Tabligh Akbar: Nikmat Aman di Indonesia dan Kiat-Kiat Menjaganya (Syaikh Prof. Dr. Ibrahim bin ‘Amir Ar-Ruhaili)

By  |  pukul 4:57 pm

Terakhir diperbaharui: Rabu, 28 Sya'ban 1438 / 24 Mei 2017 pukul 9:42 pm

Tautan: http://rodja.id/xe

Kajian tabligh akbar oleh: Syaikh Prof. Dr. Ibrahim bin ‘Amir Ar-Ruhaili
Penerjemah: Ustadz Anas Burhanudin, M.A.

Berikut ini merupakan rekaman kajian dari Tabligh Akbar yang dilaksanakan di Masjid Al-Aqsha, Klaten Jawa Tengah pada Ahad, 1 Jumadal Ula 1438 / 29 Januari 2017 bersama Syaikh Prof. Dr. Ibrahim bin ‘Amir Ar-Ruhaily hafidzahu Ta’ala.

Tabligh akbar ini juga disiarkan secara live di Radio Rodja dan Rodja TV. Pada tabligh akbar kali ini, Syaikh Ibrahim Ar-Ruhaili hafidzahullahu Ta’ala membawakan sebuah tema yang sangat penting, yaitu “Nikmat Aman di Indonesia dan Kiat-Kiat Menjaganya“. Semoga rekaman tabligh akbar ini bermanfaat.

Download juga rekaman tabligh akbar yang lainnya: Kewajiban Mencintai Para Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam

Baca Juga:  Hak Ulama - Bagian ke-2 - Tabshiratul Anam (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

Ringkasan Tabligh Akbar bersama Syaikh Ibrahim Ar-Ruhaily: Nikmat Aman di Indonesia dan Kiat-Kiat Menjaganya

Keamanan adalah lawan dari rasa takut. Dan ini diisyaratkan oleh Allah Ta’ala dalam firmanNya:

فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ، الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ

“Maka hendaknya mereka menyembah kepada Rabb pemilik rumah ini (Ka’bah). (Dia) yang telah memberikan makan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan memberikan keamanan kepada mereka dari rasa takut” (QS Quraisy [106]: 3-4)

Dalam ayat ini, Allah menyebutkan menyebutkan dan mengingatkan nikmatNya kepada penduduk tanah Haram (Makkah) dengan menyebutkan dua nikmat yaitu nikmat rezeki dan nikmat rasa aman. Setelah itu Allah menyebutkan kebalikan dari rasa aman, yaitu rasa aman. Para ahli bahasa mendefinisikan kata aman sebagai situasi yang tenang dan damai.

Baca Juga:  Hak Persahabatan - Bagian ke-1 - Tabshiratul Anam (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

Keamanan atau nikmat aman ada dua macam, yaitu:

1. Keamanan agama

Yaitu kondisi dimana agama seorang muslim selamat, dia tetap berada di atas jalan tauhid dan terus beribadah kepada Allah Ta’ala dan jauh dari kesyirikan.

Allah Ta’ala berfirman:

الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” ( QS Al An’am [6]: 82)

2. Keamanan badan/fisik

Yaitu kondisi dimana seorang muslim hidup di negerinya dalam keadaan merasa aman pada perkara hartanya, jiwanya, dan harga dirinya atau kehormatannya.

Baca Juga:  Khusyuk dalam Shalat (Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc.)

Bagaimana kiat-kiat menjaga nikmat aman dan keamanan di negri kita Indonesia?

Silakan simak penjelasan Syaikh Ibrahim Ar-Ruhaily hafidzahullah mengenai nikmat aman, dengan mendownload rekaman kajian tabligh akbar ini. Semoga bermanfaat.

Dengarkan dan Download Kajian Tabligh Akbar – Nikmat Aman di Indonesia dan Kiat-Kiat Menjaganya


Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link download tabligh akbar ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ Anda. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda semua.

1 Comment

    Tinggalkan Balasan

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.