Telegram Rodja Official

Tafsir Al-Quran

Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 65 – 67 (Ustadz Badrusalam, Lc.)

By  |  pukul 8:13 am

Terakhir diperbaharui: Jumat, 23 Maret 2018 pukul 7:02 am

Tautan: http://rodja.id/1la

Kajian Tafsir Al-Quran oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.

Download kajian Tafsir Al-Quran yang dibahas dan dikaji oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam. Kajian ini beliau sampaikan pada Selasa malam, 11 Shafar 1439 H / 31 Oktober 2017 M di Masjid Al-Barkah, komplek studio Radio Rodja dan RodjaTV. Pada kajian tafsir kali ini Ustadz Badrusalam akan membawakan pembahasan tentang “Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 65-67“.

(Download juga kajian sebelumnya: “Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 62 – 64“)

Ringkasan Kajian Tafsir Al-Quran: Tafsir Surat Al-Baqarah [2]: 65 – 67

Di ayat yang ke-65 Allah Ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ الَّذِينَ اعْتَدَوْا مِنكُمْ فِي السَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَ ﴿٦٥﴾

“Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera yang hina”.”(QS Al-Baqarah [2]: 65)

Allah Subhana wa Ta’ala melarang Bani Israil untuk berburu dan beraktifitas dihari sabtu. Allah memerintahkan mereka untuk bersungguh-sungguh untuk beribadah dihari sabtu. Tetapi pada hari sabtu itu, ikan-kan justru datang banyak sekali. Itulah bentuk ujian dari Allah Subhana wa Ta’ala sebagaimana disebutkan di dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat 163:

Baca Juga:
Ajaran Madzhab Imam Syafi'i yang Ditinggalkan: Larangan Pengagungan Kuburan, Bid'ahnya Tahlilan, dan Haramnya Ngalap Berkah yang Tidak Syar'i (Ustadz Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja, M.A.)

وَاسْأَلْهُمْ عَنِ الْقَرْيَةِ الَّتِي كَانَتْ حَاضِرَةَ الْبَحْرِ إِذْ يَعْدُونَ فِي السَّبْتِ إِذْ تَأْتِيهِمْ حِيتَانُهُمْ يَوْمَ سَبْتِهِمْ شُرَّعًا وَيَوْمَ لَا يَسْبِتُونَ ۙ لَا تَأْتِيهِمْ ۚ كَذَٰلِكَ نَبْلُوهُم بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ ﴿١٦٣﴾

“Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik.” (Q.S Al-A’raf [7]: 163)

Lalu apa yang mereka lakukan? mereka memasang jala dihari jum’at kemudian mereka mengambil pada hari ahad. Lalu mereka berkata, “kami tidak berburu”. Ini yang dinamakan hilah. Yaitu melakukan rekayasa terhadap hukum Allah untuk menghalalkan yang haram.

فَجَعَلْنَاهَا نَكَالًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهَا وَمَا خَلْفَهَا وَمَوْعِظَةً لِّلْمُتَّقِينَ ﴿٦٦﴾

“Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS Al-Baqarah [2]: 66)

Dalam ayat ini Allah menyebutkan faidah dari sebuah kejadian dan faidah dari mempelajari sejarah kejadian tersebut. Yaitu agar hambaNya dapat mengambil pelajaran darinya. Sebagaimana yang Allah sebutkan didalam Surat Yusuf:

…لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ ۗ

Baca Juga:
Hak Nasihat dan Adab Memberi Nasihat - Bagian ke-2 - Tabshiratul Anam (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal…” (Q.S Yusuf [12]: 111)

Faidah ayat:

  1. Ayat ini mengandung celaan untuk orang-orang Yahudi yang ada dizaman Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam.
  2. Haramnya hilah, bahwasannya orang-orang yang merekayasa untuk menghalalkan yang haram, termasuk orang yang melanggar batasan Allah Subhana wa Ta’ala.
  3. Penjelasan bagaiaman hikmahnya Allah dalam memberikan sangsi yang serupa dan sesuai.
  4. Penjelasan bahwa Allah sangat mampu merubah manusia menjadi kera.
  5. Penetapan bahwasannya Allah berbicara.
  6. Bahwa orang-orang yang dijadikan kera adalah orang yang melanggar larangan hari sabtu. Adapun orang-orang yang melarang, Allah selamatkan mereka. Adapun orang-orang yang diam, Allah diam dan tidak menjelaskan keadaan mereka.
  7. Sanksi yang Allah berikan kepada orang yang melanggar batas itu juga sebagai peringatan bagi orang-orang yang tidak melakukan hal itu.
  8. Bahwa sanksi syariat adalah sebagai pelajaran bagi yang melakukan agar tidak melakukannya lagi dan bagi yang lain.
  9. Yang bisa mengambil pelajaran hanya orang yang bertaqwa kepada Allah.
  10. Peringatan ada dua macam. Yaitu peringatan yang bersifat alam dan peringatan berupa syariat.
  11. Sebab-sebab yang menimbulkan ketakwaan adalah mengambil pelajaran yang ada didalam Al-Qur’an dan Hadits Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam

Ayat yang ke-67 Allah Ta’ala berfirman:

وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ إِنَّ اللَّـهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تَذْبَحُوا بَقَرَةً ۖ قَالُوا أَتَتَّخِذُنَا هُزُوًا ۖ قَالَ أَعُوذُ بِاللَّـهِ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ ﴿٦٧﴾

Baca Juga:
Sabda Nabi: Aku Bersaksi Bahwa Aku adalah Utusan Allah

“Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina”. Mereka berkata: “Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan?” Musa menjawab: “Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil”.”(QS Al-Baqarah [2]: 67)

Bagaiaman Penjelasan Lengkapnya? Simak dan Download MP3 Kajian Tafsir Al-Quran: Tafsir Surat Al-Baqarah [2]: 65-67


Jangan lupa untuk ikut membagikan link download kajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi orang lain.

4 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× 9 = 72

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.