Telegram Rodja Official

Tematik

Syarah Aqidah Salaf – Bagian ke-4 – Bekasi 1438 / 2017 (Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat)

By  |  pukul 11:40 am

Terakhir diperbaharui: Senin, 08 Mei 2017 pukul 5:08 pm

Tautan: http://rodja.id/16q

Tabligh akbar oleh: Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat

Silakan download rekaman tabligh akbar sekaligus kajian kitab Syarah Aqidah Salaf bersama Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat. “Syarah Aqidah Salaf (Bagian ke-4)” ini adalah yang disiarkan Radio Rodja dan Rodja TV dari Masjid Riyadush Shalihin, Perumahan Mutiara Insani, Mustika Jaya, Bekasi pada Ahad, 8 Jumadal Ula 1438 / 5 Februari 2017, pukul 09:00-11:30 WIB.

Rekaman video: Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat – Syarah Aqidah Salaf (Bagian ke-4) – Bekasi 1438 / 2017

Ringkasan Tabligh Akbar: Syarah Aqidah Salaf (Bagian ke-4)

Kita akan membahas aqidah yang ke-7, dari kitab Syarah Aqidah Salaf ini, halaman 187.

Agama Islam yang dibawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah sempurna dan lengkap, yang tidak memerlukan tambahan dan pengurangan sedikit pun juga dan dari siapa pun juga datangnya. Yakni kesempurnaan agama Islam berdasarkan firman Allah Tabaraka wa Ta’ala:

… الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ … ﴿المائدة : ٣﴾

“… Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Ku ridhai Islam itu jadi agama bagimu. …” (QS Al-Ma’idah [5]: 3)

Baca Juga:
Hukum Menggambar Dalam Islam

Al-Hafidz Ibnu Katsir rahimahullahu Ta’ala mengatakan dalam menafsirkan ayat yang mulia ini, (bahwa) inilah sebesar-besar nikmat Allah Ta’ala kepada umat ini. Nikmat Allah terbesar kepada umat ini adalah umat telah menyempurnakan agama ini. Pada umat yang sebelumnya bersama nabi-nabi mereka, syariatnya tidak atau belum sempurna. Kepada umat ini, yang kepada mereka Allah utus seorang nabi dan rasul, yaitu nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai penutup dari sekalian para nabi dan rasul dan Allah Subhanahu wa Ta’ala sempurnakan agamanya, sempurnakan syariat. Oleh karena itu, Al-Hafidz mengatakan, bahwa inilah sebesar-besar nikmat Allah Ta’ala kepada umat ini, yakni di mana Allah Ta’ala telah menyempurnakan bagi mereka agama mereka, maka mereka tidak berhajat-hajat sesuatu pun agama selain dari agama mereka, yakni mereka tidak berhajat kepada sesuatu pun agama / ketaatan yang dibuat oleh manusia selain dari apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala syariatkan kepada mereka. Mereka tidak berhajat kepada satu pun peraturan yang berkaitan dengan agama mereka (ketaatan kepada Allah), bahkan yang mengatur hidup dan kehidupan mereka di dunia setelah Allah Subhanahu wa Ta’ala menyempurnakan syariatNya ini. Demikian pula mereka tidak berhajat kepada seorang pun nabi, selain dari nabi mereka shalawatullah wa salamuhu ‘alaihi, yakni Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak mewajibkan mereka mengikuti syariat nabi-nabi yang sebelum Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, kecuali apabila Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menyetujuinya (menetapkannya). Yang waijb mereka ikuti adalah Nabi Muhammad ‘alaihish shalatu was salam.

Download Tabligh Akbar: Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat – Syarah Aqidah Salaf (Bagian ke-3)

Baca Juga:
Penjelasan tentang Ilmu - Kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq Al-Badr)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 23 = 33

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.