Rodja Peduli

Al-Bahrur Raa-iq fii Zuhdi war Raqaa-iq

Bahrur Raa-iq: Berlebihan dalam Bergaul (Ustadz Mahfudz Umri, Lc.)

By  |  pukul 7:10 am

Terakhir diperbaharui: Selasa, 15 November 2016 pukul 8:05 pm

Tautan: http://rodja.id/h4

Ceramah agama oleh: Ustadz Mahfudz Umri, Lc.

Disiarkan secara live di Radio Rodja melalui sambungan teleconference pada Ahad Subuh, 18 Syawwal 1434 / 25 Agustus 2013, tepatnya pukul 05:30-07:00 WIB. Kajian rutin pembahasan kitab Bahrur Raa-iq fii Zuhdi war-Raqaa-iq (بحر الرائق في الزهد والرقائق).

[sc:status-bahrur-raiq-ustadz-mahfudz-umri-2013]

Ringkasan Kajian Kitab “Bahrur Raa-iq”: Berlebihan dalam Bergaul

Kita lanjutkan kajian kita dari kitab البحر الرائق في زحد والرقائق (Al-Bahru Ar-Raa’iq fi Zuhdi wa Ar-Raqaa’iq). Pembahasan sebelumnya adalah “Racun-racun yang Bisa Membinasakan Hati Kita” dan kita selesai dari racun pertama, yaitu berlebihan dalam kita memandang (فضول النظر, fudhuulun nadzhor). Kemudian kita masuk kepada yang kedua, فضول المخلطة, fudhuulul mukholathoti (“Berlebihan dalam Bergaul”), di mana masing-masing kita ini adalah makhluk sosial, tidak mungkin kita tidak bergaul dengan manusia. Bahkan yang utama adalah seseorang bergaul dengan manusia dibandingkan dia menyendiri, karena bergaul dengan manusia adalah perkara yang dianjurkan dan termasuk perkara yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana haditz Jibril:

بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ، …

Di mana ketika kami duduk bersama dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tiba-tiba datang seorang laki-laki yang bajunya putih bersih, rambutnya hitam lebat, …” (Hadits riwayat Muslim)

Baca Juga:
Hukum Mencela Nasab dan Mendiamkan Seseorang - Bab 186-188 - Hadits 395-397 - Kitab Al-Adab Al-Mufrad (Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.)

Dari hadits ini, Al-Imam Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullahu Ta’ala, beliau menjelaskan bahwa yang paling utama bagi seseorang adalah bergaul dengan sesama manusia. Namun segala sesuatu yang berlebihan dan segala sesuatu yang melampaui batas tidak akan memberikan kepada kebaikan, bahkan justru berpotensi menimbulkan suatu madharat yang besar , termasuk di antaranya adalah berlebihan di dalam pergaulan, sehingga dimasukkan ke dalam bagian dari perkara yang bisa meracuni hati.

Orang yang bergaul dengan orang-orang yang jauh dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka dia akan terpengaruh dengan teman-teman yang seperti itu. Maka berlebihan dalam bergaul itu merupakan penyakit yang amat kronis yang bisa mendatangkan dan membawa berbagai macam keburukan.

Dengarkan dan Download Kajian “Bahrur Raa-iq”: Berlebihan dalam Bergaul

Ikuti terus lanjutan pembahasan kitab Bahrur Raaiq fii Zuhdi war-Raqaaiq secara rutin hanya di Radio Rodja 756 AM setiap hari Ahad pagi (ba’da Subuh), pukul 05:45-07:00 WIB.

Bantu sebarkan kebaikan ini ke Google+, Facebook, dan Twitter.

9 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.