Select Page

Tafsir Surat Al-Muthaffifin – Bagian ke-2 – Kitab Tafsir Al-Muyassar (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Radio RodjaDownloadKajianUstadz Abu Yahya BadrusalamAt-Tafsiir Al-MuyassarTafsir Surat Al-Muthaffifin – Bagian ke-2 – Kitab Tafsir Al-Muyassar (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Tafsir Surat Al-Muthaffifin – Bagian ke-2 – Kitab Tafsir Al-Muyassar (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Terakhir diperbaharui: Kamis, 03 Jumadil akhir 1438 / 02 Maret 2017 pukul 08:26
Tautan: http://rodja.id/yn

Ceramah agama Islam tentang tafsir Al-Qur’an Al-Karim oleh: Al-Ustadz Badrusalam, Lc.

Ceramah agama berikut adalah lanjutan seri Tafsir Juz ‘Amma yang sebelumnya telah menyelesaikan Tafsir Surat Al-Insyiqaq (Bagian ke-2) dan Surat Al-Muthaffifin (Bagian ke-1). Kajian tafsir ini disampaikan secara langsung di Masjid AL-Barkah, Rodja, Kampung Tengah, Cileungsi, Bogor pada Selasa malam, 23 Dzulhijjah 1436 / 6 Oktober 2015, pukul 18:00-19:30 WIB. Silakan simak “Tafsir Surat Al-Muthaffifin – Bagian ke-2), semoga bermanfaat.

NB: Mohon maaf, tidak ada sesi tanya-jawab pada saat kajian ini berlangsung.

Rekaman video: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. – Tafsir Surat Al-Muthaffifin (Bagian ke-2) – Tafsir Juz ‘Amma


Program Kajian Kitab Tafsir Al-Muyassar - Ustadz Badrusalam, Lc. di Radio Rodja dan RodjaTV

Simak program ini di Radio Rodja dan RodjaTV setiap:
PINDAH JAM TAYANG KE:

Selasa malam, ba'da Maghrib - ba'da Isya' waktu Jakarta (18:00-19:30 WIB)



Status program Kajian Kitab Tafsir Al-Muyassar: AKTIF

Untuk memperoleh keutamaan menuntut ilmu, silakan Anda dapat turut hadir langsung pada kajian ini di: Masjid Jami' Al-Barkah, Jl.Pahlawan, Kp. Tengah, belakang Polsek Cileungsi, Cileungsi, Bogor

Al-Qur’an Al-Karim, Surat Al-Muthaffifin (83)

Kajian Tafsir Juz Amma ini melanjutkan bahasan tafsir Surat Al-Muthaffifin, maka berikut adalah beberapa ayat dari Surat Al-Muthaffifin yang dibahas pada kesempatan ini.

