Telegram Rodja Official

At-Tafsiir Al-Muyassar

Tafsir Surat ‘Abasa – Bagian ke-2 – Kitab Tafsir Al-Muyassar (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

By  |  pukul 8:10 pm

Terakhir diperbaharui: Kamis, 02 Maret 2017 pukul 8:26 am

Tautan: http://rodja.id/yj

Ceramah agama Islam tentang tafsir Al-Qur’an Al-Karim oleh: Al-Ustadz Badrusalam, Lc.

Ceramah agama berikut adalan kajian Tafsir Al-Qur’an yang diselenggarakan di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor pada Selasa, 22 Al-Muharram 1437 / 3 November 2016, pukul 18:00-19:00 WIB, di mana pada kesempatan kajian tafsir yang lalu telah dibahas “Tafsir Surat ‘Abasa (Bagian ke-1)“. Silakan simak “Tafsir Surat ‘Abasa (Bagian ke-2)” oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.

NB: Mohon maaf, tidak ada sesi tanya-jawab pada saat kajian ini berlangsung.

Rekaman video: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. – Tafsir Surat ‘Abasa (Bagian ke-2) – Tafsir Juz ‘Amma


[sc:status-tafsir-al-muyassar-ustadz-badrusalam-2013]

Al-Qur’an Al-Karim, Surat ‘Abasa (80)

Pada kajian tafsir ini, ayat-ayat dari Surat ‘Abasa berikutlah yang akan dijelaskan tafsirnya.

Surat ‘Abasa (80): 1-42

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

… قُتِلَ الْإِنسَانُ مَا أَكْفَرَ‌هُ ﴿١٧﴾ مِنْ أَيِّ شَيْءٍ خَلَقَهُ ﴿١٨﴾ مِن نُّطْفَةٍ خَلَقَهُ فَقَدَّرَ‌هُ ﴿١٩﴾ ثُمَّ السَّبِيلَ يَسَّرَ‌هُ ﴿٢٠﴾ ثُمَّ أَمَاتَهُ فَأَقْبَرَ‌هُ ﴿٢١﴾ ثُمَّ إِذَا شَاءَ أَنشَرَ‌هُ ﴿٢٢﴾ كَلَّا لَمَّا يَقْضِ مَا أَمَرَ‌هُ ﴿٢٣﴾ فَلْيَنظُرِ‌ الْإِنسَانُ إِلَىٰ طَعَامِهِ ﴿٢٤﴾ أَنَّا صَبَبْنَا الْمَاءَ صَبًّا ﴿٢٥﴾ ثُمَّ شَقَقْنَا الْأَرْ‌ضَ شَقًّا ﴿٢٦﴾ فَأَنبَتْنَا فِيهَا حَبًّا ﴿٢٧﴾ وَعِنَبًا وَقَضْبًا ﴿٢٨﴾ وَزَيْتُونًا وَنَخْلًا ﴿٢٩﴾ وَحَدَائِقَ غُلْبًا ﴿٣٠﴾ وَفَاكِهَةً وَأَبًّا ﴿٣١﴾ مَّتَاعًا لَّكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْ ﴿٣٢﴾ فَإِذَا جَاءَتِ الصَّاخَّةُ ﴿٣٣﴾ يَوْمَ يَفِرُّ‌ الْمَرْ‌ءُ مِنْ أَخِيهِ ﴿٣٤﴾ وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ ﴿٣٥﴾ وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ ﴿٣٦﴾ لِكُلِّ امْرِ‌ئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ ﴿٣٧﴾ وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ مُّسْفِرَ‌ةٌ ﴿٣٨﴾ ضَاحِكَةٌ مُّسْتَبْشِرَ‌ةٌ ﴿٣٩﴾ وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ عَلَيْهَا غَبَرَ‌ةٌ ﴿٤٠﴾ تَرْ‌هَقُهَا قَتَرَ‌ةٌ ﴿٤١﴾ أُولَـٰئِكَ هُمُ الْكَفَرَ‌ةُ الْفَجَرَ‌ةُ ﴿٤٢﴾ – ﴿عبس : ١٩-٤٢﴾

