Select Page

Keutamaan dan Pentingnya Ikhlas Bagian 2 – Aktualisasi Akhlak Muslim (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

Radio RodjaDownloadKajianUstadz Abu Ihsan Al-AtsaryAktualisasi Akhlak MuslimKeutamaan dan Pentingnya Ikhlas Bagian 2 – Aktualisasi Akhlak Muslim (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

Keutamaan dan Pentingnya Ikhlas Bagian 2 – Aktualisasi Akhlak Muslim (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

Terakhir diperbaharui: Rabu, 25 Rabiul awal 1439 / 13 Desember 2017 pukul 10:26
Tautan: http://rodja.id/1lu

Kajian oleh: Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.

Kajian yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary ini merupakan hasil rekaman pada Senin, 1 Rabbi’ul Awwal 1439 H / 20 November 2017 M . Ceramah agama ini berkaitan dengan seri pembahasan Aktualisasi Akhlak Muslim, yang sangat penting untuk diketahui oleh setiap muslim. Pada kajian kali ini, Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A. membahas tentang “Keutamaan dan Pentingnya Ikhlas Bagian 2

Download kajian sebelumnya: “Keutamaan dan Pentingnya Ikhlas dalam Ibadah – Aktualisasi Akhlak Muslim“.

Ringkasan Kajian: Keutamaan dan Pentingnya Ikhlas Bagian 2

Ikhlas merupakan tiang dan tonggak dari sebuah amal. Amal apapun yang dilakukan oleh seorang muslim tidak akan diterima tanpa keikhlasan. Oleh karena itu, wajib bagi orang yang beribadah untuk mengikhlaskan niatnya lillahi Ta’ala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

…إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَ

Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan…” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907]

Allah memberikan balasan atas sebuah amalan juga berdasarkan kadar keikhlasan seorang hamba dalam melaksanakan amalan tersebut. Kadar keikhlasan berbeda-beda antara satu orang dengan orang yang lain. Karena penting dan utamanya ikhlas ini maka Allah Subhana wa Ta’ala telah memwasiatkan secara khusus kepada Nabi-Nya Shallahllahu ‘Alaihi wa Sallam, untuk mengikhlaskan agama lillahi Ta’ala. Ini adalah pesan dan wasiat Allah kepada para nabi dan Rasul.

Allah mengatakan dalam surat Asy Syura ayat ke-13:

شَرَعَ لَكُم مِّنَ الدِّينِ مَا وَصَّىٰ بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَىٰ ۖ أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ ۚ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ ۚ اللَّـهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَن يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَن يُنِيبُ ﴿١٣﴾

“Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).” (Q.S Asy-Syura [42] :13)

Wasiat dalam ayat ini adalah kewajiban supaya mengikhlaskan hati dalam menjalankan ketaatan agama. Allah juga mengatakan:

قُلْ إِنِّي أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ اللَّـهَ مُخْلِصًا لَّهُ الدِّينَ ﴿١١﴾

“Katakanlah: “Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama.”(Q.S Az-Zumar [39] :11)

Maka inti dakwah para nabi dan rasul adalah mengajak manusia supaya mengikhlaskan agama ini untuk Allah Subhana wa Ta’ala dan melakukan ketaatan-ketaatan itu hanya kepada Allah Subhana wa Ta’ala. 

Juga, keikhlasan ini yang akan menjadi sebab penjagaan dan pertolongan Allah Subhana wa Ta’ala bagi umat ini. Allah akan senantiasa menjaga, membela dan memenangkan umat ini dengan keikhlasan mereka. Apabila ikhlas telah hilang di tengah-tengah umat ini, Allah pun akan menahan dan menangguhkan pertolongan atas umat ini. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

(إِنَّمَا يَنْصُرُ اللهُ هَذِهِ الأُمَّةَ بِضَعِيْفِهَا بِدَعْوَتِهِمْ، وَصَلاَتِهِمْ، وَإِخْلاَصِهِمْ)).

