Telegram Rodja Official

Panduan Amal Sehari Semalam

Adab Ketika Bermajelis Bagian 4 – Panduan Amal Sehari Semalam (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

By  | 

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.

Berikut ini merupakan rekaman ceramah agama yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary pada Selasa, 11 Shafar 1439 H/ 31 Oktober 2017 M. Ceramah agama ini membahas buku “Panduan Amal Sehari Semalam” yang berisi amalan-amalan yang semestinya dilakukan oleh seorang muslim dalam kesehariannya.

Pada ceramah kali ini, Ustadz Abu Ihsan akan menjelaskan tema seputar “Adab Ketika Bermajelis Bagian 4“.

Download juga kajian sebelumnya: Adab Ketika Bermajelis Bagian 3

Ringkasan Ceramah Agama: Adab Ketika Bermajelis Bagian 4

Tidak mengusir seseorang dari tempat duduknya lalu duduk di situ.

Sikap ini pasti akan menyakiti orang yang diusir serta membangkitkan kemarahannya. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan, “Janganlah seseorang dari kamu mengusir orang lain dari tempatnya lalu dia duduk disitu, akan tetapi lapangkanlah dan luaskanlah majelis tersebut“. Hal ini berlaku untuk orang yang mengusir orang lain yang duduk disuatu majelis.

Duduk dengan menjaga adab, khusyuk dan tawadhu. 

Yakni tidak menunjukkan cara duduk orang yang sombong, karena sesungguhnya Allah Subhana wa Ta’ala tidak menyukai orang-orang yang menyombongkan diri. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam duduk dalam majelis dengan khusyuk dan senantiasa menjaga ketenangan diri. Sebagaimana penuturan seorang wanita yang melihat Nabi duduk dengan bersila. Wanita itu berkata, “Ketika aku melihat Rasulullah duduk dengan khusyuk, maka bulu kudukku merinding,” Yaitu karena melihat kewibawaan beliau. Beliau sendiri menyatakan: “Aku duduk sebagaimana duduknya seorang hamba.”

Baca Juga:
Tuntunan Sunnah dalam Berpakaian - Panduan Amal Sehari Semalam (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

Begitulah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang senantiasa menjaga adab beliau di dalam majelis. Apabila ada orang yang masuk ke dalam majelis, mereka tidak dapat mengetahui mana Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam karena berbaurnya beliau bersama para sahabat dan tidak menonjolkan diri.

Hindarilah duduk di tengah halaqah suatu majelis, karena sikap ini melambangkan kesombongan dan keangkuhan. Di samping itu, dapat mengganggu kerapihan halaqah. Adapun pembicara, guru, atau ustadz yang menyampaikan ilmu duduk di depan majelis, memang disitulah tempatnya. Dia berbicara kepada manusia dan menghadap kepada mereka.

Sudah selayaknya seorang penuntut ilmu memperhatikan hal ini. Karena kesuksesan seorang penuntut ilmu dilihat bagaimana adabnya kepada ilmu. Terutama adab di dalam majelis ilmu.

Download Ceramah Agama: Adab Ketika Bermajelis Bagian 4


Mari turut bagikan hasil rekaman ataupun link ceramah agama yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki, agar orang lain bisa turut mengambil manfaatnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.