Telegram Rodja Official

Tafsir Surat An-Nazi’at – Bagian ke-2 – dan Surat An-Naba’ – Bagian ke-1 – Kitab Tafsir Al-Muyassar (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

By  |  pukul 8:10 pm

Terakhir diperbaharui: Kamis, 03 Jumadil akhir 1438 / 02 Maret 2017 pukul 8:26 am

Tautan: http://rodja.id/yh

Ceramah agama Islam tentang tafsir Al-Qur’an Al-Karim oleh: Al-Ustadz Badrusalam, Lc.

Silakan simak dan download kembali, ceramah agama dari seri kajian tafsir Al-Qur’an bersama Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. yang diselenggarakan di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Jl. Pahlawan, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor. Pada kesempatan yang tayang live Selasa, 6 Shafar 1437 / 17 November 2015, pukul 18:00-19:00 WIB di Radio Rodja dan Rodja TV ini melanjutkan pembahasan yang lalu tentang “Tafsir Surat An-Nazi’at (Bagian ke-1)“, yaitu kita akan mempelajari “Tafsir Surat An-Nazi’at (Bagian ke-2) dan Surat An-Naba’ (Bagian ke-1)“.

NB: Mohon maaf, tidak ada sesi tanya-jawab pada saat kajian ini berlangsung.

Rekaman video: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. – Tafsir Surat An-Nazi’at (Bagian ke-2) dan Surat An-Naba’ (Bagian ke-1) – Tafsir Juz ‘Amma


Program Kajian Kitab Tafsir Al-Muyassar - Ustadz Badrusalam, Lc. di Radio Rodja dan RodjaTV

Simak program ini di Radio Rodja dan RodjaTV setiap:
PINDAH JAM TAYANG KE:

Selasa malam, ba'da Maghrib - ba'da Isya' waktu Jakarta (18:00-19:30 WIB)

Baca Juga:  Bentuk Penghambaan Diri Orang-Orang Shalih - Kitab Al-'Ubudiyah (Ustadz Abdullah Taslim, M.A.)


Status program Kajian Kitab Tafsir Al-Muyassar: AKTIF

Untuk memperoleh keutamaan menuntut ilmu, silakan Anda dapat turut hadir langsung pada kajian ini di: Masjid Jami' Al-Barkah, Jl.Pahlawan, Kp. Tengah, belakang Polsek Cileungsi, Cileungsi, Bogor

Al-Qur’an Al-Karim, Surat An-Nazi’at (79) dan Surat An-Naba’ (78)

Ayat-ayat berikut dari Surat An-Nazi’at dan Surat An-Naba’ ini adalah yang akan kita pelajari pada kajian tafsir Al-Qur’an ini.

Surat An-Nazi’at (79): 1-46

أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

…أَأَنتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ السَّمَاءُ ۚ بَنَاهَا ﴿٢٧﴾ رَ‌فَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّاهَا ﴿٢٨﴾ وَأَغْطَشَ لَيْلَهَا وَأَخْرَ‌جَ ضُحَاهَا ﴿٢٩﴾ وَالْأَرْ‌ضَ بَعْدَ ذَٰلِكَ دَحَاهَا ﴿٣٠﴾ أَخْرَ‌جَ مِنْهَا مَاءَهَا وَمَرْ‌عَاهَا ﴿٣١﴾ وَالْجِبَالَ أَرْ‌سَاهَا ﴿٣٢﴾ مَتَاعًا لَّكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْ ﴿٣٣﴾ فَإِذَا جَاءَتِ الطَّامَّةُ الْكُبْرَ‌ىٰ ﴿٣٤﴾ يَوْمَ يَتَذَكَّرُ‌ الْإِنسَانُ مَا سَعَىٰ ﴿٣٥﴾ وَبُرِّ‌زَتِ الْجَحِيمُ لِمَن يَرَ‌ىٰ ﴿٣٦﴾ فَأَمَّا مَن طَغَىٰ ﴿٣٧﴾ وَآثَرَ‌ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا ﴿٣٨﴾ فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَىٰ ﴿٣٩﴾ وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَ‌بِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ ﴿٤٠﴾ فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ ﴿٤١﴾ يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْ‌سَاهَا ﴿٤٢﴾ فِيمَ أَنتَ مِن ذِكْرَ‌اهَا ﴿٤٣﴾ إِلَىٰ رَ‌بِّكَ مُنتَهَاهَا ﴿٤٤﴾ إِنَّمَا أَنتَ مُنذِرُ‌ مَن يَخْشَاهَا ﴿٤٥﴾ كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَ‌وْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَاهَا ﴿٤٦﴾ – ﴿النازعات : ٢٧-٤٦﴾

“… Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya, (27) Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya, (28) dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang. (29) Dan bumi sesudah itu dihamparkanNya. (30) Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya. (31) Dan gunung-gunung dipancangkanNya dengan teguh, (32) (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu. (33) Maka apabila malapetaka yang sangat besar (hari kiamat) telah datang. (34) Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya, (35) dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat. (36) Adapun orang yang melampaui batas, (37) dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, (38) maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). (39) Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, (40) maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya). (41) (Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari kebangkitan, kapankah terjadinya? (42) Siapakah kamu (maka) dapat menyebutkan (waktunya)? (43) Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya). (44) Kamu hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari berbangkit) (45) Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari. (46)” (QS An-Nazi’at [79]: 27-46)

Baca Juga:  Bab Menaati Ulama dan Umara dalam Mengharamkan yang Halal dan Sebaliknya Berarti Mempertuhankan Mereka - Bagian ke-4 - Kitab Al-Qaulul Mufid (Ustadz Abu Haidar As-Sundawy)

Tafsir Surat An-Naba’ dimulai dari menit dan detik ke-33:57.

Surat An-Naba’ (78): 1-40

بِسْمِ اللهِ الرَّ‌حْمَـٰنِ الرَّ‌حِيمِ

عَمَّ يَتَسَاءَلُونَ ﴿١﴾ عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيمِ ﴿٢﴾ الَّذِي هُمْ فِيهِ مُخْتَلِفُونَ ﴿٣﴾ كَلَّا سَيَعْلَمُونَ ﴿٤﴾ ثُمَّ كَلَّا سَيَعْلَمُونَ ﴿٥﴾ … – ﴿النبإ : ١-٥﴾

“Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya? (1) Tentang berita yang besar, (2) yang mereka perselisihkan tentang ini. (3) Sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui, (4) kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka mengetahui. (5) …” (QS An-Naba’ [78]: 1-5)

Ringkasan Ceramah Agama Islam: Tafsir Surat An-Nazi’at (Bagian ke-2) dan Surat An-Naba’ (Bagian ke-1)

Tafsir Surat An-Nazi’at

أَأَنتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ السَّمَاءُ ۚ بَنَاهَا ﴿النازعات : ٢٧﴾

Baca Juga:  Hubungan Shalat dengan Kemenangan

“Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya.” (QS An-Nazi’at [79]: 27)

Di sini, Allah Subhanahu wa Ta’ala berhujjah terhadap orang-orang yang meragukan akan adanya kebangkitan, orang-orang yang meragukan akan adanya kehidupan setelah kematian. Bahwa Allah mengatakan, “Penciptaan kalian (wahai manusia) apakah lebih berat? Atau penciptaan langit dan bumi? … (QS An-NAzi’at [79]: 27)” Tentu penciptaan langit dan bumi lebih berat dan lebih besar, sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman juga di dalam surat Ghafir, ayat ke-57:

لَخَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْ‌ضِ أَكْبَرُ‌ مِنْ خَلْقِ النَّاسِ … ﴿غافر : ٥٧﴾

“Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia …” (QS Al-Mukmin [40]: 57)

Allah juga berfirman dalam Surat Yasin, ayat ke-81:

أَوَلَيْسَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْ‌ضَ بِقَادِرٍ‌ عَلَىٰ أَن يَخْلُقَ مِثْلَهُم ۚ بَلَىٰ وَهُوَ الْخَلَّاقُ الْعَلِيمُ ﴿يس : ٨١﴾

“Dan tidaklah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.” (QS Yasin [36]: 81)

Maka di sini, Allah mengajak manusia akal manusia untuk berpikir, kalau Allah mampu menciptakan langit 7 lapis dengan berbagai macam makhluknya: planet-planetnya, mataharinya, bintang-bintangnya, demikian pula malaikat-malaikatnya. Allah juga menciptakan buminya dengan tanahnya, pepohonannya, demikian pula hewan-hewannya. Maka bagi Allah untuk membangkitkan manusia dari alam kubur lebih mudah lagi.

Mari download kajian dari Tafsir Surat An-Nazi’at dan Tafsir Surat An-Naba’ berikut ini.

Download Kajian Tafsir Al-Qur’an: Tafsir Surat An-Nazi’at (Bagian ke-2) dan Surat An-Naba’ (Bagian ke-1)

Bantu share kajian tafsir ini ke media sosial.

Telegram Rodja Official

2 Comments

    Tinggalkan Balasan

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.