“Sesungguhnya Allah menolong umat ini dengan sebab orang yang lemah dari mereka, yaitu dengan sebab doa mereka, shalat mereka, dan keikhlasan mereka”.

Imam Abdur-Ra’uf al Munawi rahimahullah di dalam Faidhul-Qadir menerangkan bahwa umat islam sebenarnya tertolong oleh kaum lemah diantara mereka. Sebab orang-orang yang lemah ini lebih ikhlas, lebih khusu’ dan lebih tawadhu’ dalam beribadah kepada Allah Subhana wa Ta’ala. Hal ini karena hati mereka tidak silau dengan gemerlap dunia. Pada kondisi demikian, keinginan mereka terfokus pada satu hal. Yaitu mencari ridho Allah Subhana wa Ta’ala. Dengan begitu kesucian amal-amal mereka lebih terjaga sehingga do’a-do’a mereka diijabahi dan dikabulkan oleh Allah Subhana wa Ta’ala. 

Simak Penjelasan Lengkap dan Download MP3 Kajian: Keutamaan dan Pentingnya Ikhlas Bagian 2


Ikuti Web Radio Rodja Via Email

Masukkan alamat email untuk menerima pemberitahuan MP3 dan tulisan-tulisan terbaru melalui email.

Mari turut bagikan hasil rekaman ataupun link kajian yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki, agar orang lain bisa turut mengambil manfaatnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

, , ,

About The Author

Menebar Cahaya Sunnah

Tinggalkan Balasan

Tanggal

Radio Streaming

Server Internasional High Quality

Status: ONLINE | Bitrate: 128 kbps | Pendengar: 174 | Maksimal: 3072

Server Internasional Low Quality

Status: ONLINE | Bitrate: 24 kbps | Pendengar: 26 | Maksimal: 3072

Server Indonesia High Quality

Status: ONLINE | Bitrate: 128 kbps | Pendengar: 41 | Maksimal: 2000

Server Indonesia Low Quality

Status: ONLINE | Bitrate: 24 kbps | Pendengar: 3 | Maksimal: 2000

Audio RodjaTV High Quality

Status: ONLINE | Bitrate: 130 kbps | Pendengar: 48 | Maksimal: 2000

Jadwal Acara

Jadwal Hari Ahad

01:00 — 02:00 AsatidzMurottal, Bumper, Mutiara NasihatRekaman

01:00 — 02:00 AsatidzKajian TematikRekaman

02:00 — 05:30 Murottal, Bumper, Mutiara Nasihat

05:30 — 07:00 Ustadz Mahfudz Umri, Lc.Menuju Kelembutan HatiLIVE dari Bekasi

07:00 — 07:30 Murottal, Bumper, Mutiara Nasihat

10:00 — 11:00 Ustadz Yazid bin Abdul Qadir JawasKajian TematikRekaman

11:00 — 12:30 Murottal, Bumper, Mutiara Nasihat

12:30 — 13:00 Penerjemah: Ustadz JunaediFatawa UlamaRekaman

13:00 — 14:30 Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.Al Fawaaidul Fawaa'idRekaman

14:30 — 17:00 Murottal, Bumper, Mutiara Nasihat

17:00 — 18:00 Syaikh Prof. Dr. 'Abdur Razzaq bin 'Abdil Muhsin Al 'Abbad Al BadrAl Kabaa'irLIVE dari Madinah

18:00 — 19:00 Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.Silsilah Hadits ShahihLIVE dari Masjid Al Barkah CIleungsi

19:00 — 20:00 Murottal, Bumper, Mutiara Nasihat

20:00 — 21:30 AsatidzKajian TematikRekaman

21:30 — 22:00 Murottal, Bumper, Mutiara Nasihat

22:00 — 23:30 Ustadz Abu Haidar As SundawyQoulul MufidRekaman

22:30 — 00:00 Murottal, Bumper, Mutiara Nasihat

Arsip