Telegram Rodja Official

Wasiat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Abu Dzar (Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas)

By  |  pukul 2:23 pm

Terakhir diperbaharui: Kamis, 05 Sya'ban 1437 / 12 Mei 2016 pukul 4:49 pm

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=18453

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas

Berikut ini merupakan rekaman ceramah agama dan tabligh akbar yang disampaikan oleh Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas di Masjid Raya Bogor, Jalan Raya Padjajaran, Baranangsiang – Bogor, pada Ahad pagi, 7 Rabiul Akhir 1437 / 17 Januari 2016. Pada tabligh akbar kali ini, Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas menyampaikan materi dengan tema “Wasiat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu“. Pembahasan ini merujuk kepada kitab karya beliau yang berjudul “Tujuh Wasiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu”.

Download Juga Rekaman Tabligh Akbar: Adab dan Akhlak Penuntut Ilmu (Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas)

Rekaman video: Ustadz Yazid ‘Abdul Qadir Jawas – Wasiat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam kepada Abu Dzarr Radhiyallahu ‘anhu – Bogor 1437 / 2016

Ringkasan ceramah agama Islam: Wasiat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Abu Dzar

Kajian pada kali ini berkaitan tentang wasiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada sahabat Abu Dzar Al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu, di dalam suatu hadits disebutkan bahwa:

Baca Juga:  Rukun Wudhu atau Wajib-Wajib Wudhu

عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: أَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَبْعٍ: بِحُبِّ الْمَسَاكِينِ، وَأَنْ أَدْنُوَ مِنْهُمْ، وَأَنْ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنِّي وَلَا أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقِي، وَأَنْ أَصِلَ رَحِمِي وَإِنْ جَفَانِي، وَأَنْ أُكْثِرَ مِنْ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ، وَأَنْ أَتَكَلَّمَ بِمُرِّ الْحَقِّ لَا تَأْخُذُنِي فِي اللَّهِ لَوْمَةُ لَائِمٍ، وَأَلَّا أَسْأَلَ النَّاسَ شَيْئًا

Dari Abu Dzar radhiyallahu anhu, ia berkata:

“Kekasihku (Rasulullah) shallallahu ‘alaihi wa sallam berwasiat kepadaku dengan tujuh hal:
(1) Supaya aku mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka,
(2) Beliau memerintahkan aku agar aku melihat kepada orang yang berada di bawahku dan tidak melihat kepada orang yang berada di atasku,
(3) Beliau memerintahkan agar aku menyambung silaturahmiku meskipun mereka berlaku kasar kepadaku,
(4) Aku dianjurkan agar memperbanyak ucapan la haula wala quwwata illa billah (tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah),
(5) Aku diperintah untuk mengatakan kebenaran meskipun pahit,
(6) Beliau berwasiat agar aku tidak takut celaan orang yang mencela dalam berdakwah kepada Allah, dan
(7) Beliau melarang aku agar tidak meminta-minta sesuatu pun kepada manusia.”

Baca Juga:  Nikmat Rasa Aman (Ustadz Abu Ya'la Kurnaedi, Lc.)

Hadits ini shahih. Diriwayatkan oleh imam-imam ahlul hadits, di antaranya:
1. Imam Ahmad dalam Musnadnya (V/159).
2. Imam ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul-Kabir (II/156, no. 1649), dan lafazh hadits ini miliknya.
3. Imam Ibnu Hibban dalam Shahîh-nya (no. 2041-al-Mawârid).
4. Imam Abu Nu’aim dalam Hilyatu- Auliya (I/214, no. 521).
5. Imam al-Baihaqi dalam as-Sunanul-Kubra (X/91).

Dishahihkan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah (no. 2166).

Simak penjelasan selengkapnya tentang “Wasiat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Abu Dzar” ini, bersama Ustadz Yazid Jawas di dalam rekaman kajian ini. Silakan download kajiannya dan dengarkan penjelasannya.

Download ceramah agama Islam: Ustadz Yazid bin Abdil Qadir Jawas – Wasiat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Abu Dzar

Baca Juga:  Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah: Hadits 966-973 - TPP: "Pertanyaan yang Dilarang dalam Islam, Hikmah dari Adanya Orang-Orang yang Berbuat Dosa, Keutamaan Membaca Ayat Kursi, dan Seterusnya" (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Jangan lupa untuk ikut membagikan link download kajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+. Semoga Allah membalas kebaikan Anda dengan pahala yang besar.

