Telegram Rodja Official

Tematik

‘Abdurrahman bin ‘Auf, Hartawan Ahli Surga (Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A.)

By  |  pukul 8:10 pm

Terakhir diperbaharui: Selasa, 11 April 2017 pukul 6:57 am

Tautan: http://rodja.id/15b

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A.

Berikut ini adalah rekaman ceramah yang disampaikan di Masjid Nurul Ikhlas, Jl. Tanah Merdeka (samping Perumahan Gardenia), Kampung Rambutan, Jakarta Timur pada Sabtu, 18 Jumadats Tsaniyyah 1437 / 26 Maret 2016, pukul 18:00-20:00 WIB yang turut disiarkan secara langsung oleh Radio Rodja dan Rodja TV. Ceramah yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A. ini mengangkat tema “‘Abdurrahman bin ‘Auf, Hartawan Ahli Surga“.

Rekaman video: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A. – ‘Abdurrahman bin ‘Auf, Hartawan Ahli Surga

Ringkasan Ceramah Agama Islam: ‘Abdurrahman bin ‘Auf, Hartawan Ahli Surga

Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Al-Qur’an menceritakan perihal umat-umat sebelum kita untuk dijadikan sebagai ibrah / pelajaran, bukan sebagai bahan ratapan, menangis, dan peringatan saja. Tentu pelajaran-pelajaran itu menunjukkan akan keagungan Allah. Ibrah itu akan mengantarkan kita kepada keEsaan Allah.

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَ‌ةٌ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ ۗ … ﴿يوسف : ١١١﴾

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. …” (QS Yusuf [12]: 111)

Orang yang membaca sejarah, mempelajari sejarah umat-umat sebelum dia, kemudian pembelajaran yang dia lakukan tidak mengantarkan dia kepada ikrar bahwa Allah Maha Agung, Allah Maha Kuasa, hanya Allah yang layak diibadahi, dan hanya Allah yang menguasai bumi dan isinya ini maka itu pembelajaran yang sia-sia. Allah Subhanahu wa Ta’ala menceritakan umat-umat sebelum kita untuk menjadi pelajaran bahwa orang yang taat, orang yang beriman, orang yang mendekatkan dirinya kepada Allah akan Allah tolong, cepat atau lambat.

Baca Juga:
Perang Tabuk - Bagian ke-1 - Faidah Sirah Nabawiyah (Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A.)

إِنَّا لَنَنصُرُ‌ رُ‌سُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا … ﴿غافر : ٥١﴾

“Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman …” (QS Ghafir [40]: 51)

Kisah-kisah umat sebelum kita diceritakan untuk menjadi bukti nyata, bahwa orang yang beriman cepat atau lambat akan ditolong oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah tidak akan menyia-nyiakan orang yang beriman. Allah tidak akan menelantarkan orang-orang yang bertakwa. Namun Allah menguji mereka, bukan untuk seterusnya, tapi untuk sesaat, untuk membuktikan siapakah dari kalian yang beriman dan siapakah dari kalian yang pura-pura beriman, siapakah dari kita yang benar-benar berserah diri kepada Allah dan siapakah dari kita yang mendekatkan diri kepada Allah di saat mendapatkan keuntungan namun di saat diuji dengan kesusahan, ia segera berpaling dan berbalik, kembali menjauhkan dirinya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Di antara figur yang sepatutnya menjadi teladan bagi seorang Muslim dalam mengarungi kehidupannya, adalah sahabat ‘Abdurrahman ibnu ‘Auf Az-Zuhri radhiyallahu Ta’ala ‘anhu. Beliau adalah salah seorang tokoh Quraisy, dilahirkan pada 10 tahun setelah Tahun Gajah, artinya umur beliau lebih muda dibanding Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebanyak 10 tahun karena Nabi dilahirkan pada Tahun Gajah.

‘Abdurrahman bin ‘Auf adalah salah satu sahabat yang as-sabiqinal awwalin, masuk Islam pada awal-awal keNabian. Beliau hijrah ke Habasyah juga hijrah ke Madinah. Beliau mengalami derita, perjuangan, pengorbanan, dan ujian luar biasa. Diintimidasi dan diusir, beliau jalani semuanya, tabah, tidak ada keluh dan kesah. Dan ketika hijrah ke Kota Madinah, yang terjadi pada tahun ke-13 keNabian, sehingga beliau mengalami ujian itu selama 13 tahun: kemiskinan, intimidasi, terlunta-lunta, terusir dari negerinya sudah beliau alami semua. Ujian fisik, diganggu, disakiti sudah beliau alami. Dikucilkan beliau alami, diembargo ekonomi pun beliau ikut mengalami. Namun berbagai ujian tersebut tidak mengubah prinsip, tidak menggoyahkan ideologi / iman beliau, walau beliau sudah pernah mengalami terusir dari Kota Mekkah, hijrah ke Habasyah, terlunta-lunta di Negeri Habasyah, kembali lagi, dan diintimidasi, diembargo ekonomi bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sehingga selama 3 tahun kaum Muslimin (bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) tidak bisa berjual beli. Demikian, semua itu tidak menggoyahkan keimanan ‘Abdurrahman bin ‘Auf, tidak menjadikan beliau seorang yang memiliki jiwa yang hina dina.

Baca Juga:
Akhlak Muslim kepada Rabbnya: Takut / Khauf (Bagian ke-1) - Aktualisasi Akhlak Muslim (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

Silakan simak dan download ceramahnya.

Download Ceramah Agama: Ustadz Muhammad Arifin Badri – ‘Abdurrahman bin ‘Auf, Hartawan Ahli Surga


Share juga ya ke media sosial kamu, baik Facebook, Twitter, maupun Google+ kamu. Semoga kaum Muslimin lainnya turut terinspirasi dari ceramah ini dan kamu memperoleh kebaikan dari Allah atasnya. Aamiin.

6 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 ÷ 8 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.