Telegram Rodja Official

Hak-Hak Pemimpin dan Rakyat – Bagian ke-2 – Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam (Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.)

By  |  pukul 9:08 pm

Terakhir diperbaharui: Selasa, 17 Jumadil awal 1438 / 14 Februari 2017 pukul 2:44 pm

Tautan: http://rodja.id/wp

Kajian Islam oleh: Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.

Berikut ini merupakan rekaman kajian kitab “Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam” atau “Hak-Hak di Dalam Islam” karya Syaikh Shalih bin Thaha Abdul Wahid hafidzahullah, yang disampaikan oleh Ustadz Kurnaedi, Lc.. Kajian ini di sampaikan di Masjid Al-Barkah, komplek Studio Radio Rodja dan RodjaTV, pada Senin, 19 Shafar 1437 / 30 November 2015. Pada kajian sebelumnya beliau menyampaikan kajian dengan judul “Hak-Hak Pemimpin dan Rakyat (Bagian ke-1)“, dan kali ini beliau melanjutkan kepada pembahasan “Hak-Hak Pemimpin dan Rakyat (Bagian ke-2)“. Semoga bermanfaat.

Rekaman video: Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. – Hak-Hak Pemimpin dan Rakyat (Bagian ke-2) dari Kitab Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam

Ringkasan Kajian Kitab Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam: Hak-Hak Pemimpin dan Rakyat (Bagian ke-2)

Seorang pemimpin harus berhukum dengan hukum yang adil dan tidak boleh berbuat zalim dan tidak boleh menzalimi rakyatnya. Seorang pemimpin juga harus senantiasa menasihati rakyatnya dan tulus dalam melayani rakyatnya.

Baca Juga:  Mukadimah - Bagian ke-2 - Tuntunan Praktis Fiqih Wanita (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

Kemudian, seorang pemimpin itu tidak boleh menipu rakyatnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda di dalam hadits yang shahih diriwayatkan oleh Imam Muslim:

مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً، يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ

“Tidaklah seorang hamba yang Allah beri amanah menjadi pemimpin (mengurus urusan rakyat) kemudian dia mati dalam keadaan menipu rakyatnya, maka Allah haramkan atasnya surga.”

Ini adalah ancaman yang sangat berat dari Allah yang disampaikan melalui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi para pemimpin. Dan hal ini hendaknya dijadikan perhatian bagi setiap pemimpin.

Kemudian, di antara hak rakyat yang harus ditunaikan oleh pemipin adalah hendaknya seorang pemimpin bersikap lemah lembut kepada rakyatnya dan tidak boleh menyusahkan rakyatnya.

Baca Juga:  Perbedaan Akal dengan Fikiran

Simak penjelasan rinci mengenai “Hak-Hak Pemimpin dan Rakyat (Bagian ke-2)” ini, dengan mendownload kajian ini atau mendengarkannya langsung melalui player yang sudah kami sediakan. Semoga bermanfaat.

Download Kajian Kitab Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam: “Hak-Hak Pemimpin dan Rakyat (Bagian ke-2)”

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.