Telegram Rodja Official

Al-Ishbah

Kaidah dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar – Bagian ke-2 (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

By  | 

Notice: Undefined variable: PodpressSettings in /home/radiorod/public_html/wp-content/plugins/powerpress/powerpress.php on line 3565

Kajian Islam oleh: Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.

Berikut ini merupakan rekaman kajian kitab “الإصباح في بيان منهج السلف في التربية والإصلاح” atau biasa disebut dengan “Al-Ishbah fi Bayani Manhajis Salaf fi Tarbiyah wal Ishlah” karya Syaikh Abdullah bin Shalih Al-‘Ubailan hafidzahullah, yang disampaikan oleh Ustadz Kurnaedi, Lc.. Kitab ini berisi penjelasan tentang kaidah-kaidah Manhaj Salaf dalam tarbiyah dan islah (perbaikan). Kajian ini disampaikan di Radio Rodja dan RodjaTV, pada Kamis pagi, 7 Syaban 1438 / 4 Mei 2017.

Pada kajian kali ini Ustadz Kurnaedi akan menyampaikan pembahasan tentang “Kaidah dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar (Bagian ke-2)“. Semoga bermanfaat.

Download juga kajian sebelumnya: Kaidah dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar (Bagian ke-1)

Ringkasan Kajian Kaidah manhaj Salaf dalam Tarbiyah dan Islah: Kaidah dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar (Bagian ke-2)

Kaidah amar ma’ruf nahi munkar menurut ahlussunnah wal jama’ah adalah bahwasanya ahlussunnah wal jamaah beramar ma’ruf nahi munkar dengan dasar ilmu, dengan kelemah lembutan, dan dengan sabar. Dan tujuan yang dicapai adalah perbaikan.

Syaikh Shalih Fauzan mengatakan bahwa kaidah amar ma’ruf nahi munkar ini merupakan salah pokok ahlussunnah wal jama’ah. Beramar ma’ruf nahi munkar maksudnya adalah memerintahkan kepada kebaikan dan melarang dari perbuatan kejelekan dan kerusakan.

Baca Juga:
Sifat Mendengar dan Melihat Allah Ta'ala - Bagian ke-3 - Kitab Al-'Aqidah Al-Wasithiyyah (Ustadz Maududi Abdullah, Lc.)

Amar ma’ruf yang disyariatkan adalah yang berdasar kepada ilmu dan dalil yang diajarkan oleh Allah dan rasulNya. Amar ma’ruf nahi munkar tidak boleh dilakukan apabila tidak sesuai dengan tuntunan syariat Allah.

Kemudian, semua ketaatan adalah ma’ruf sedangkan seluruh maksiat merupakan kemungkaran. Allah Ta’ala memerintahkan hamba-hambaNya untuk beramar ma’ruf nahi munkar. Dan orang-orang mukmin disifati dengan salah satu cirinya adalah mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran.

Kaidah ini didasari dengan beberapa dalil di antaranya adalah firman Allah Ta’ala:

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللّهَ وَرَسُولَهُ أُوْلَـئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللّهُ إِنَّ اللّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka ta’at pada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS At-Taubah [9]: 71)

Bagaimana penjelasan lengkap mengenai pembahasan ini? Simak selengkapnya melalui rekaman kajian berikut ini. Semoga bermanfaat.

Download Kajian Kaidah manhaj Salaf dalam Tarbiyah dan Islah: Kaidah dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar (Bagian ke-2)


Baca Juga:
Tafsir Surat Adh-Dhuha - Ayat 9 - Tafsir Al-Quran (Ustadz Abdullah Zaen, M.A.)

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.