang sudah kami sediakan. Semoga bermanfaat.

Download Kajian Kitab Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam: “Hak-Hak Lisan (Bagian ke-2)”

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

1 Comment

    Leave a Reply

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    76 + = 86

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.