Baca Juga:
Sifat Murah Hati dan Suka Membantu

“… Binasalah manusia; alangkah amat sangat kekafirannya? (17) Dari apakah Allah menciptakannya? (18) Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya. (19) Kemudian Dia memudahkan jalannya. (20) kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur, (21) kemudian bila Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali. (22) Sekali-kali jangan; manusia itu belum melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadanya, (23) maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. (24) Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit), (25) kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, (26) lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, (27) anggur dan sayur-sayuran, (28) zaitun dan kurma, (29) kebun-kebun (yang) lebat, (30) dan buah-buahan serta rumput-rumputan, (31) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu. (32) Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua), (33) pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, (34) dari ibu dan bapaknya, (35) dari istri dan anak-anaknya. (36) Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya. (37) Banyak muka pada hari itu berseri-seri, (38) tertawa dan bergembira ria, (39) dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu, (40) dan ditutup lagi oleh kegelapan. (41) Mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka. (42)” (QS ‘Abasa [80]: 1-19)

Ringkasan Ceramah Agama Islam: Tafsir Surat ‘Abasa (Bagian ke-2)

Tafsir Surat ‘Abasa

قُتِلَ الْإِنسَانُ مَا أَكْفَرَ‌هُ ﴿١٧﴾ مِنْ أَيِّ شَيْءٍ خَلَقَهُ ﴿١٨﴾ مِن نُّطْفَةٍ خَلَقَهُ فَقَدَّرَ‌هُ ﴿١٩﴾ – ﴿عبس : ١٧-١٩﴾

Baca Juga:
Hakikat Istiqamah adalah Komitmen di Atas Manhaj yang Lurus - Kitab 10 Kaidah Istiqamah (Ustadz Arman Amri, Lc.)

“Binasalah manusia; alangkah amat sangat kekafirannya? (17) Dari apakah Allah menciptakannya? (18) Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya. (19)” (QS ‘Abasa [80]: 17-19)

Sebagaimana telah kita bahas pada pertemuan kemarin (sebelumnya), di sini, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan bahwa kamu, wahai manusia, itu diciptakan oleh Allah dari sari pati air mani yang hina, lalu apa yang membuat kamu itu kafir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala? Padahal Allah yang sudah menciptakan manusia dari sari pati air mani, kemudian menjadi segumpal darah, kemudian menjadi segumpal daging, apa yang membuat kamu kafir, wahai manusia?

Tentu yang membuat manusia kafir itu karena kesombongan biasanya, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan (akan hal) ini. Kemudian Allah berfirman:

ثُمَّ السَّبِيلَ يَسَّرَ‌هُ ﴿عبس : ٢٠﴾

“Kemudian Dia memudahkan jalannya.” (QS ‘Abasa [80]: 20)

Artinya, jalan ke surga dan jalan ke neraka, sebagaimana kata Rasulullah, “Setiap kalian sudah ditentukan tempatnya di surga atau di neraka.”

قال : ففيم العمل يا رسول الله ؟ قال : كل ميسر لما خلق له .

“Para sahabat berkata, “Buat apa beramal kalau begitu, wahai Rasulullah, (kalau kita sudah ditentukan surga dan nerakanya)?” Kata Rasulullah, “Beramallah kalian, setiap kalian itu sudah dimudahkan untuk apa dia diciptakan.””

Kalau ia diciptakan untuk neraka, maka dimudahkan jalan menuju neraka, dimudahkan buat dia amalan-amalan penduduk api neraka. Kalau ia diciptakan untuk surga, Allah mudahkan ia jalan menuju surga, Allah jadikan dia mudah beramal shalih lalu dia pun wafat di atas ketaatan. Walaupun tentunya yang dianggap dari kemudahan yang Allah berikan itu di akhir hayatnya. Ketika di akhir hayatnya diberikan kemudahan dia taubat lalu dia wafat di atas taubatnya, masya Allah, ini orang-orang yang diberikan oleh Allah kemudahan jalan menuju surga.

Baca Juga:
Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah: Hadits 1224-1227 - TPP: Keutamaan Para Sahabat Nabi, Keutamaan Ibnu Masud hingga Keutamaan Husain bin Ali (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Ayo simak dan download kajian Tafsir Surat ‘Abasa ini.

Download Kajian Tafsir Al-Qur’an: Tafsir Surat ‘Abasa (Bagian ke-2)

Bagikan yuk ceramah agama ini ke akun Facebook, Twitter, dan Google+ kamu. Semoga kita dapat pahala dengan menyebarkan kebaikan ini, Aamiin.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 + 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.