Telegram Rodja Official

Al-Qaulul Mufiid

Bab Siapa yang Mencela Waktu, Maka Dia Telah Menyakiti Allah – Bagian ke-1 – Kitab Al-Qaulul Mufid (Ustadz Abu Haidar As-Sundawy)

By  | 

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Abu Haidar As-Sundawy

Berikut ini merupakan rekaman ceramah agama dari pembahasan kitab Al-Qaulul Mufiid, yang disampaikan oleh Ustadz Abu Haidar. Pada pertemuan sebelumnya beliau menjelaskan tentang Bab Ucapan Atas Kehendak Allah dan Kehendakmu (Bagian ke-2), dan pada ceramah agama ini, beliau akan menjelaskan tentang Bab Siapa yang Mencela Waktu, Maka Dia Telah Menyakiti Allah (Bagian ke-1). Ceramah agama ini beliau sampaikan pada Jumat sore, 1 Shafar 1437 / 13 November 2015. Semoga bermanfaat.

[sc:status-al-qaulul-mufid-ustadz-abu-haidar-2013]

Ringkasan Kajian Kitab Qaulul Mufid

Bab Siapa yang Mencela Waktu, Maka Dia Telah Menyakiti Allah (Bagian ke-1)

Mencela waktu berarti menganggu Allah atau menyakiti Allah. Ada tiga jenis dalam mencela waktu:

1. Murni memberikan informasi tentang buruknya waktu yang sedang dialaminya, dia tidak bermaksud atau berniat mencela. Jadi dia hanya mengungkapkan cuaca buruk, hari yang sangat berat, hari yang tidak menyenangkan, hari yang sangat panas, dan lain-lain. Intinya dia tidak bermaksud mencela waktu, hanya mnyampaikan informasi saja. Maka ini diperbolehkan.

Hal ini juga yang diucapkan oleh Nabi Luth ‘alaihi sallam. Allah Ta’ala berfirman:

وَلَمَّا جَاءتْ رُسُلُنَا لُوطاً سِيءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعاً وَقَالَ هَـذَا يَوْمٌ عَصِيبٌ

Baca Juga:
Beberapa Syubhat yang Berkaitan dengan Kesyirikan yang Dilakukan oleh Orang-Orang Musyrik - Kitab Tajridut Tauhid Al-Mufid (Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A.)

“Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata: “Ini adalah hari yang amat sulit.”” (QS Hud [11]: 77)

2. Mencela waktu dengan keyakinan bahwa waktu lah yang menjadi pelaku dari keburukan yang terjadi di waktu tersebut. Maka ini tidak diperbolehkan, karena bisa termasuk syirik besar.

3. Mencela waktu karena di waktu tersebut terjadi sesuatu yang tidak dia sukai. Tapi dia tetap yakin bahwa yang mengatur segalanya adalah Allah. Maka hal ini tidak termasuk syririk, namun diharamkan, Maka sudah selayaknya setiap dari kita menghindarinya.

Simak selengkapnya penjelasan tentang “Bab Siapa yang Mencela Waktu, Maka Dia Telah Menyakiti Allah” di dalam kajian berikut ini yang disampaikan oleh Ustadz Abu Haidar hafidzahulllah melalui rekaman audio yang kami sediakan. Semoga bermanfaat.

Download Kajian Kitab Qaulul Mufid

Jangan lupa untuk turut berbagi link donwload ceramah ini ke Facebook, Twitter, dan Google+, semoga bermanfaat bagi amal kita dan saudara Muslimin kita.

Telegram Rodja Official

2 Comments

  1. MASLIZAR

    Sabtu, 21 November 2015 at 2:30 PM

    alhamdulillahirobbil’aalamiin. mudah2han kajian yang ana download bermafaat dunia akhirat

    • Radio Rodja

      Rabu, 25 November 2015 at 9:16 AM

      Aamiin, Ya Rabbal ‘Aalamiin

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.