Telegram Rodja Official

At-Tafsiir Al-Muyassar

Tafsir Surat An-Nazi’at – Bagian ke-1 – Kitab Tafsir Al-Muyassar (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

By  | 

Ceramah agama Islam tentang tafsir Al-Qur’an Al-Karim oleh: Al-Ustadz Badrusalam, Lc.

Silakan simak kembali ceramah agama dari seri Tafsir Juz ‘Amma, bersama Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. yang rutin diselenggarakan di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor. Pada kajian tafsir yang sebelumnya telah diselesaikan pelajaran dari “Tafsir Surat ‘Abasa“, sehingga pada kesempatan ilmiah yang berlangsung pada Selasa, 29 Al-Muharram 1437 / 10 November 2015, pukul 18:00-19:00 WIB, kita dapat melanjutkan pelajaran tafsirnya kepada “Tafsir Surat An-Nazi’at (Bagian ke-1)“.

NB: Mohon maaf, pada ceramah ini memang tidak ada sesi tanya-jawab.

Rekaman video: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. – Tafsir Surat An-Nazi’at (Bagian ke-1) – Tafsir Juz ‘Amma


[sc:status-tafsir-al-muyassar-ustadz-badrusalam-2013]

Al-Qur’an Al-Karim, Surat An-Nazi’at (79)

Berikut adalah ayat-ayat dari Surat An-Nazi’at yang sedang dipelajari dalam kajian tafsir ini.

Surat An-Nazi’at (79): 1-46

بِسْمِ اللهِ الرَّ‌حْمَـٰنِ الرَّ‌حِيمِ

وَالنَّازِعَاتِ غَرْ‌قًا ﴿١﴾ وَالنَّاشِطَاتِ نَشْطًا ﴿٢﴾ وَالسَّابِحَاتِ سَبْحًا ﴿٣﴾ فَالسَّابِقَاتِ سَبْقًا ﴿٤﴾ فَالْمُدَبِّرَ‌اتِ أَمْرً‌ا ﴿٥﴾ يَوْمَ تَرْ‌جُفُ الرَّ‌اجِفَةُ ﴿٦﴾ تَتْبَعُهَا الرَّ‌ادِفَةُ ﴿٧﴾ قُلُوبٌ يَوْمَئِذٍ وَاجِفَةٌ ﴿٨﴾ أَبْصَارُ‌هَا خَاشِعَةٌ ﴿٩﴾ يَقُولُونَ أَإِنَّا لَمَرْ‌دُودُونَ فِي الْحَافِرَ‌ةِ ﴿١٠﴾ أَإِذَا كُنَّا عِظَامًا نَّخِرَ‌ةً ﴿١١﴾ قَالُوا تِلْكَ إِذًا كَرَّ‌ةٌ خَاسِرَ‌ةٌ ﴿١٢﴾ فَإِنَّمَا هِيَ زَجْرَ‌ةٌ وَاحِدَةٌ ﴿١٣﴾ فَإِذَا هُم بِالسَّاهِرَ‌ةِ ﴿١٤﴾ هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ مُوسَىٰ ﴿١٥﴾ إِذْ نَادَاهُ رَ‌بُّهُ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى ﴿١٦﴾ اذْهَبْ إِلَىٰ فِرْ‌عَوْنَ إِنَّهُ طَغَىٰ ﴿١٧﴾ فَقُلْ هَل لَّكَ إِلَىٰ أَن تَزَكَّىٰ ﴿١٨﴾ وَأَهْدِيَكَ إِلَىٰ رَ‌بِّكَ فَتَخْشَىٰ ﴿١٩﴾ فَأَرَ‌اهُ الْآيَةَ الْكُبْرَ‌ىٰ ﴿٢٠﴾ فَكَذَّبَ وَعَصَىٰ ﴿٢١﴾ ثُمَّ أَدْبَرَ‌ يَسْعَىٰ ﴿٢٢﴾ فَحَشَرَ‌ فَنَادَىٰ ﴿٢٣﴾ فَقَالَ أَنَا رَ‌بُّكُمُ الْأَعْلَىٰ ﴿٢٤﴾ فَأَخَذَهُ اللَّـهُ نَكَالَ الْآخِرَ‌ةِ وَالْأُولَىٰ ﴿٢٥﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَعِبْرَ‌ةً لِّمَن يَخْشَىٰ ﴿٢٦﴾ … – ﴿النازعات : ١-٢٦﴾

