Telegram Rodja Official

Tematik

Bukan Manhaj Alternatif (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

By  | 

Notice: Undefined offset: 0 in /home/radiorod/public_html/wp-content/plugins/download-manager/wpdm-functions.php on line 539

Notice: Undefined variable: PodpressSettings in /home/radiorod/public_html/wp-content/plugins/powerpress/powerpress.php on line 3565

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.

Download ceramah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. pada Sabtu, 17 Al-Muharram 1439 / 7 Oktober 2017, pukul 08:00-11:32 WIB di Masjid Nurul Iman, Blok M Square lantai 7, Jl. Melawai Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dan disiarkan di Radio Rodja dan Rodja TV secara langsung. Ceramah ini mengangkat judul tentang “Bukan Manhaj Alternatif“.

Rekaman video: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. – Bukan Manhaj Alternatif

Download Materi

Berikut adalah materi tentang pokok-pokok manhaj Salaf yang menjadi pembahasan dari kajian ini, yang dikutip dari Al-Mukhtashar Al-Hatsits Fi Bayani Ushuli Manhaji As-Salaf Ash-habi Al-Hadits (المختصر الحثيث في بيان أصول منهج السلف أصحاب الحديث في تلقي الدين وفهمه والعمل به والدعوة إليه).

Ringkasan Ceramah: Bukan Manhaj Alternatif

Apa Itu Manhaj Salaf?

Manhaj dari kata “نهج، ينهج، نهجاً، ومنهجاً“, artinya adalah kaidah-kaidah dan batasan-batasan (ﻗﻮﺍﻋﺪ ﻭﺿﻮﺍﺑﻂ) yang memberikan kepada kita pemahaman dalam memahami suatu permasalahan. Atau dalam bahasa Indonesia, kita terjemahkan ringkasnya (sebagai) metoda.

Salaf secara bahasa artinya “yang telah terdahulu”, sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Fathimah dalam riwayat An-Nasa’i. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Fathimah radhiyallahu ‘anha:

ونعم السلف أنا لك

Baca Juga:
Tujuan Hidup Seorang Mukmin adalah Surga - Bogor 1437 / 2016 (Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas)

“Sebaik-baik salaf untukmu adalah aku.”

Nabi menamakan dirinya ‘salaf‘, sebagai pendahulu Fathimah radhiyallahu ‘anha.

Adapun secara istilah, maka para ulama sering memutlakkan kata salaf itu untuk 3 (tiga) generasi, yaitu sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in, sebagaimana dikatakan oleh Al-Imam Al-Ghazali, demikian Al-Baijuri, Adz-Dzahabi, dan yang lainnya. Kenapa tiga generasi ini? Karena tiga generasi inilah yang dipuji langsung oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam haditsnya yang mutawatir dengan lafadz:

خير الناس قرني ثم الذين يلونهم ثم الذين يلونهم

“Sebaik-baiknya manusia adalah generasiku, kemudian generasi setelahnya, kemudian generasi setelahnya.”

Download Ceramah Agama: Ustadz Abu Yahya Badrusalam – Bukan Manhaj Alternatif


Telegram Rodja Official

2 Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.