Masjid Al-Barkah

Kitab At-Tauhiid

Bergurau dengan Menyebut Allah, Al-Qur’an, atau Rasulullah – Kitab Tauhid (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr)

By  |  pukul 6:30 pm

Terakhir diperbaharui: Rabu, 11 November 2015 pukul 8:43 am

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=17010

Ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan kitab At-Tauhid oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Abu ‘Abdil Muhsin Firanda Andirja, M.A.

Berikut ini merupakan rekaman kajian kitab tauhid yang disampaikan oleh Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr hafidzahumallah, pada Senin sore, 27 Al-Muharram 1437 / 9 November 2015. Pada pertemuan sebelumnya, Syaikh Abdurrazaq telah menjelaskan tentang “Hukum Mencela Masa hingga Wajibnya Menghormati Nama-Nama Allah“. Dan pada kajian kali ini, beliau akan menyampaikan bab tentang “Bergurau dengan Menyebut Allah, Al-Qur’an, atau Rasulullah“. Semoga bermanfaat.

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab At-Tauhid Ini

Bergurau dengan Menyebut Allah, Al-Qur’an, atau Rasulullah

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ، لاَ تَعْتَذِرُواْ قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya kamu selalu berolok-olok?”. Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman.” (QS At-Taubah [9]: 65-66)

Baca Juga:
Bab Menaati Ulama dan Umara dalam Mengharamkan yang Halal dan Sebaliknya Berarti Mempertuhankan Mereka - Bagian ke-3 - Kitab Al-Qaulul Mufid (Ustadz Abu Haidar As-Sundawy)

Diriwayatkan dari Ibnu Umar, Muhammad bin Ka’ab, Zaid bin Aslam dan Qatadah, hadits dengan rangkuman sebagai berikut:

“Bahwasanya ketika dalam peristiwa perang Tabuk, ada seseorang yang berkata: “Belum pernah kami melihat seperti para ahli baca Al-Qur’an ini, orang yang lebih buncit perutnya, lebih dusta lisannya, dan lebih pengecut dalam peperangan.” Maksudnya adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat yang ahli baca Al-Qur’an itu.”

Maka berkatalah ‘Auf bin Malik kepadanya:

“Omong kosong yang kamu katakan. Bahkan kamu adalah seorang munafik. Sungguh akan kuberitahukan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Simak penjelasan selengkapnya pembahasan mengenai “Bergurau dengan Menyebut Allah, Al-Qur’an, atau Rasulullah” di dalam rekaman kajian yang disampaikan oleh Syaikh Abdurrazaq bin Abdil Muhsin Al-Abbad Al-Badr ini. Semoga bermanfaat.

Dengarkan dan Download Seri Kajian Kajian Kitab At-Tauhid Ini: Bergurau dengan Menyebut Allah, Al-Qur’an, atau Rasulullah

Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link download kajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ kita. Jazakumullahu khairan

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.