Telegram Rodja Official

Memperbaiki Akhlak – Aktualisasi Akhlak Muslim (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

By  |  pukul 7:36 am

Terakhir diperbaharui: Rabu, 26 Shafar 1439 / 15 November 2017 pukul 7:47 am

Tautan: http://rodja.id/1jy

Kajian oleh: Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.

Kajian yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary ini merupakan hasil rekaman pada Senin, 20 Dzul Hijjah 1438 H / 11 September 2017 M . Ceramah agama ini berkaitan dengan seri pembahasan Aktualisasi Akhlak Muslim, yang sangat penting untuk diketahui oleh setiap muslim. Pada kajian kali ini, Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A. mengulangi beberapa pembahasan tentang “Memperbaiki Akhlak

Download kajian sebelumnya: “Faedah dan Keutamaan Akhlak Mulia – Bagaian 2“.

Ringkasan Kajian: Memperbaiki Akhlak

Pada MP3 kajian kali ini dibahas tentang apakah akhlak adalah sesuatu yang kita bawa dari lahir atau sesuatu yang dianugerahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala setelah kita melatih diri dan berikhtiar. Pertanyaannya, bisakah seorang muslim merubah akhlak atau itu sesuatu yang sudah tertanam semenjak lahir dan tidak bisa berubah?

Sebagian ulama berpendapat bahwa akhlak yang mulia adalah tabiat alami. Artinya hal ini adalah sesuatu yang tidak bisa dibuat-buat dan merupakan karunia dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sementara ulama lain berpendapat akhlak yang mulia adalah watak bentukan, tabiat yang didapat dari latihan yaitu apabila seorang insan melatih dirinya dan membiasakan dirinya untuk berakhlak mulia maka seorang muslim akan meraih akhlak mulia itu. Hal ini didapat melalui pembiasan-pembiasaan. Maka ada pepatah yang mengatakan, “Alah bisa karena biasa.

Baca Juga:  Tanya-Jawab seputar Adab dan Akhlak (Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc.)

Terlepas dari perbedaan-pendapat para ulama tersebut, yang pasti kebiasaan sangat mungkin berubah menjadi tabiat. Sebagian orang memang memiliki tabiat-tabiat yang terpuji, nampak semenjak ia lahir. Seseorang dari kecil terlihat memang orang yang lembut, orang yang memiliki rasa malu, cenderung pendiam, tidak suka mengobral kata. Ada orang yang seperti itu dan ini adalah anugrah yang Allah berikan kepadanya. Itu adalah tabiat alami yang mana tabiat seperti ini didapatkan tanpa perlu adanya latihan dan pembiasaan diri.

Ini yang disebutkan dalam sebuah hadits. Satu ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata kepada Al-Asyah bin ‘Abdul Qois, “Sungguh engkau memiliki dua sifat yang Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintainya. Kau memiliki kemurahan hati dan  kesantunan atau kesabaran. Maka Al-Asyah bertanya kepada Nabi, ‘wahai Rasulullah, apakah aku memiliki dua sifat terpuji ini karena pembiasan diri atau Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikannya sebagai sahabatku sejak aku diciptakan? Makan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab, ‘yaitu karena Allah menjadikannya sebagai tabiat mu.'”

Baca Juga:  Menggabungkan Beberapa Niat Dalam Satu Ibadah - Ushul Fiqih

Disini merupakan dalil bahwa sebagian akhlak itu adalah karunia. Contohnya adalah Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam. Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam memiliki kelemah lembutan yang luar biasa. Beliau adalah sosok pribadi yang lemah lembut, dan Allah mengatakan bahwa kelemahan lembutan adalah rahmat dari Allah.

…فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّـهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka… (Q.S Ali-Imran[3]: 159)”

Pembahasan di atas menunjukkan bahwa ada akhlak yang menjadi tabiat dasar bagi sebahagian orang dan ada akhlak yang merupakan hasil latihan atau pembiasan diri. Akhlak yang menjadi tabiat dasar tentu lebih utama dari pada akhlak yang didapat dari latihan. Sebab tabiat dasar benar-benar menjadi pembawaan serta perangai sehingga pelaksanaannya tidak memerlukan suatu usaha yang melelahkan. Karena hal itu merupakan spontanitas.

Baca Juga:  50 Nasihat untuk Para Wanita - Bagian ke-2 (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Akhlak seperti ini merupakan karunia yang Allah berikan kepada hamba-hamba yang dikehendaki. Meskipun demikian orang yang tidak diberi karunia kelembutan ataupun kesantunan masih mungkin untuk dapat mendapatkan akhlak tersebut yaitu melalui latihan dan pembiasaan diri. Seperti yang telah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kabarkan, “Sesungguhnya kesantunan itu hanya dapat diraih dengan belajar santun” Demikian juga Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan dalam hadits yang lain, “Barang siapa yang berlatih kesabaran dirinya, maka Allah akan melimpahkan kesabaran kepada dirinya.

Simak Penjelasan Lengkap dan Download MP3 Kajian: Memperbaiki Akhlak


[do_widget id=blog_subscription-2]

Mari turut bagikan hasil rekaman ataupun link kajian yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki, agar orang lain bisa turut mengambil manfaatnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.