Rodja Peduli

Aktualisasi Akhlak Muslim

Cara Untuk Meraih Akhlak Mulia Bagian 2 – Aktualisasi Akhlak Muslim (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

By  |  pukul 12:32 pm

Terakhir diperbaharui: Rabu, 15 November 2017 pukul 2:22 pm

Tautan: http://rodja.id/1k0

Kajian oleh: Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.

Kajian yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary ini merupakan hasil rekaman pada Senin, 4 Muharram 1439 H / 25 September 2017 M . Ceramah agama ini berkaitan dengan seri pembahasan Aktualisasi Akhlak Muslim, yang sangat penting untuk diketahui oleh setiap muslim. Pada kajian kali ini, Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A. mengulangi beberapa pembahasan tentang “Cara Untuk Meraih Akhlak Mulia Bagian 2

Download kajian sebelumnya: “Cara Untuk Meraih Akhlak Mulia Bagian 1 – Aktualisasi Akhlak Muslim“.

Ringkasan Kajian: Cara Untuk Meraih Akhlak Mulia Bagian 2

Berikut ini beberapa hal yang dapat membantu kita untuk meraih akhlak yang mulia. Poin pertama adalah keikhlasan dan do’a yang sudah dibahas pada kajian sebelumnya. Pada kajian ini dibahas poin selanjutnya yaitu salah satu perkara yang bisa membantu seorang muslim mendapatkan akhlak mulia:

Memperbaiki Aqidah.
Aqidah yang benar adalah sumber utama lahirnya akhlak mulia. Amal sholeh lahir dari aqidah dan iman. Dan sudah menjadi kaidah, aqidah dan keimanan yang kuat akan melahirkan akhlak-akhlak yang mulia sedangkan aqidah yang menyimpang dan iman yang rapuh akan menghasilkan akhlak yang tercela dan hina. Perilaku seseorang secara lahir merupakan cerminan dari perilaku batinnya. Misalnya, kesopanan adalah cerminan dari keluasan ilmu. Siapa yang beriman kepada Allah, tuma’ ninah dalam meyakini janji-janji Allah dan mengimani sifat-sifat Allah, maka semua itu akan membantu seorang muslim untuk memperbaiki dan meluruskan segala perilakunya.

Maka dari itu bagi siapa saja yang ingin memperbaiki akhlaknya hendaknya seseorang memperbaiki aqidahnya dan memperkuat imannya. Terutama iman kepada perkara-perkara yang ghaib. Misalnya meyakini bahwa Allah senantiasa melihat ucapannya dan mengetahui perbuatannya. Keyakinan seperti ini akan melahirkan keluasan dalam perilaku dan membuat seseorang takut berbuat zalim.

Kemudian juga iman kepada malaikat malaikat yang senantiasa mencatat segala ucapan dan amal perbuatan. Keimanan kepada hal yang ghaib ini, akan membawa seorang muslim kepada rasa malu. Malu untuk berbuat hal-hal yang tidak wajar, malu untuk melakukan hal-hal yang tidak pantas. Misalnya malu untuk menampakan aurat, malu menunjukkan kekejian karena meyakini ada malaikat-malaikat yang senantiasa bersamanya. Seseorang akan menjaga adabnya walaupun pada saat kesendirian.

Demikian pula ketika seseorang meyakini bahwa dia selalu berada dalam pengawasan Allah, seseorang akan selalu bersikap tawadhu, merendahkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak takabur di hadapan sesama. Seseorang akan menyadari kelemahannya karena dia mengetahui bahwa Allah adalah Rabb yang maha kuat dan maha perkasa.
Begitupun ketika seseorang memahami alam-alam yang akan dilalui yaitu alam barzah, maka dengan itu seseorang akan menjaga perilakunya dan menjauhkan dirinya dari perkara-perkara yang bisa mendatangkan siksa kubur. Misalnya tidak beristinja ketika buang air. Ini adalah akhlak yang buruk, yaitu akhlak terhadap diri.

Demikian juga ketika seorang meyakini adanya surga dan neraka. Maka seseorang akan bergerak melakukan amalan-amalan yang mendekatkan dirinya kepada surga dan menjauhi amalan-amalan yang dapat mendekatkan kepada neraka. Dengan keimanan yang kuat dan kokoh kepada hal-hal ghaib ini maka akan lahir akhlak yang mulia. Dan beriman kepada hal-hal yang ghaib ini juga merupakan sifat pertama yang disebutkan oleh Allah dari orang-orang yang beriman.

…الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ

“(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib….”(Q.S Al-Baqoroh[2]: 3)

Lalu Apa Kiat-Kiat Selanjutnya? Simak Penjelasan Lengkap dan Download MP3 Kajian: Cara Untuk Meraih Akhlak Mulia Bagian 2


[do_widget id=blog_subscription-2]

Mari turut bagikan hasil rekaman ataupun link kajian yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki, agar orang lain bisa turut mengambil manfaatnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.