Telegram Rodja Official

Tematik

Bukan Manhaj Alternatif (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

By  |  pukul 11:35 am

Terakhir diperbaharui: Jumat, 14 Februari 2020 pukul 6:05 pm

Tautan: http://rodja.id/1gu

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.

Download ceramah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. pada Sabtu, 17 Al-Muharram 1439 / 7 Oktober 2017, pukul 08:00-11:32 WIB di Masjid Nurul Iman, Blok M Square lantai 7, Jl. Melawai Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dan disiarkan di Radio Rodja dan Rodja TV secara langsung. Ceramah ini mengangkat judul tentang “Bukan Manhaj Alternatif“.

Download Materi

Berikut adalah materi tentang pokok-pokok manhaj Salaf yang menjadi pembahasan dari kajian ini, yang dikutip dari Al-Mukhtashar Al-Hatsits Fi Bayani Ushuli Manhaji As-Salaf Ash-habi Al-Hadits (المختصر الحثيث في بيان أصول منهج السلف أصحاب الحديث في تلقي الدين وفهمه والعمل به والدعوة إليه).

Ringkasan Ceramah: Bukan Manhaj Alternatif

Apa Itu Manhaj Salaf?

Manhaj dari kata “نهج، ينهج، نهجاً، ومنهجاً“, artinya adalah kaidah-kaidah dan batasan-batasan (ﻗﻮﺍﻋﺪ ﻭﺿﻮﺍﺑﻂ) yang memberikan kepada kita pemahaman dalam memahami suatu permasalahan. Atau dalam bahasa Indonesia, kita terjemahkan ringkasnya (sebagai) metoda.

Salaf secara bahasa artinya “yang telah terdahulu”, sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Fathimah dalam riwayat An-Nasa’i. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Fathimah radhiyallahu ‘anha:

ونعم السلف أنا لك

Baca Juga:
Wahai Istriku, Berdandanlah di Hadapanku (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

“Sebaik-baik salaf untukmu adalah aku.”

Nabi menamakan dirinya ‘salaf‘, sebagai pendahulu Fathimah radhiyallahu ‘anha.

Adapun secara istilah, maka para ulama sering memutlakkan kata salaf itu untuk 3 (tiga) generasi, yaitu sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in, sebagaimana dikatakan oleh Al-Imam Al-Ghazali, demikian Al-Baijuri, Adz-Dzahabi, dan yang lainnya. Kenapa tiga generasi ini? Karena tiga generasi inilah yang dipuji langsung oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam haditsnya yang mutawatir dengan lafadz:

خير الناس قرني ثم الذين يلونهم ثم الذين يلونهم

“Sebaik-baiknya manusia adalah generasiku, kemudian generasi setelahnya, kemudian generasi setelahnya.”

Download Ceramah Agama: Ustadz Abu Yahya Badrusalam – Bukan Manhaj Alternatif


2 Comments

    Leave a Reply

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    + 62 = 63

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.