Baca Juga:
Surat An-Nashr dan Surat Al-Kafirun - Tilawah Qur'an by Phone (Ustadz Abdurrahim Syamsuri)

“Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras, (1) dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut, (2) dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat, (3) dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang, (4) dan (malaikat-malaikat) yang mengatur urusan (dunia). (5) (Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama mengguncang alam, (6) tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua. (7) Hati manusia pada waktu itu sangat takut, (8) Pandangannya tunduk. (9) (Orang-orang kafir) berkata, “Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan semula? (10) Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kami telah menjadi tulang belulang yang hancur lumat?” (11) Mereka berkata, “Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan.” (12) Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah satu kali tiupan saja, (13) maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi. (14) Sudah sampaikah kepadamu (ya Muhammad) kisah Musa. (15) Tatkala Tuhannya memanggilnya di lembah suci ialah Lembah Thuwa; (16) “Pergilah kamu kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas, (17) dan katakanlah (kepada Fir’aun): “Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan).” (18) Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar kamu takut kepadaNya?” (19) Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar. (20) Tetapi Fir’aun mendustakan dan mendurhakai. (21) Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa). (22) Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya. (23) (Seraya) berkata, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi.” (24) Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia. (25) Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Tuhannya). (26) …” (QS An-Nazi’at [79]: 1-26)

Baca Juga:
Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah: Hadits 1038-1043 - TPP: Larangan Mencaci Para Sahabat, Keutamaan Kaum Al-Azd, hingga Anjuran untuk Memuliakan Pembantu (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Ringkasan Ceramah Agama Islam: Tafsir Surat An-Nazi’at (Bagian ke-1)

Tafsir Surat An-Nazi’at

وَالنَّازِعَاتِ غَرْ‌قًا ﴿١﴾ وَالنَّاشِطَاتِ نَشْطًا ﴿٢﴾ – ﴿النازعات : ١-٢﴾

“Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras, (1) dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut, (2)” (QS An-Nazi’at [79]: 1-2)

An-Nazi’at (“النازعات“) yaitu para malaikat yang mencabut nyawa.

Terjadi ikhtilah para ulama tentang makna an-nasyithath (“النَّاشِطَاتِ“). Ibnu ‘Abbas mengatakan “وَالنَّاشِطَاتِ نَشْطًا” artinya malaikat yang mencabut nyawa dengan mudah. Kalau yang pertama (yaitu) mencabut nyawa dengan keras, yang kedua yaitu mencabut nyawa dengan mudah.

Sebagian ulama menafsirkan “وَالنَّازِعَاتِ غَرْ‌قًا ﴿١﴾ وَالنَّاشِطَاتِ نَشْطًا ﴿٢﴾وَالنَّازِعَاتِ غَرْ‌قًا” artinya “Demi malaikat maut yang mencabut nyawa dengan keras.” dan “وَالنَّاشِطَاتِ نَشْطًا” artinya “Demi malaikat maut yang mencabut nyawa dengan mudah.”

Mari bersama-sama kita mempelajari kelanjutan Tafsir Surat An-Nazi’at ini dengan mengunduh / download rekaman ceramah ini sekarang juga.

Download Kajian Tafsir Al-Qur’an: Tafsir Surat An-Nazi’at (Bagian ke-1)

Ayo share ke Facebook, Twitter, dan Google+!

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.