Surat Al-Muthaffifin (83): 1-36

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

…كَلَّا إِنَّ كِتَابَ الْفُجَّارِ‌ لَفِي سِجِّينٍ ﴿٧﴾ وَمَا أَدْرَ‌اكَ مَا سِجِّينٌ ﴿٨﴾ كِتَابٌ مَّرْ‌قُومٌ ﴿٩﴾ وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ ﴿١٠﴾ الَّذِينَ يُكَذِّبُونَ بِيَوْمِ الدِّينِ ﴿١١﴾ وَمَا يُكَذِّبُ بِهِ إِلَّا كُلُّ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ ﴿١٢﴾ إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ آيَاتُنَا قَالَ أَسَاطِيرُ‌ الْأَوَّلِينَ ﴿١٣﴾ كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَ‌انَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا يَكْسِبُونَ ﴿١٤﴾ كَلَّا إِنَّهُمْ عَن رَّ‌بِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَّمَحْجُوبُونَ ﴿١٥﴾ ثُمَّ إِنَّهُمْ لَصَالُو الْجَحِيمِ ﴿١٦﴾ ثُمَّ يُقَالُ هَـٰذَا الَّذِي كُنتُم بِهِ تُكَذِّبُونَ ﴿١٧﴾ كَلَّا إِنَّ كِتَابَ الْأَبْرَ‌ارِ‌ لَفِي عِلِّيِّينَ ﴿١٨﴾ وَمَا أَدْرَ‌اكَ مَا عِلِّيُّونَ ﴿١٩﴾ كِتَابٌ مَّرْ‌قُومٌ ﴿٢٠﴾ يَشْهَدُهُ الْمُقَرَّ‌بُونَ ﴿٢١﴾ إِنَّ الْأَبْرَ‌ارَ‌ لَفِي نَعِيمٍ ﴿٢٢﴾ عَلَى الْأَرَ‌ائِكِ يَنظُرُ‌ونَ ﴿٢٣﴾ تَعْرِ‌فُ فِي وُجُوهِهِمْ نَضْرَ‌ةَ النَّعِيمِ ﴿٢٤﴾ يُسْقَوْنَ مِن رَّ‌حِيقٍ مَّخْتُومٍ ﴿٢٥﴾ خِتَامُهُ مِسْكٌ ۚ وَفِي ذَٰلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ ﴿٢٦﴾ وَمِزَاجُهُ مِن تَسْنِيمٍ ﴿٢٧﴾ عَيْنًا يَشْرَ‌بُ بِهَا الْمُقَرَّ‌بُونَ ﴿٢٨﴾ إِنَّ الَّذِينَ أَجْرَ‌مُوا كَانُوا مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا يَضْحَكُونَ ﴿٢٩﴾ وَإِذَا مَرُّ‌وا بِهِمْ يَتَغَامَزُونَ ﴿٣٠﴾ وَإِذَا انقَلَبُوا إِلَىٰ أَهْلِهِمُ انقَلَبُوا فَكِهِينَ ﴿٣١﴾ وَإِذَا رَ‌أَوْهُمْ قَالُوا إِنَّ هَـٰؤُلَاءِ لَضَالُّونَ ﴿٣٢﴾ وَمَا أُرْ‌سِلُوا عَلَيْهِمْ حَافِظِينَ ﴿٣٣﴾ فَالْيَوْمَ الَّذِينَ آمَنُوا مِنَ الْكُفَّارِ‌ يَضْحَكُونَ ﴿٣٤﴾ عَلَى الْأَرَ‌ائِكِ يَنظُرُ‌ونَ ﴿٣٥﴾ هَلْ ثُوِّبَ الْكُفَّارُ‌ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ ﴿٣٦﴾ – ﴿المطففين : ٧-٣٦﴾

“… Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin. (7) Tahukah kamu apakah sijjin itu? (8) (Ialah) kitab yang bertulis. (9) Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan, (10) (yaitu) orang-orang yang mendustakan hari pembalasan. (11) Dan tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan setiap orang yang melampaui batas lagi berdosa, (12) yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: “Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu.” (13) Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka. (14) Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar tertutup dari (rahmat) Tuhan mereka. (15) Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka. (16) Kemudian, dikatakan (kepada mereka): “Inilah azab yang dahulu selalu kamu dustakan.” (17) Sekali-kali tidak, sesungguhnya kitab orang-orang yang berbakti itu (tersimpan) dalam ‘Illiyyin. (18) Tahukah kamu apakah ‘Illiyyin itu? (19) (Yaitu) kitab yang bertulis, (20) yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan (kepada Allah). (21) Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang besar (surga), (22) mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. (23) Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan mereka yang penuh kenikmatan. (24) Mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak (tempatnya), (25) laknya adalah kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba. (26) Dan campuran khamar murni itu adalah dari tasnim, (27) (yaitu) mata air yang minum daripadanya orang-orang yang didekatkan kepada Allah. (28) Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman. (29) Dan apabila orang-orang yang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya. (30) Dan apabila orang-orang yang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira. (31) Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan: “Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat”, (32) padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk penjaga bagi orang-orang mukmin. (33) Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir, (34) mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. (35) Sesungguhnya orang-orang kafir telah diberi ganjaran terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. (36)” (QS Al-Muthaffifin [83]: 7-36)

Ringkasan Ceramah Agama Islam: Tafsir Surat Al-Muthaffifin (Bagian ke-2)

Tafsir Surat Al-Muthaffifin

Allah Ta’ala berfirman:

كَلَّا إِنَّ كِتَابَ الْفُجَّارِ‌ لَفِي سِجِّينٍ ﴿المطففين : ٧﴾

“Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin.” (QS Al-Muthaffifin [83]: 7)

Al-Fujjar (“الفجار‌“) yang dimaksud dalam ayat ini “orang-orang yang berbuat dosa” yaitu orang-orang kafir. Dan sijjin (“سجِين“) ditafsirkan oleh banyak para ulama yaitu tempat yang berada di bawah lapis bumi yang ketujuh. Sebagaimana juga ditafsirkan oleh Al-Barra’ bin ‘Azib dalam hadits yang panjang.

وسجين هي تحت الأرض السابعة

“Bahwa sijjin itu di bawah bumi yang ke-7.”

Sebagian ulama mengatakan demikian, bahwa sijjin itu di bawah bumi yang ke-7.

