Masjid Al-Barkah

Tafsir Al-Quran

Tafsir Surat Al-Balad Ayat 15 – Tafsir Al-Quran (Ustadz Abdullah Zaen, M.A.)

By  |  pukul 12:49 pm

Terakhir diperbaharui: Senin, 27 November 2017 pukul 1:47 pm

Tautan: http://rodja.id/1l7

Notice: Undefined variable: PodpressSettings in /home/customer/www/radiorodja.com/public_html/wp-content/plugins/powerpress/powerpress.php on line 4233

Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home/customer/www/radiorodja.com/public_html/wp-content/plugins/powerpress/powerpress.php on line 4233

Kajian Kitab Tafsir Al-Quran oleh: Ustadz Abdullah Zaen, M.A.

Download kajian Tafsir Al-Quran yang dibahas dan dikaji oleh Ustadz Abdullah Zaen. Kajian dan ceramah agama ini membahas tafsir Al-Quran dengan penjelasan rinci serta mudah dipahami.

Pada kajian tafsir kali ini Ustadz Abdullah Zaen akan membawakan pembahasan tentang “Tafsir Surat Al-Balad Ayat 15“. Kajian ini beliau sampaikan pada Rabu malam, 19 Shafar 1439 H/ 08 November 2017 M di Masjid Agung Darusalam, Purbalingga.

Download juga kajian sebelumnya: Tafsir Surat Al-Balad Ayat 14 – Tafsir Al-Quran

Kajian kali ini membahas contoh ketiga yang Allah berikan tentang jalan mendaki yang harus ditempuh seorang muslim agar sampai ke surga.

يَتِيمًا ذَا مَقْرَبَةٍ ﴿١٥﴾

“(kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat”(Q.S Al-Balad[90]: 15)

 

Hal ini berlaku untuk kerabat dekat ataupun kerabat yang jauh. Didalam agama Islam, anak yatim yang ada hubungan kerabat ataupun tidak berhak untuk disantuni. Yang jadi pertanyaan kenapa dalam ayat ini Allah menyebutkan secara khusus tentang anak yatim yang ada hubungan kerabat?

Sebelum dibahas lebih lanjut perlu diketahui bahwa didalam agama Islam, satu amalan yang sama bisa mempunyai pahala yang berbeda-beda dan bertingkat-tingkat. Padahal amalannya sama. Banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut. Bisa faktor niat, waktu, tempat, faktor objek, atau bisa karena faktor-faktor yang lain.

Inilah jawaban kenapa Allah menyebutkan secara khusus tentang anak yatim yang ada hubungan kerabat. Karena objek yang berbeda bisa mempengaruhi besar kecilnya pahala. Jika dibandingkan dari sisi objek, bersedekah kepada anak yatim yang tidak mempunyai hubungan kerabat dengan anak yatim yang memiliki hubungan kerabat, pahalanya lebih besar ketika seorang muslim bersedekah kepada anak yatim yang masih memiliki hubungan kerabat.

Dalam surat Al-Baqoroh ayat 215 Allah Subhana wa Ta’ala menjelaskan tentang urutan sedekah. Yaitu mulai dari yang terdekat sampai kepada yang terjauh:

يَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ ۖ قُلْ مَا أَنفَقْتُم مِّنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّـهَ بِهِ عَلِيمٌ ﴿٢١٥﴾

“Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan”. Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.” (Q.S Al-Baqoroh[2]: 215)

Selain itu juga menjadi sebuah keutamaan jika bersedekah kepada anak yatim yang masih kerabat dan dalam keadaan miskin.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Simak dan Download mp3 kajian Tafsir Al-Quran: Tafsir Surat Al-Balad Ayat 15


Mari turut membagikan link download kajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi yang lainnya.

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.