Telegram Rodja Official

Al-Adabul Mufrad

Orang yang Suka Mencela – Bab 198 – Hadits 419-420 – Kitab Al-Adab Al-Mufrad (Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.)

By  | 

Kajian Kitab Adabul Mufrad oleh: Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.

Berikut ini merupakan rekaman kajian kitab Adabul Mufrad karya Imam Bukhari rahimahullah, yang disampaikan oleh Ustadz Syafiq Basalamah. Kajian ini beliau sampaikan secara live di Radio Rodja dan Rodja TV pada Senin malam, 5 Syaban 1438 / 1 Mei 2017, pukul 20:00-21:30 WIB.

Pada kajian kali ini Ustadz Syafiq akan membahas tentang “Orang yang Suka Mencela (Bab 198, Hadits 419-420)“. Semoga bermanfaat.

Download juga kajian sebelumnya: “Kebencian hingga Hukum Memberi Saran kepada Orang Lain (Bab 192-195, Hadits 411-416)

Program Kajian Kitab Adabul Mufrad - Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. di Radio Rodja

Simak program ini di Radio Rodja dan Rodja TV setiap:Senin malam, 20:00-21:30 WIB

Status program Kajian Kitab Adabul Mufrad: AKTIF

Ringkasan Kajian Kitab Adabul Mufrad: Orang yang Suka Mencela (Bab 198, Hadits 419-420)

Di dalam Bab yang ke 198, Imam Bukhari membawakan hadits tentang hukum orang yang suka mencela.

Baca Juga:
Berserah Diri Kepada Allah - Aktualisasi Akhlak Muslim (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

Hadits ke 419
Muhammad bin Umayah menceritakan kepada kami, ia berkata, Isa bin Musa menceritakan kepada kami dari Abdullah bin Kaisan, dari Ikrimah:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: اسْتَبَّ رَجُلَانِ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَسَبَّ أَحَدُهُمَا وَالْآخَرُ سَاكِتٌ، وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَالِسٌ، ثُمَّ رَدَّ الْآخَرُ. فَنَهَضَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقِيلَ: نَهَضْتَ؟ قَالَ: «نَهَضَتِ الْمَلَائِكَةُ فَنَهَضْتُ مَعَهُمْ، إِنَّ هَذَا مَا كَانَ سَاكِتًا رَدَّتِ الْمَلَائِكَةُ عَلَى الَّذِي سَبَّهُ، فَلَمَّا رَدَّ نَهَضَتِ الْمَلَائِكَةُ» قال الشيخ الألباني : ضعيف

“Dari ibnu Abbas, ia berkata, “Dua orang saling menghina pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yang satu menghina sedangkan yang lainnya diam, sementara Nabi sedang duduk, lalu yang lainnya membalas hinaannya. Nabi lalu bangkit, kemudian ditanyakan’ “Mengapa engkau bangkit?” Beliau menjawab: Malaikat bangkit maka aku bangkit bersama mereka. Sesungguhnya orang ini ketika dia diam, para malaikat membalas orang yang menghinanya. Ketika ia membalas, malaikat kemudian bangkit”.” (Menurut Syaikh Al-Albani, hadits ini dhaif)

Kandungan hadits:

– Mencaci maki seorang muslim hukumnya haram
– Dianjurkan untuk bersabar dan senantiasa memberi maaf kepada kaum muslimin
– Hendaklah menghormati hak muslim

Silakan simak penjelasan mengenai hadits di atas di dalam rekaman kajian berikut ini. Semoga bermanfaat.

Download Rekaman Kajian Kitab Adabul Mufrad: Orang yang Suka Mencela (Bab 198, Hadits 419-420)

Baca Juga:
Faedah dan Keutamaan Akhlak Mulia - Bagian 1 - Aktualisasi Akhlak Muslim (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

Jangan lupa untuk membagikan rekaman kajian ini ke saudara-saudara kita atau teman-teman kita baik itu melalui Facebook, Twitter, Google+, atau media yang lainnya agar kebaikan ini tidak berhenti begitu saja. Jazakumullahu khairan
[stumble]

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.