وَمَا أَدْرَ‌اكَ مَا سِجِّينٌ ﴿٨﴾ كِتَابٌ مَّرْ‌قُومٌ ﴿٩﴾ وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ ﴿١٠﴾ الَّذِينَ يُكَذِّبُونَ بِيَوْمِ الدِّينِ ﴿١١﴾ – ﴿المطففين : ٨-١١﴾

“… Tahukah kamu apakah sijjin itu? (8) (Ialah) kitab yang bertulis. (9) Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan, (10) (yaitu) orang-orang yang mendustakan hari pembalasan. (11) …” (QS Al-Muthaffifin [83]: 8-11)

Dan biasanya pendustaan itu akibat daripada pengingkaran. Dan pengingkaran itu akibat daripada juhud, bisa jadi karena kebodohan atau bisa jadi karena hatinya dipenuhi dengan kesombongan. Ada orang terkadang mengimani sebetulnya hari kiamat itu ada tapi hatinya sombong, dengan kesombongannya itu akhirnya menyebabkan dia mengingkari hari kiamat. Seperti halnya iblis la’anahullah, ia sebetulnya yakin bahwa perintah Allah itu haq, neraka Jahannam ada, dan surga ada, tapi karena iblis itu sombong, tidak mau sujud kepada Adam, dan tidak mau mentaati perintah Allah, ia pun tidak takut api neraka, ia tidak peduli dengan azab Allah Subhanahu wa Ta’ala yang keras, maka akhirnya dia pun menjadi orang-orang yang mendustakan hari kiamat.

Simak pembahasan Tafsir Surat Al-Muthaffifin dengan mendownload / mendengarkan ceramah ini sekarang juga.

Download Kajian Tafsir Al-Qur’an: Tafsir Surat Al-Muthaffifin (Bagian ke-2)

Mari manfaatkan tombol berbagi ke sosial media di bawah ini untuk menyebarkan kebaikan.

, , , , , , , , , , , , , , , ,

About The Author

Menebar Cahaya Sunnah

Tinggalkan Balasan

Waktu

Jakarta:
Mekkah:

Radio Streaming

Server Internasional High Quality
Status: ONLINE | Bitrate: 128 kbps | Pendengar: 449 | Maksimal: 3072

Server Internasional Low Quality
Status: ONLINE | Bitrate: 24 kbps | Pendengar: 26 | Maksimal: 3072

Server Indonesia High Quality
Status: ONLINE | Bitrate: 128 kbps | Pendengar: 76 | Maksimal: 2000

Server Indonesia Low Quality
Status: ONLINE | Bitrate: 24 kbps | Pendengar: 8 | Maksimal: 2000

Audio RodjaTV High Quality
Status: ONLINE | Bitrate: 129 kbps | Pendengar: 161 | Maksimal: 2000

Jadwal Acara

Jadwal Hari Rabu

00:00 — 01:00 Murottal, Bumper, Mutiara Nasihat

01:00 — 02:00 AsatidzKajian TematikRekaman

02:00 — 05:30 Murottal, Bumper, Mutiara Nasihat

05:30 — 07:00 Ustadz Abu Yahya Badrusalam, LcFiqhul AkhlaqLIVE dari Studio Rodja TV

07:00 — 07:30 Murottal, Bumper, Mutiara Nasihat

07:30 — 08:00 Resensi Buku

10:00 — 11:30 Sinshe Abu MuhammadSehat dengan Thibbun NabawiLIVE dari Studio Rodja TV

11:30 — 12:30 Murottal, Bumper, Mutiara Nasihat

12:30 — 13:00 Penerjemah: Ustadz JunaediFatawa UlamaLIVE dari Tegal

13:00 — 14:30 Ustadz Hamzah AbbasBimbingan Bahasa Arab Jilid 1Rekaman

14:30 — 16:30 Murottal, Bumper, Mutiara Nasihat

16:30 — 18:00 Ustadz Jazuli, LcBimbingan Islam untuk Pribadi dan MasyarakatLIVE dari Jakarta

18:00 — 19:00 Ustadz Abdullah Zain, Lc, M.A.Tafsir Al Qur'an - Juz AmmaLIVE dari Masjid Agung Darussalam, Purbalingga

19:00 — 20:00 Resensi Buku

20:00 — 21:30 Ustadz Zainal Abidin SyamsuddinSyarah Bulughul MaramLIVE dari Studio Rodja TV

21:30 — 22:00 Murottal, Bumper, Mutiara Nasihat

22:00 — 23:30 Ustadz Mubarok Bamualim, Lc., M.H.IRiyadhus ShalihinRekaman

23:30 — 00:00 Murottal, Bumper, Mutiara Nasihat

Arsip