Telegram Rodja Official

Bab Membayar Seperlima Ghanimah Termasuk Iman – Hadits 53 – Kitab Shahih Bukhari (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

By  |  pukul 8:10 am

Terakhir diperbaharui: Jumat, 27 Sya'ban 1437 / 03 Juni 2016 pukul 10:32 am

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=20117

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.

Download ceramah agama dari Kitab Shahih Bukhari yang dibahas dan dikaji oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam. Ceramah agama dan kajian ini membahas hadits-hadits shahih yang terdapat di dalam Kitab Shahih Al-Bukhari. Kitab yang yang sangat populer dan merupakan salah satu kitab paling shahih setelah Al-Quran.

Pada kajian kali ini Ustadz Badrusalam akan membawakan pembahasan tentang “Bab Membayar Seperlima Ghanimah Termasuk Iman (Hadits 53)“. Kajian ini beliau sampaikan pada Rabu pagi, 6 Rajab 1437 / 13 April 2016 di Radio Rodja dan RodjaTV.

Download juga kajian sebelumnya: “Bab Keutamaan Orang yang Memelihara Agamanya (Hadits 51-52)

Ringkasan Ceramah Agama Islam: Kitab Shahih Bukhari

Bab Membayar Seperlima Ghanimah Termasuk Iman (Hadits 53)

Penjelasan tentang “Bab Membayar Seperlima Ghanimah Termasuk Iman” ini merujuk kepada hadits ke-53 dari kitabul iman.
Hadits ke-53 tersebut adalah:

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْجَعْدِ قَالَ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي جَمْرَةَ قَالَ كُنْتُ أَقْعُدُ مَعَ ابْنِ عَبَّاسٍ يُجْلِسُنِي عَلَى سَرِيرِهِ فَقَالَ أَقِمْ عِنْدِي حَتَّى أَجْعَلَ لَكَ سَهْمًا مِنْ مَالِي فَأَقَمْتُ مَعَهُ شَهْرَيْنِ ثُمَّ قَالَ إِنَّ وَفْدَ عَبْدِ الْقَيْسِ لَمَّا أَتَوْا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ الْقَوْمُ أَوْ مَنْ الْوَفْدُ قَالُوا رَبِيعَةُ قَالَ مَرْحَبًا بِالْقَوْمِ أَوْ بِالْوَفْدِ غَيْرَ خَزَايَا وَلَا نَدَامَى فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا لَا نَسْتَطِيعُ أَنْ نَأْتِيكَ إِلَّا فِي الشَّهْرِ الْحَرَامِ وَبَيْنَنَا وَبَيْنَكَ هَذَا الْحَيُّ مِنْ كُفَّارِ مُضَرَ فَمُرْنَا بِأَمْرٍ فَصْلٍ نُخْبِرْ بِهِ مَنْ وَرَاءَنَا وَنَدْخُلْ بِهِ الْجَنَّةَ وَسَأَلُوهُ عَنْ الْأَشْرِبَةِ فَأَمَرَهُمْ بِأَرْبَعٍ وَنَهَاهُمْ عَنْ أَرْبَعٍ أَمَرَهُمْ بِالْإِيمَانِ بِاللَّهِ وَحْدَهُ قَالَ أَتَدْرُونَ مَا الْإِيمَانُ بِاللَّهِ وَحْدَهُ قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ شَهَادَةُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامُ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءُ الزَّكَاةِ وَصِيَامُ رَمَضَانَ وَأَنْ تُعْطُوا مِنْ الْمَغْنَمِ الْخُمُسَ وَنَهَاهُمْ عَنْ أَرْبَعٍ عَنْ الْحَنْتَمِ وَالدُّبَّاءِ وَالنَّقِيرِ وَالْمُزَفَّتِ وَرُبَّمَا قَالَ الْمُقَيَّرِ وَقَالَ احْفَظُوهُنَّ وَأَخْبِرُوا بِهِنَّ مَنْ وَرَاءَكُمْ

Baca Juga:  Menuntut Ilmu Menurut Ulama Salaf (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Al-Ja’di berkata, telah mengabarkan kepada kami Syu’bah dari Abu Jamrah berkata: aku pernah duduk bersama Ibnu ‘Abbas saat dia mempersilahkan aku duduk di permadaninya lalu berkata:

“Tinggallah bersamaku hingga aku memberimu bagian dari hartaku”.

Maka aku tinggal mendampingi dia selama dua bulan, lalu berkata: Ketika utusan Abu Qais datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau bertanya kepada mereka:

“Kaum manakah ini atau utusan siapakah ini? Mereka menjawab: “Rabi’ah!” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “selamat datang wahai para utusan dengan sukarela dan tanpa menyesal”. para utusan itu berkata: “ya Rasulullah, kami tidak dapat mendatangimu kecuali di bulan suci, karena antara kami dan engkau ada suku Mudlor yang kafir. Oleh karena itu ajarkanlah kami dengan satu pelajaran yang jelas yang dapat kami amalkan dan dapat kami ajarkan kepada orang-orang di kampung kami, yang dengan begitu kami dapat masuk surga.”

Baca Juga:  Kesempurnaan Sifat-Sifat Allah

Kemudian mereka bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang minuman, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan mereka dengan empat hal dan melarang dari empat hal, memerintahkan mereka untuk beriman kepada Allah satu-satunya, kemudian bertanya:

“Tahukah kalian apa arti beriman kepada Allah satu-satunya?” Mereka menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan: Persaksian tidak ada ilah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa pada bulan Ramadlan dan mengeluarkan seperlima dari harta rampasan perang”. Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mereka dari empat perkara, yaitu janganlah kalian meminum sesuatu dari al-Hantam, ad-Dubbaa`, an-Naqir dan al-Muzaffaat. Atau Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut muqoyyir (bukan naqir). Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “jagalah semuanya dan beritahukanlah kepada orang-orang di kampung kalian”.

Baca Juga:  Tafsir Al-Muyassar: Al-Baqarah: 54-60 (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Simak penjelasan tentang bab di atas dengan mendownload rekaman ceramah agama ini sekarang juga atau Anda bisa mendengarkannya langsung melalui player yang tersedia.

Download Kajian Kitab Shahih Bukhari: Bab Membayar Seperlima Ghanimah Termasuk Iman (Hadits 53)

Jangan lupa untuk ikut membagikan link download kajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+. Insya Allah bermanfaat bagi saudara Muslimin dan bagi amal ibadah kita.

Telegram Rodja Official

1 Comment

    Tinggalkan Balasan

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.