Telegram Rodja Official

Tematik

Di Balik Keramat Wali Allah – Bagian ke-2 (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

By  |  pukul 10:20 am

Terakhir diperbaharui: Rabu, 24 Februari 2016 pukul 10:43 am

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=19145

Kajian dan Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.

Berikut ini adalah rekaman kajian dan ceramah agama yang disiaran live di Radio Rodja dan Rodja TV pada Rabu, 16 Jumadal Ula 1437 / 24 Februari 2016. Disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zainuddin dengan pembahasan “Di Balik Keramat Wali Allah (Bagian ke-2)“.

Downlaod juga kajian: Di Balik Keramat Wali Allah (Bagian ke-1) – Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc..

Ringkasan Kajian dan Ceramah Agama: Di Balik Keramat Wali Allah (Bagian ke-2)

Pada pertemuan sebelumnya, telah dijelaskan tentang pengertian keramat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia keramat artinya suci dan dapat mengadakan sesuatu di luar kemampuan manusia biasa karena ketakwaannya kepada Tuhan. Pengertian ini jika dilihat dari kacamata Islam memang benar. Sedangkan kata wali artinya adalah orang shalih.

Karomah atau keramat diberikan oleh Allah kepada hambaNya (wali-waliNya) sebagai tanda-tanda kekuasaanNya. Hal ini seperti yang terjadi kepada Ashabul Kahfi (penghuni goa) yang diceritakan di dalam Al-Quran dalam firman Allah:

وَتَرَى الشَّمْسَ إِذَا طَلَعَت تَّزَاوَرُ عَن كَهْفِهِمْ ذَاتَ الْيَمِينِ وَإِذَا غَرَبَت تَّقْرِضُهُمْ ذَاتَ الشِّمَالِ وَهُمْ فِي فَجْوَةٍ مِّنْهُ ذَلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ مَن يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ وَمَن يُضْلِلْ فَلَن تَجِدَ لَهُ وَلِيّاً مُّرْشِداً

Baca Juga:
Hak-Hak Islam - Bagian ke-2 - Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam (Ustadz Abu Ya'la Kurnaedi, Lc.)

“Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.” (QS Al-Kahfi [18]: 17)

Karomah (keramat) berbeda dengan mukjizat. Karomah diberikan Allah kepada wali-waliNya sedangkan mukjizat hanya diberikan kepada nabi dan rasul Allah, tidak kepada hamba Allah yang lainnya.

Tentu saja ada syarat-syarat bagi seseorang untuk digolongkan dan disebut sebagai wali Allah. Tidak semua orang bisa disebut dan digolongkan sebagai wali Allah. Dan setiap wali Allah pasti memiliki ketakwaan yang baik kepada Allah Ta’ala.

Simak penjelasan lengkap mengenai “Di Balik Keramat Wali Allah (Bagian ke-2)” oleh Ustadz Ahmad Zainuddin di dalam rekaman kajian berikut ini.

Download Kajian dan Ceramah Agama: Di Balik Keramat Wali Allah (Bagian ke-2)

Jangan lupa untuk turut membagikan link download kajian ini ke akun media sosial yang Anda miliki, baik Facebook, Twitter, Google+, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahufiikum

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 1 = 1

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.