Telegram Rodja Official

3 Comments

  1. Hazim

    Rabu, 01 Rajab 1438 / 29 Maret 2017 at 17:26

    Assalamu’alaikum, ane mau tanya perihal kedudulan hadits Riwayat Imam Ahmad Nomor 20409 tentang Abu Dzar. Apakah kedudukannya shahih, hasan ataukah dhaif? Jazaakallahu khair

    Telah menceritakan kepada kami ‘Affan telah menceritakan kepada kami Wuhaib telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Utsman bin khutsaim dari Mujahid dari Ibrahim bin Asytar dari Ayahnya, bahwa ketika ajal sedang menjempunya Abu Dzar sedang berada di Rabadzah, dan isterinya menangisinya. Abu Dzar berkata, “Apa yang menyebabkan engkau menangis, wahai isteriku?” Isterinya menjawab, “Aku menangis karena aku tidak mampu mengurusmu, aku tidak memiliki kain yang bisa aku gunakan untuk membungkusmu.” Abu Dzar berkata, “Jangan kamu menangis, sebab ketika suatu hari aku sedang bersama Rasulullah dalam perjalanan, aku mendengar beliau bersabda: “Sungguh, akan ada seorang laki-laki di antara kalian yang meninggal di suatu tempat yang tandus, lalu ada sekelompok kaum Mukminin ikut menyaksikan jenazahnya.” Abu Dzar melanjutkan ucapannya, “Semua orang yang bersamaku dalam majelis saat itu semuanya telah meninggal saat masih ada jama’ah atau saat terjadinya perpecahan, dan tidak ada yang tersisa kecuali aku. Dan sekarang aku akan meninggal di suatu tempat yang tandus, maka amatilah terus jalanan maka engkau pasti akan melihat apa yang aku katakan. Demi Allah, aku tidaklah berdusta dan tidak didustai.” Isterinya berkata, “Bagaimana mungkin itu akan terjadi, padahal rombongan haji telah habis!” Abu Dzar berkata, “Perhatikanlah terus ke arah jalan.” Perawi berkata, “Ketika isterinya sedang mengamati jalan, tiba-tiba datang satu kafilah menunggang kendaraan mereka yang seakan sekelompok burung. Rombongan itu kemudian berhenti di hadapan isteri Abu Dzar dan bertanya, “Ada apa denganmu?” Ia menjawab, “Seseorang dari kaum muslimin yang kalian berkewajiban untuk mengkafaninya, dan kalian akan mendapatkan pahala karenanya.” Mereka bertanya, “Siapa dia?” Isteri Abu Dzar menjawab, “Abu Dzar.” Lalu berbondong-bondonglah kaum tua dan ibu-ibu mereka saling berlomba memberikan sedekah, Abu Dzar mengatakan, “Berbahagialah, kalianlah orang-orang yang disebutkan Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam, aku mendengar beliau bersabda: “‘Tiada dua orang muslim yang ditinggal mati dua atau tiga anaknya, ia sabar dan mengharap pahala, lalu ia melewati neraka’. Kondisiku hari ini sebagaimana yang kalian lihat, sekiranya kainku mencukupi untuk menjadi kain kafanku, maka aku tidak mau dikafani kecuali dengannya. Maka aku bersumpah kepada Allah atas kalian, janganlah seorang laki-laki dari kalian mengkafaniku baik ia seorang pemimpin (hakim) yang bijak atau seorang tukang pos.” Orang-orang telah menyiapkan sesuatu untuk itu, kecuali seorang pemuda Anshar yang bersama mereka. Pemuda itu berkata, “Aku adalah sahabatmu, dua kainku ini di tempat pakaian pemintalan ibuku, aku dapatkan dua kainku ini padaku.” Abu Dzar lalu berkata, “Engkau sahabatku, maka kafanilah aku!”

  2. Wasis Zain

    Senin, 22 Rabiul akhir 1437 / 01 Februari 2016 at 09:50

    Semoga ustad Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas diberikan kesehatan dan semoga radio rodja bisa diterima masyarakat luas

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.